Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kata Polri soal Permintaan Keluarga Bripda IDF agar Kasus Anaknya Ditarik ke Bareskrim

Kompas.com - 09/08/2023, 11:25 WIB
Rahel Narda Chaterine,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak keluarga Bripda Ignatius Dwi Frisco (IDF) meminta agar kasus anaknya ditarik ke Bareskrim Polri.

Merespons ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menegaskan, kasus Bripda IDF masih ditangani oleh Polres Bogor.

"Sekali lagi kasus ini saat ini masih ditangani oleh Polres Bogor," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Rabu (9/8/2023).

Baca juga: Kompolnas Minta Polri Transparan Ungkap Asal-usul Senpi Rakitan yang Tewaskan Bripda IDF

Bripda IDF tewas setelah ditembak Bripda IMS di Rumah Susun (Rusun) Polri, Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/7/2023) pukul 01.40 WIB.

Menurut Ramadhan, pihak Polres Bogor juga telah menggelar rekonstruksi kasus tewasnya Bripda IDF.

Kegiatan rekonstruksi, kata dia, turut dihadiri Kompolnas selaku pihak eksternal.

"Rekonstruksi ini adalah bentuk transparansi Polri dalam melakukan penyelidikan maupun penyidik kasus tersebut," ucap Ramadhan.

Sementara itu, Ramadhan menyebut, kasus etik dalam perkara Bripda IDF ditangani oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Baca juga: Babak Baru Kasus Bripda IDF, Dua Tersangka Dipecat, Keluarga Minta Atensi Kapolri

Dia mengatakan, dua tersangka dalam kasus itu juga telah disanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sebagai anggota Polri.

"Ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk melakukan penindakan tegas terhdap setiap anggota Polri yang melakukan perubatan pelanggaran baik itu pidana maupun disiplin serta pelanggaran etik," ujar dia.

Dua pelaku dalam kematian IDF yakni rekannya sesama polisi, yaitu Bripda IMS dam Bripka IG.

Bripda IMS berperan sebagai orang yang menembak Bripda IDF dengan senjata api (senpi) rakitan ilegal.


Sementara itu, Bripka IG merupakan pemilik senpi rakitan ilegal itu.

Polisi sebelumnya menyebut ada unsur kelalaian dalam kasus itu.

Berdasarkan penjelasan polisi, senpi rakitan yang dipegang IMS meletus sehingga menewaskan Bripda IDF.

Baca juga: Dua Tersangka Penembak Anaknya Dipecat, Ayah Bripda IDF Berterima Kasih

Halaman:


Terkini Lainnya

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Nasional
Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Nasional
Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Nasional
Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Nasional
Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Nasional
Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Nasional
Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Nasional
Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Nasional
Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Nasional
Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Nasional
Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Nasional
Bawaslu Akui Kesulitan Awasi 'Serangan Fajar', Ini Sebabnya

Bawaslu Akui Kesulitan Awasi "Serangan Fajar", Ini Sebabnya

Nasional
Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com