Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Kompas.com - 16/05/2024, 00:18 WIB
Tari Oktaviani

Penulis

KOMPAS.com – Tanggal 19 Mei 2024 jatuh pada hari Minggu. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Korps Cacat Veteran Indonesia.

Selain itu, terdapat pula peringatan dan perayaan lain pada hari ini. Berikut beberapa peringatan yang jatuh pada 19 Mei 2024.

Hari Korps Cacat Veteran Republik Indonesia

Tanggal 19 Mei setiap tahunnya ada peringatan Hari Korps Cacat Veteran Indonesia. 

Hari ini diperuntukan bagi para veteran yang mengalami cacat fisik baik jasmani dan rohani akibat memperjuangkan bangsa Indonesia pada era penjajahan. 

Merujuk pada situs resmi LVRI, pada tahun 1949 di Jogyakarta didirikan Pusat Pendidikan Korps Penyandang Cacat. Kemudian berdiri Pusat Rehabilitasi Solo yang memiliki peralatan dan keahlian dalam bidang rehabilitasi cacat, sudah dikenal oleh negara-negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Ikatan Invaliden Indonesia kemudian dibentuk pada 18 Mei 1950 dan pada Kongres tahun 1959 berganti nama menjadi Korps Cacat Veteran Republik Indonesia (KCVRI). 

Tidak lama dari itu lahir banyak organisasi yang mengumpulkan para pejuang. Seperti lahir Ikatan Invaliden Indonesia (III) di Malang, Persatuan Perdjuangan Invaliden (Perperi) di Surakarta, Corps Invaliden Surabaya dan Ikatan Invaliden Seluruh Indonesia.

Pada tanggal 18-23 Agustus 1952 berlangsung Kongres Pertama Ikatan Invaliden Seluruh Indonesia di Bandung. Dihadiri 23 cabang seluruh Indonesia. Lalu namanya diganti menjadi Ikatan Penderita Cacat Indonesia (IPTI).

Pada 1959 namanya diubah menjadi Korps Cacat Veteran Republik Indonesia (KCVRI). Kini KCVRI sudah dilebur menjadi satu dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Hari Memanggang Kue Sedunia

Tanggal 19 Mei 2024 ada peringatan Hari Memanggang Kue Sedunia atau World Baking Day. Hari ini dirayakan setiap hari Minggu ketiga bulan Mei.

World Baking Day dibuat untuk apresiasi kepada para pembuat kue di dunia ini. Awal mula adanya hari ini yaitu adanya kampanye yang dimulai oleh Unilever untuk mempromosikan produk margarinnya.

Melansir National Today, Hari Memanggang Kue Sedunia awalnya diperingati pada tanggal 20 Mei 2012, yang merupakan hari Minggu ketiga bulan Mei. Hari itu dimaksudkan bagi orang-orang untuk memanggang sesuatu dan memberikannya kepada orang sekitar.

Di tengah kecanggihan teknologi kini memanggang kue bukan lagi suatu hal yang sulit. Sudah banyak orang bisa membuat kue hingga roti. 

Meski begitu World Baking Day tetap dirayakan sebagai ungkapan terimakasih kepada para pembuat kue. 

Baca juga: Resep Roti Kopi ala Stasiun, untuk Baking Akhir Pekan 

Hari Cahaya Lilin AIDS Internasional

Hari Cahaya Lilin AIDS Internasional diadakan pada hari Minggu ketiga bulan Mei, dirayakan pada tanggal 19 Mei tahun ini. 

Tujuannya sebagai ungkapan duka dan rasa berkabung mengenang para korban dari penyakit AIDS. 

International AIDS Candlelight Memorial yang perdana diadakan secara bersamaan di New York City dan San Francisco pada tahun 1983. Pada saat itu, hanya beberapa ribu kematian yang tercatat.

Merujuk National Today ada lebih dari 28 juta orang telah meninggal karena AIDS sejak epidemi AIDS dimulai pada tahun 1981, dan lebih dari 42 juta orang masih menghadapi HIV. dan AIDS.

Perayaan hari ini juga sebagai pengingat akan bahayanya AIDS dan dampaknya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kejagung Masukkan Kerugian Lingkungan Rp 271 T Jadi Kerugian Negara Kasus Timah

Kejagung Masukkan Kerugian Lingkungan Rp 271 T Jadi Kerugian Negara Kasus Timah

Nasional
Survei Pilkada Jateng Versi PPI: Taj Yasin 10,9 Persen, Hendi 7,7 Persen, Dico 7,1 Persen

Survei Pilkada Jateng Versi PPI: Taj Yasin 10,9 Persen, Hendi 7,7 Persen, Dico 7,1 Persen

Nasional
Tapera Tuai Polemik, Komisi IX DPR: Itu untuk Kebaikan Masyarakat

Tapera Tuai Polemik, Komisi IX DPR: Itu untuk Kebaikan Masyarakat

Nasional
Saksi Sebut SYL Bayar Rp 10 Juta Makan Bareng Keluarga Pakai ATM Biro Umum Kementan,

Saksi Sebut SYL Bayar Rp 10 Juta Makan Bareng Keluarga Pakai ATM Biro Umum Kementan,

Nasional
Bertemu NPC, Puan Minta Pemerintah China Perkuat Dukungan untuk Palestina

Bertemu NPC, Puan Minta Pemerintah China Perkuat Dukungan untuk Palestina

Nasional
KPK Jebloskan Bupati Mimika Eltinus Omaleng ke Lapas Setelah Sempat Lepas dari Jerat Hukum

KPK Jebloskan Bupati Mimika Eltinus Omaleng ke Lapas Setelah Sempat Lepas dari Jerat Hukum

Nasional
Ditanya soal Keterlibatan Purnawirawan Polri di Kasus Timah, Ini Respons Kejagung

Ditanya soal Keterlibatan Purnawirawan Polri di Kasus Timah, Ini Respons Kejagung

Nasional
KPU Perpanjang Verifikasi Syarat Dukungan Calon Nonpartai Pilkada 2024

KPU Perpanjang Verifikasi Syarat Dukungan Calon Nonpartai Pilkada 2024

Nasional
KPK Resmi Lawan Putusan Sela Kasus Hakim Agung Gazalba Saleh

KPK Resmi Lawan Putusan Sela Kasus Hakim Agung Gazalba Saleh

Nasional
Draf RUU Polri: Usia Pensiun Polisi dengan Jabatan Fungsional Bisa Mencapai 65 Tahun

Draf RUU Polri: Usia Pensiun Polisi dengan Jabatan Fungsional Bisa Mencapai 65 Tahun

Nasional
'Keluarga' Saksi Demokrat Ricuh Jelang Sengketa Versus PAN

"Keluarga" Saksi Demokrat Ricuh Jelang Sengketa Versus PAN

Nasional
PPS di Kalsel Akui Gelembungkan Suara PAN, 1 Suara Dihargai Rp 100.000

PPS di Kalsel Akui Gelembungkan Suara PAN, 1 Suara Dihargai Rp 100.000

Nasional
Hakim Minta Pedangdut Nayunda Kembalikan Uang Rp 45 Juta yang Diterima dari Kementan

Hakim Minta Pedangdut Nayunda Kembalikan Uang Rp 45 Juta yang Diterima dari Kementan

Nasional
SYL dan Keluarga Disebut Habiskan Rp 45 Juta Sekali ke Klinik Kecantikan, Uangnya dari Kementan

SYL dan Keluarga Disebut Habiskan Rp 45 Juta Sekali ke Klinik Kecantikan, Uangnya dari Kementan

Nasional
Ketua MPR NIlai Pemilu Kerap Bikin Was-was, Singgung Demokrasi Musyawarah Mufakat

Ketua MPR NIlai Pemilu Kerap Bikin Was-was, Singgung Demokrasi Musyawarah Mufakat

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com