Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai "Fit And Proper Test", Komisi I Bakal Kunjungi Kediaman Yudo Margono

Kompas.com - 01/12/2022, 18:47 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengunjungi kediaman calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono setelah uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test selesai dilakukan.

Adapun kunjungan tersebut dalam rangka Komisi I melakukan verifikasi faktual terhadap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) itu.

"Direncanakan verifikasi faktual ke kediaman (Yudo) setelah rapat fit and proper selesai," kata Meutya kepada wartawan, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: GASPOL! Hari Ini: Pergantian Panglima TNI Jelang Pemilu 2024, Bukan Yudo Margono lalu Siapa?

Namun, Meutya tak membeberkan kapan jadwal verifikasi faktual itu akan dilaksanakan.

Akan tetapi, dia memastikan bahwa Komisi I akan menggelar fit and proper test terhadap Yudo pada Jumat (2/12/2022) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

"Satu hari penuh ya. Dimulai dengan verifikasi persyaratan di pagi hari," jelasnya.

Sementara itu, ditemui terpisah, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menjelaskan soal verifikasi faktual.

Baca juga: Jenderal Andika Senang KSAL Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI

Menurut dia, kunjungan itu sejatinya tidak tersirat dalam aturan hukum atau undang-undang.

"Tapi, ada rencana pimpinan Komisi dan perwakilan fraksi datang ke rumah," ujar Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Kamis.

Kunjungan tersebut, jelas dia, akan dilakukan setelah pengambilan keputusan Komisi I terhadap Yudo.

Kunjungan batal dilakukan apabila Komisi I tak menyetujui Yudo sebagai Panglima TNI terpilih menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Baca juga: DPR Diharap Tanyakan 7 Poin Persoalan di Uji Kelayakan Calon Panglima TNI

"Setelah disetujui, baru didatangi. Kalau tidak disetujui ya enggak didatangi," tutur politisi PDI-P itu.

Akan tetapi, Hasanuddin menilai kecil peluang Yudo tak disetujui sebagai Panglima TNI terpilih oleh Komisi I.

"Tapi ya enggak tahu, namanya politik ada dinamika," kata dia.

Catatan Kompas.com, verifikasi faktual dengan mengunjungi kediaman calon Panglima TNI juga pernah dilakukan terhadap Jenderal Andika Perkasa.

Baca juga: Yudo Margono Jalani Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Besok, Komisi I: Digelar Terbuka

Saat itu, 7 November 2021, Andika dikunjungi Komisi I setelah menjalani fit and proper test di DPR.

Adapun fit and proper test Andika Perkasa dilaksanakan pada Sabtu (6/11/2021).

Hasil uji tersebut yaitu berupa keputusan bahwa Komisi I menyetujui Andika Perkasa sebagai panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun pada November 2021.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

“Oposisi” Masyarakat Sipil

“Oposisi” Masyarakat Sipil

Nasional
Soal Pernyataan Prabowo, Pengamat: Ada Potensi 1-2 Partai Setia pada Jalur Oposisi

Soal Pernyataan Prabowo, Pengamat: Ada Potensi 1-2 Partai Setia pada Jalur Oposisi

Nasional
Pakar Nilai Ide KPU soal Caleg Terpilih Dilantik Usai Kalah Pilkada Inkonstitusional

Pakar Nilai Ide KPU soal Caleg Terpilih Dilantik Usai Kalah Pilkada Inkonstitusional

Nasional
Pakar Pertanyakan KPU, Mengapa Sebut Caleg Terpilih Tak Harus Mundur jika Maju Pilkada

Pakar Pertanyakan KPU, Mengapa Sebut Caleg Terpilih Tak Harus Mundur jika Maju Pilkada

Nasional
Prabowo Sebut Jangan Ganggu jika Ogah Kerja Sama, Gerindra: Upaya Rangkul Partai Lain Terus Dilakukan

Prabowo Sebut Jangan Ganggu jika Ogah Kerja Sama, Gerindra: Upaya Rangkul Partai Lain Terus Dilakukan

Nasional
Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Gerindra Pastikan Tetap Terbuka untuk Kritik

Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Gerindra Pastikan Tetap Terbuka untuk Kritik

Nasional
Kabinet Prabowo: Antara Pemerintahan Kuat dan Efektif

Kabinet Prabowo: Antara Pemerintahan Kuat dan Efektif

Nasional
Gerindra Jelaskan Maksud Prabowo Sebut Jangan Ganggu jika Tak Mau Kerja Sama

Gerindra Jelaskan Maksud Prabowo Sebut Jangan Ganggu jika Tak Mau Kerja Sama

Nasional
[POPULER NASIONAL] Prabowo Minta yang Tak Mau Kerja Sama Jangan Ganggu | Yusril Sebut Ide Tambah Kementerian Bukan Bagi-bagi Kekuasaan

[POPULER NASIONAL] Prabowo Minta yang Tak Mau Kerja Sama Jangan Ganggu | Yusril Sebut Ide Tambah Kementerian Bukan Bagi-bagi Kekuasaan

Nasional
Tanggal 13 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 13 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kesiapan Infrastruktur Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Sudah 75 Persen

Kesiapan Infrastruktur Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Sudah 75 Persen

Nasional
Cek Pelabuhan Ketapang, Kabaharkam Pastikan Kesiapan Pengamanan World Water Forum 2024

Cek Pelabuhan Ketapang, Kabaharkam Pastikan Kesiapan Pengamanan World Water Forum 2024

Nasional
Prabowo Sebut Soekarno Milik Bangsa Indonesia, Ini Respons PDI-P

Prabowo Sebut Soekarno Milik Bangsa Indonesia, Ini Respons PDI-P

Nasional
Ganjar Serahkan ke PDI-P soal Nama yang Bakal Maju Pilkada Jateng

Ganjar Serahkan ke PDI-P soal Nama yang Bakal Maju Pilkada Jateng

Nasional
Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Ini Kata Ganjar

Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Ini Kata Ganjar

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com