Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menanti Jokowi Penuhi Janji Beri Nama Pengganti Lili Pintauli ke DPR...

Kompas.com - 27/08/2022, 06:11 WIB
Tatang Guritno,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lili Pintauli Siregar telah resmi berhenti dari jabatannya sebagai komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 11 Juli 2022.

Ia resmi tak menjadi pimpinan lembaga antirasuah itu setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 71/P/2022.

Keluarnya Keppres tersebut bertepatan dengan jadwal sidang etik Dewan Pengawas (Dewas) KPK pada Lili soal dugaan penerimaan gratifikasi dari Pertamina saat menyaksikan gelaran MotoGP di Mandalika.

Akhirnya Dewas memutuskan sidang etiknya gugur karena ia telah resmi mundur.

Namun hingga saat ini Jokowi tak kunjung memberikan kandidat pengganti Lili ke DPR untuk dibahas dan dilakukan fit and proper test.

Baca juga: Anggota Komisi III Desak Pemerintah Segera Usulkan Pengganti Lili Pintauli Siregar

Padahal pada 12 Juli 2022, satu hari setelah Lili diberhentikan, Jokowi menyatakan bakal segera memberi nama calon pengganti ke Parlemen.

“Masih dalam proses. Untuk pengganti dari Bu Lili Pintauli masih dalam proses. Karena kan minggu yang lalu sudah saya tanda tangani,” ujar Jokowi ditemui usai berdialog dengan petani di Subang, Jawa Barat.

“Dan ini masih dalam proses untuk penggantinya. Kami akan segera mengajukan (penggantinya) ke DPR. Secepatnya,” sambungnya.

Dorong pemerintah segera beri nama

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani meminta Jokowi segera mengirimkan usulan nama untuk dibahas pada masa sidang tahun ini.

Baca juga: Jokowi Diharapkan Segera Kirim Nama Calon Komisioner Pengganti Lili Pintauli ke DPR

Alasannya, lembaga antirasuah itu perlu memperbaiki kinerja lantaran kepercayaan publik tengah menurun.

Apalagi, lanjut Arsul, kepercayaan publik pada KPK kalah dibandingkan lembaga aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung dan Polri sebelum kasus Ferdy Sambo mencuat.

“Dengan melengkapi kembali jumlah pimpinan KPK, maka lebih bisa diharapkan KPK meningkatkan kinerjanya,” papar Arsul dihubungi Kompas.com, Jumat (26/8/2022).

Dihubungi terpisah anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Taufik Basari menyampaikan susunan pimpinan KPK mesti lengkap.

Baca juga: Jokowi Didesak Segera Tunjuk Calon Pimpinan KPK Pengganti Lili Pintauli

Ia khawatir kekosongan jabatan bakal berdampak pada kinerja lembaga antirasuah.

"Jika tidak segera terisi tentu ada kekurangan pimpinan yang menjalankan tugas tertentu yang selama ini dilaksanakan Lili,” katanya

“Tentunya ada tugas yang menjadi terbengkalai,” sebut dia.

Publik diminta menunggu

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat menunggu Jokowi memutuskan siapa pengganti Lili dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo.

Sebab memilih pengganti dua sosok itu merupakan hak prerogatif presiden.

“Ada dua hal yang sulit dijawab, siapa dan kapan, tinggal tunggu saja karena pasti jawabannya klasik itu. Kalau sudah siapa dan kapan, ya sudah jawabannya enggak jauh-jauh,” terang Moeldoko dalam keterangannya 25 Juli 2022.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 29 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 29 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kejagung: Kadis ESDM Babel Terbitkan RKAB yang Legalkan Penambangan Timah Ilegal

Kejagung: Kadis ESDM Babel Terbitkan RKAB yang Legalkan Penambangan Timah Ilegal

Nasional
Kejagung Tetapkan Kadis ESDM Babel dan 4 Orang Lainnya Tersangka Korupsi Timah

Kejagung Tetapkan Kadis ESDM Babel dan 4 Orang Lainnya Tersangka Korupsi Timah

Nasional
Masuk Bursa Gubernur DKI, Risma Mengaku Takut dan Tak Punya Uang

Masuk Bursa Gubernur DKI, Risma Mengaku Takut dan Tak Punya Uang

Nasional
Sambut PKB dalam Barisan Pendukung Prabowo-Gibran, PAN: Itu CLBK

Sambut PKB dalam Barisan Pendukung Prabowo-Gibran, PAN: Itu CLBK

Nasional
Dewas KPK Minta Keterangan SYL dalam Dugaan Pelanggaran Etik Nurul Ghufron

Dewas KPK Minta Keterangan SYL dalam Dugaan Pelanggaran Etik Nurul Ghufron

Nasional
Soal Jatah Menteri PSI, Sekjen: Kami Tahu Ukuran Baju, Tahu Kapasitas

Soal Jatah Menteri PSI, Sekjen: Kami Tahu Ukuran Baju, Tahu Kapasitas

Nasional
Cinta Bumi, PIS Sukses Tekan Emisi 25.445 Ton Setara CO2

Cinta Bumi, PIS Sukses Tekan Emisi 25.445 Ton Setara CO2

Nasional
Menpan-RB Anas Bertemu Wapres Ma’ruf Amin Bahas Penguatan Kelembagaan KNEKS

Menpan-RB Anas Bertemu Wapres Ma’ruf Amin Bahas Penguatan Kelembagaan KNEKS

Nasional
Banyak Caleg Muda Terpilih di DPR Terindikasi Dinasti Politik, Pengamat: Kaderisasi Partai Cuma Kamuflase

Banyak Caleg Muda Terpilih di DPR Terindikasi Dinasti Politik, Pengamat: Kaderisasi Partai Cuma Kamuflase

Nasional
PKB Sebut Pertemuan Cak Imin dan Prabowo Tak Bahas Bagi-bagi Kursi Menteri

PKB Sebut Pertemuan Cak Imin dan Prabowo Tak Bahas Bagi-bagi Kursi Menteri

Nasional
Fokus Pilkada, PKB Belum Pikirkan 'Nasib' Cak Imin ke Depan

Fokus Pilkada, PKB Belum Pikirkan "Nasib" Cak Imin ke Depan

Nasional
Kritik Dukungan Nasdem ke Prabowo, Pengamat: Kalau Setia pada Jargon “Perubahan” Harusnya Oposisi

Kritik Dukungan Nasdem ke Prabowo, Pengamat: Kalau Setia pada Jargon “Perubahan” Harusnya Oposisi

Nasional
Megawati Tekankan Syarat Kader PDI-P Maju Pilkada, Harus Disiplin, Jujur, dan Turun ke Rakyat

Megawati Tekankan Syarat Kader PDI-P Maju Pilkada, Harus Disiplin, Jujur, dan Turun ke Rakyat

Nasional
Langkah PDI-P Tak Lakukan Pertemuan Politik Usai Pemilu Dinilai Tepat

Langkah PDI-P Tak Lakukan Pertemuan Politik Usai Pemilu Dinilai Tepat

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com