Kapolri Ingin Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina Tetap Hidup - Kompas.com

Kapolri Ingin Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina Tetap Hidup

Kompas.com - 12/02/2018, 13:45 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (31/1/2018).KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengapresiasi tindakan cepat bawahannya dalam penanganan pelaku penyerangan gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta.

Pelaku bernama Suliono berhasil dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki.

Kapolri meminta agar pelaku dirawat sebaik-baiknya agar segera pulih dan bisa dimintai keterangan.

"Saya sudah perintahkan Kapolda Jogja, berikan perawatan kesehatan terbaik agar yang bersangkutan hidup dan bisa dikorek informasi," ujar Tito di kompleks Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Tito mengatakan, Densus 88 dan jajaran intel Mabes Polri beserta Polda Yogyakarta tengah mendalami latar belakang Suliono.

Menurut Kapolri, pria asal Banyuwangi itu pernah berada di Sulawesi Tengah, Poso, dan Magelang.

"Dan ada indikasi kuat yang bersangkutan ini kena paham radikal yang pro kekerasan," kata Tito.

(Baca juga: Cerita Suami Istri Muslim Ikut Bersih-bersih Gereja Santa Lidwina Bedog)

 

Tito meminta masyarakat tidak berspekulasi ataupun terporvokasi dengan kejadian tersebut. Polri, kata dia, akan berupaya maksimal untuk menyelesaikan masalah tersebut dan mengungkap motif pelakunya.

"Percayakan pada polisi, pemerintah, saya juga sudah minta panglima TNI turunkan intelijen memberikan informasi yang bisa dikembangkan bersama," kata Tito.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria melakukan penyerangan dengan senjata tajam saat ibadah misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/02/2018) pagi.

Akibatnya, tiga umat, satu orang romo, dan satu anggota polisi mengalami luka akibat sabetan pedang.

Polisi kesulitan menangkap pelaku karena terus melawan. Akhirnya, Suliono berhasil dilumpuhkan setelah petugas menembakkan dua peluru ke kakinya.

Kompas TV Simak dialognya dalam Kompas Petang berikut ini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X