Menurut Jaksa, Uang untuk Novanto Terbukti melalui Catatan Perbankan - Kompas.com

Menurut Jaksa, Uang untuk Novanto Terbukti melalui Catatan Perbankan

Abba Gabrillin
Kompas.com - 07/12/2017, 20:30 WIB
Sidang tuntutan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Sidang tuntutan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan adanya aliran uang untuk Setya Novanto. Menurut jaksa, hal itu dapat dibuktikan melalui catatan perbankan.

Hal itu dikatakan jaksa saat membacakan surat tuntutan terhadap terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Menurut jaksa, dalam persidangan terungkap bahwa Setya Novanto meminta agar jatah untuk dirinya diberikan melalui pengusaha Made Oka Masagung.

Baca: Jaksa KPK Bersyukur Andi Narogong Akhirnya Mau Terbuka di Pengadilan

Jaksa menduga, mekanisme penyerahan uang telah diatur sedemikian rupa agar uang tersamarkan.

Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (tengah) meninggalkan gedung KPK, usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (24/11/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana.

Kompas/Alif Ichwan (AIC)
24-11-2017KOMPAS/ALIF ICHWAN Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (tengah) meninggalkan gedung KPK, usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (24/11/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana. Kompas/Alif Ichwan (AIC) 24-11-2017
"Hal ini sebagai upaya agar kejahatan tidak dapat teridentifikasi," ujar jaksa Abdul Basir di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Jaksa mengatakan, meski Made Oka Masagung dalam persidangan tidak dapat memastikan soal aliran uang yang jumlah totalnya mencapai 7 juta dollar AS (sekitar Rp 63 miliar, dengan kurs saat itu Rp 9.000 per dollar AS) itu, pembuktian dapat diyakini melalui bukti-bukti transfer uang.

Pertama, rekening koran OCBC Bank Singapura dan rekening koran Delta Energy.

Baca juga: Andi Narogong Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus e-KTP

Dalam bukti transaksi tersebut, terbukti adanya penarikan uang oleh Made Oka, tiga hari setelah menerima transfer uang.

Menurut fakta sidang, PT Biomorf yang menjadi rekanan konsorsium pelaksana e-KTP mengirim uang 3,5 juta dollar AS (sekitar Rp 31,5 miliar, dengan kurs saat itu Rp 9.000 per dollar AS) ke rekening Made Oka Masagung di Singapura.

Sementara itu, bukti perbankan juga membuktikan adanya transfer uang dari PT Quadra Solutions kepada rekening Made Oka Masagung di Singapura.

PT Quadra merupakan salah satu perusahaan anggota konsorsium.

Baca juga: Andi Narogong: Saya Dijadikan seperti Sampah, seperti Bantargebang

Menurut jaksa, keterangan yang menyebut bahwa uang dari PT Quadra itu adalah uang investasi saham, tidak benar dan tidak terbukti.

Menurut Basir, rekening koran menunjukkan tidak ada uang yang digunakan untuk pembelian saham.

Bahkan, menurut jaksa, pada 2014, Made Oka mengembalikan uang kepada Anang Sugiana Sudihardjo (Dirut PT Quadra) melalui sumber yang berbeda.

Pengembalian dilakukan setelah KPK membuka penyidikan kasus e-KTP.

"Seolah jual-beli saham, menurut jaksa, itu hanya upaya menyamarkan asal-usul," kata Basir.

Kompas TV Berikut tiga berita terpopuler rangkuman KompasTV hari ini 6 Desember 2017.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAbba Gabrillin
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM