Andi Narogong Dinilai Penuhi Kriteria Justice Collaborator Kasus E-KTP - Kompas.com

Andi Narogong Dinilai Penuhi Kriteria Justice Collaborator Kasus E-KTP

Abba Gabrillin
Kompas.com - 01/12/2017, 19:56 WIB
Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong mendengarkan keterangan saksi pada sidang lanjutan kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (10/11/2017). Sidang lanjutan tersebut mengagendakan mendengarkan keterangan saksi untuk mendalami kasus e-KTP.ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong mendengarkan keterangan saksi pada sidang lanjutan kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (10/11/2017). Sidang lanjutan tersebut mengagendakan mendengarkan keterangan saksi untuk mendalami kasus e-KTP.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang berpendapat bahwa Andi Agustinus atau Andi Narogong layak mendapat status justice collaborator. Namun, hal tersebut masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut.

"Kalau saya pribadi melihat dari apa yang dia sampaikan kemarin, saya pikir dia memenuhi kriteria untuk jadi JC," kata Saut saat ditemui di Gedung KPK Jakarta, Jumat (1/12/2017).

Menurut Saut, terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik ( e-KTP) tersebut menunjukkan sikap kooperatif kepada KPK.

Hal itu terlihat saat Andi memberikan keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Dalam persidangan, Andi tak hanya mengakui perbuatan dan merasa bersalah. Andi juga mengutarakan secara jelas skandal di balik korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Bahkan, Andi menyebut nama beberapa pihak yang seharusnya ikut bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Menurut Saut, dalam hal tersebut, Andi telah memenuhi kriteria saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Meski demikian, KPK akan mempertimbangkan berbagai hal sebelum menyematkan status justice collaborator terhadap Andi. KPK juga ingin memastikan bahwa Andi konsisten dalam memberikan keterangan.

"Setiap pengakuan harus cross check lagi. Pengakuan belum tentu bisa jadi sebuah fakta. Tapi dia sudah bersumpah dalam persidangan, dan bisa jadi itu betul," kata Saut.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAbba Gabrillin
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM