Sabtu, 29 November 2014

News / Nasional

Terduga Teroris Pernah Latihan Militer di Poso

Jumat, 10 Mei 2013 | 20:06 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com – Puluhan terduga teroris pimpinan Abu Roban yang diringkus beberapa lalu diketahui pernah mengikuti pelatihan militer di Poso, Sulawesi Tengah. Salah satunya yakni di markas pelatihan teror di Dusun Tamanjeka, Poso.

“Sementara ini yang terungkap kaitan sama pelatihan itu di Poso saja. Termasuk tempat mereka yang dulu di Tamanjeka,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2013).

Setelah Densus 88 menyisir wilayah Tamanjeka, diduga masih ada pusat pelatihan teror di kawasan lain. Tempat itulah yang digunakan untuk merekrut jaringan teroris baru.

“Di Tamanjeka sementara ini sekarang aktivitasnya sudah tidak ada yang menonjol, tapi kemungkinan mereka sudah beralih tempat,” terang Boy.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap sejumlah terduga teroris di beberapa lokasi sejak Selasa (7/5/2013). Lokasi tersebut antara lain Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Kendal, Kebumen, dan Lampung. Total terduga teroris yang diringkus hingga saat ini sebanyak 24 orang, dan 7 orang di antaranya tewas.

Menurut Boy, mereka merupakan wajah baru atau belum diketahui terlibat dalam aksi teror. Keterlibatan mereka yakni ikut mengumpulkan dana untuk aksi teror.

Mereka telah beraksi merampok Bank BRI Batang, BRI Grobokan, BRI lampung, BRI Bandung, toko emas di Tambora, Jakarta Barat, kantor pos dan giro Bandung, serta percobaan pembakaran di Pasar Glodok, Jakarta Pusat.

Total hasil rampokan mereka di Bank BRI Batang, Grobokan, dan Lampung mencapai Rp 1.880.000.000. Uang itu diduga telah digunakan untuk membeli bahan peledak, operasional dalam merencanakan aksi teror, dan melakukan pelatihan teror.

Hasil rampokan itu diduga telah digunakan untuk mendanai aksi teror di Poso. Kelompok pimpinan Abu Roban ini juga diketahui terkait DPO teroris Poso, Santoso, Autat Rawa, dan Abu Omar, pemasok senjata api dari Filipina.


Penulis: Dian Maharani
Editor : Kistyarini