Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tim Jokowi-JK: Pilpres seperti Main Pingpong

Kompas.com - 02/06/2014, 12:13 WIB
Indra Akuntono

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara tim pemenangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Jusuf Kalla, Ferry Mursyidan Baldan menilai tak ada pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan Jokowi-JK. Ia menganggap wajar jika kontestasi pada Pemilu Presiden 2014 berjalan sangat ketat karena hanya ada dua pasang calon yang bertarung.

"Jangan menggugat karena pihak lain tak memanfaatkan kesempatan dengan cara yang sama," kata Ferry, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Apa yang dilontarkan Ferry terkait ajakan memilih nomor 2 yang disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam pengambilan nomor urut di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (1/6/2014). Dalam kesempatan itu, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang berbicara lebih awal tak menyerukan ajakan memilih seperti yang dilakukan Jokowi.

Menurut Ferry, semuanya harus melihat secara utuh dan berimbang. Meski tak secara tegas menyerukan ajakan memilih, tapi kubu Prabowo-Hatta ia anggap melakukan hal yang sama secara tersirat. "Lihat pendukungnya dong, semuanya kita rekam kok," ujarnya.

Ibarat sebuah pertandingan dengan sistem rally point, kata Ferry, kedua pihak yang berhadapan di pilpres selayaknya fokus dan cekatan dalam memanfaatkan peluang. Pasalnya jika lengah, maka peluang itu akan dimanfaatkan lawan tanpa dapat dibendung kemudian. "Ibarat main pingpong, lengah kita menjadi poin buat lawan," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 23 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 23 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Nasional
Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Nasional
Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Nasional
Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Nasional
Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Nasional
Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Nasional
Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Nasional
Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Nasional
Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Nasional
Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Nasional
Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Nasional
Bawaslu Akui Kesulitan Awasi 'Serangan Fajar', Ini Sebabnya

Bawaslu Akui Kesulitan Awasi "Serangan Fajar", Ini Sebabnya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com