Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Urai Macet di GT Cikatama, Korlantas Buka Opsi "One Way" di Km 414 hingga Km 47

Kompas.com - 15/04/2024, 05:19 WIB
Rahel Narda Chaterine,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

KARAWANG, KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membuka opsi memperpanjang area penerapan skema one way atau satu arah jika volume kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) sudah melebihi kapasitas.

Skema one way arah Jakarta yang awalnya diterapkan dari Km 414 Tol Kalikangkung hingga Km 72 Tol Cipali akan diperpanjang hingga Km 47 Tol Cikampek.

Namun, ini adalah opsi terakhir jika ruas jalan tol sudah tidak bisa lagi menampung kendaraan yang hendak balik dari mudik Lebaran.

"Apabila arus lalu lintas dari timur ini sudah tidak bisa menampung, artinya kapasitas jalannya sudah tidak bisa menampung, ini akan ada diskresi yang lebih dari itu, sampai kepada one way dari 70 sampai dengan 47 nantinya. Ini opsi terakhir," ungkap Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan di Km 29 Tol Jakarta Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Minggu (14/4/2024).

Baca juga: Kakorlantas Ungkap Penyebab Macet di GT Cikatama: Kendaraan Rusak dan Berhenti di Bahu Jalan

Aan mengungkapkan, kepadatan kendaraan dari arah timur Pulau Jawa mulai terlihat sejak pukul 18.00 WIB tadi.

Kendaraan dari arah Jawa bagian timur melintas memenuhi area Gerbang Tol Cikatama untuk menuju arah barat atau masuk ke Tol Jakarta Cikampek.

Aan menyebutkan, kepadatan terjadi karena meningkatnya volume kendaraan yang melintas Tol Transjawa.

Kemudian, banyak kendaraan yang masuk dari Tol Cipularang ke Tol Jakarta Cikampek. Titik pertemuan ini ada di Km 66.

Selain itu, ada juga kendaraan yang mogok atau parkir di bahu jalan tol sehingga menambah kepadatan jalan.

"Banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan, terutama menjelang 62, setelah 62 ini juga mengakibatkan perlambatan ketika keluar dari Gerbang Tol Cikatama," tambah dia.

Baca juga: Suasana Malam di Pelabuhan Bakauheni, Kantong Parkir Dermaga Penuh

Selain membuka opsi perpanjangan area one way, Korlantas juga menambah Tim Urai untuk menyisir kendaraan yang mogok atau berhenti di bahu jalan.

Selanjutnya, Korlantas telah membuka contraflow sebanyak tiga lajur dari Km 66 sampai Km 47.

"Kemudian diperpanjang lagi sampai (Km) 36 satu lajur," ucap dia.

Korlantas juga membuka Tol Fungsional Jakarta Cikampek Selatan untuk mengurangi beban arus lalu lintas di Km 66.

"Kemudian kita juga mengurangi di Cikamuning arah dari Bandung karena saya lihat dari Cileunyi ini masih cukup banyak juga arus lalu lintas yang akan ke arah Jakarta," tambah dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KPK: Ada Upaya Perintangan Penyidikan di Kasus TPPU SYL

KPK: Ada Upaya Perintangan Penyidikan di Kasus TPPU SYL

Nasional
Prabowo Koreksi Istilah 'Makan Siang Gratis': Yang Tepat, Makan Bergizi Gratis untuk Anak-anak

Prabowo Koreksi Istilah "Makan Siang Gratis": Yang Tepat, Makan Bergizi Gratis untuk Anak-anak

Nasional
Giliran Cucu SYL Disebut Turut Menikmati Fasilitas dari Kementan

Giliran Cucu SYL Disebut Turut Menikmati Fasilitas dari Kementan

Nasional
Kinerja dan Reputasi Positif, Antam Masuk 20 Top Companies to Watch 2024

Kinerja dan Reputasi Positif, Antam Masuk 20 Top Companies to Watch 2024

Nasional
KPK Sita 1 Mobil Pajero Milik SYL yang Disembunyikan di Lahan Kosong di Makassar

KPK Sita 1 Mobil Pajero Milik SYL yang Disembunyikan di Lahan Kosong di Makassar

Nasional
Tak Setuju Kenaikan UKT, Prabowo: Kalau Bisa Biaya Kuliah Gratis!

Tak Setuju Kenaikan UKT, Prabowo: Kalau Bisa Biaya Kuliah Gratis!

Nasional
Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Menaker Minta Percepat Pelaksanaan Program Kegiatan

Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Menaker Minta Percepat Pelaksanaan Program Kegiatan

Nasional
Akbar Faizal Sebut Jokowi Memberangus Fondasi Demokrasi jika Setujui RUU Penyiaran

Akbar Faizal Sebut Jokowi Memberangus Fondasi Demokrasi jika Setujui RUU Penyiaran

Nasional
Tidak Euforia Berlebihan Setelah Menang Pilpres, Prabowo: Karena yang Paling Berat Jalankan Mandat Rakyat

Tidak Euforia Berlebihan Setelah Menang Pilpres, Prabowo: Karena yang Paling Berat Jalankan Mandat Rakyat

Nasional
Korban Dugaan Asusila Ketua KPU Bakal Minta Perlindungan LPSK

Korban Dugaan Asusila Ketua KPU Bakal Minta Perlindungan LPSK

Nasional
Pemerintah Belum Terima Draf Resmi RUU Penyiaran dari DPR

Pemerintah Belum Terima Draf Resmi RUU Penyiaran dari DPR

Nasional
Akui Cita-citanya adalah Jadi Presiden, Prabowo: Dari Kecil Saya Diajarkan Cinta Tanah Air

Akui Cita-citanya adalah Jadi Presiden, Prabowo: Dari Kecil Saya Diajarkan Cinta Tanah Air

Nasional
Budi Arie: Pemerintah Pastikan RUU Penyiaran Tak Kekang Kebebasan Pers

Budi Arie: Pemerintah Pastikan RUU Penyiaran Tak Kekang Kebebasan Pers

Nasional
Perayaan Trisuci Waisak, Menag Berharap Jadi Momentum Rajut Kerukunan Pasca-Pemilu

Perayaan Trisuci Waisak, Menag Berharap Jadi Momentum Rajut Kerukunan Pasca-Pemilu

Nasional
Vendor Kementan Disuruh Pasang 6 AC di Rumah Pribadi SYL dan Anaknya

Vendor Kementan Disuruh Pasang 6 AC di Rumah Pribadi SYL dan Anaknya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com