Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AHY Bagi-bagi Sertifikat untuk Masjid dan Mushala di Menteng Pulo

Kompas.com - 03/04/2024, 20:48 WIB
Singgih Wiryono,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membagikan sertifikat tanah untuk masjid dan mushala di kawasan Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2024).

"Hari ini saya bisa berkunjung sekaligus bersilaturahmi menyerahkan sertifikat tanah wakaf di Masjid Jami Sabilul Huda ini di Menteng Pulo," kata dia.

"Ada lima sebenarnya sertifikat yang kita serahkan, selain Sabilul Huda, ada masjid lain termasuk mushala yang kita serahkan," ucap AHY.

Baca juga: Soal Nama Calon Menteri yang Akan Disetor ke Prabowo, AHY: Saya Tidak Buka Sekarang

Dalam blusukannya menyerahkan sertifikat tanah, AHY menyebut para pengurus rumah ibadah itu merasa lega karena karena menerima sertifikat wakaf setelah mengurusnya bertahun-tahun.

Pembagian sertifikat lahan ini, kata AHY, sebagai bentuk pemerintah hadir untuk melayani masyarakat.

"Terutama untuk bisa meyakinkan rumah ibadah (berdiri dengan resmi), tentunya bukan hanya umat islam tapi rumah ibadah lainnya karena kita ingin semua warga negara semua punya kesempata beribadah dengan baik," ujar dia.

AHY menyampaikan, Masjid Sabilul Huda yang sertifikatnya diterbitkan ini telah berdiri sejak 1971.

Baca juga: Resmikan Kantor Pertanahan Jaksel, AHY Berharap Pelayanan Semakin Baik

Namun, selama berdirinya masjid tersebut, ATR/BPN belum memberikan sertifikat tanah wakaf kepada para pengurus masjid.

"Artinya kita upaya terus untuk mempercepat apa yang telah menjadi harapan dan aspirasi masyarakat. Karena banyak sekali satu-persatu," ucap dia.

"Kita ingin selalu mencapai progres yang baik, dengan begitu masyarakat semakin menaruh harapan. Ketika pemerintahnya hadir dengan responsif dengan cepat dengan melayani, tentunya ini yang jadi harapan masyarakat," kata AHY.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 19 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Megawati Serahkan ‘Amicus Curiae’  ke MK, Anies: Menggambarkan Situasi Amat Serius

Megawati Serahkan ‘Amicus Curiae’ ke MK, Anies: Menggambarkan Situasi Amat Serius

Nasional
Megawati Ajukan Amicus Curiae, Airlangga: Kita Tunggu Putusan MK

Megawati Ajukan Amicus Curiae, Airlangga: Kita Tunggu Putusan MK

Nasional
Bupati Sidoarjo Tersangka Dugaan Korupsi, Muhaimin: Kita Bersedih, Jadi Pembelajaran

Bupati Sidoarjo Tersangka Dugaan Korupsi, Muhaimin: Kita Bersedih, Jadi Pembelajaran

Nasional
Airlangga Sebut Koalisi Prabowo Akan Berdiskusi terkait PPP yang Siap Gabung

Airlangga Sebut Koalisi Prabowo Akan Berdiskusi terkait PPP yang Siap Gabung

Nasional
Dikunjungi Cak Imin, Anies Mengaku Bahas Proses di MK

Dikunjungi Cak Imin, Anies Mengaku Bahas Proses di MK

Nasional
AMPI Resmi Deklarasi Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar Lagi

AMPI Resmi Deklarasi Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar Lagi

Nasional
MK Ungkap Baru Kali Ini Banyak Pihak Ajukan Diri sebagai Amicus Curiae

MK Ungkap Baru Kali Ini Banyak Pihak Ajukan Diri sebagai Amicus Curiae

Nasional
Bappilu PPP Sudah Dibubarkan, Nasib Sandiaga Ditentukan lewat Muktamar

Bappilu PPP Sudah Dibubarkan, Nasib Sandiaga Ditentukan lewat Muktamar

Nasional
Yusril Anggap Barang Bukti Beras Prabowo-Gibran di Sidang MK Tak Buktikan Apa-apa

Yusril Anggap Barang Bukti Beras Prabowo-Gibran di Sidang MK Tak Buktikan Apa-apa

Nasional
Panglima TNI Tegaskan Operasi Teritorial Tetap Dilakukan di Papua

Panglima TNI Tegaskan Operasi Teritorial Tetap Dilakukan di Papua

Nasional
TNI Kembali Pakai Istilah OPM, Pengamat: Cenderung Pakai Pendekatan Operasi Militer dalam Mengatasinya

TNI Kembali Pakai Istilah OPM, Pengamat: Cenderung Pakai Pendekatan Operasi Militer dalam Mengatasinya

Nasional
Tim Hukum Ganjar-Mahfud Tetap Beri Angka Nol untuk Perolehan Suara Prabowo-Gibran

Tim Hukum Ganjar-Mahfud Tetap Beri Angka Nol untuk Perolehan Suara Prabowo-Gibran

Nasional
Soal Bantuan Presiden, Kubu Ganjar-Mahfud: Kalau Itu Transparan, kenapa Tak Diumumkan dari Dulu?

Soal Bantuan Presiden, Kubu Ganjar-Mahfud: Kalau Itu Transparan, kenapa Tak Diumumkan dari Dulu?

Nasional
Minta MK Kabulkan Sengketa Hasil Pilpres, Kubu Anies: Kita Tidak Rela Pemimpin yang Terpilih Curang

Minta MK Kabulkan Sengketa Hasil Pilpres, Kubu Anies: Kita Tidak Rela Pemimpin yang Terpilih Curang

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com