Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Pertemuan dengan Parpol Lain, Jokowi: Kalau Enggak Perlu, Kenapa Harus Ketemu?

Kompas.com - 21/02/2024, 13:47 WIB
Fika Nurul Ulya,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo bicara soal kemungkinan bertemu dengan ketua umum partai politik lain usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Jokowi menyampaikan, pihaknya akan mengatur pertemuan dengan elite parpol lain bila memang ada keperluan untuk bertemu. Namun jika tidak, maka pertemuan tidak perlu dilakukan.


"Ya semua yang memang kira-kira harus ketemu, bisa saja ketemu. Kalau memang enggak perlu ketemu, kenapa harus ketemu?" kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2023).

Baca juga: Bertemu Surya Paloh Usai Pilpres, Jokowi Dinilai Sedang Memecah, Mencegah, dan Merangkul

Kepala Negara mengungkapkan, proses pertemuan dengan partai-partai politik memang diatur.

Sebab, ia mengaku ingin menjadi jembatan atau penghubung komunikasi untuk semua pihak.

"Saya kira ini dalam proses diatur semuanya karena saya memang ingin menjadi jembatan semuanya," tuturnya.

Posisinya sebagai penghubung atau jembatan antar elite parpol juga sempat diutarakan Jokowi usai meresmikan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RS PPN) Panglima Besar Soedirman, Senin (19/2/2024) lalu.

"Yang penting nanti partai-partai (yang mengurus). Saya ingin menjadi jembatan untuk semuanya. Urusan politik itu urusan partai," tutur Jokowi saat itu.

Baca juga: Bertemu Surya Paloh, Jokowi: Saya Hanya Jadi Jembatan untuk Semua...

Adapun pertemuan Jokowi dan Surya Paloh berlangsung pada Minggu (18/2/2024) malam, berselang empat hari usai pemungutan suara Pilpres 2024. 

Dalam pilpres, Surya Paloh dan Partai Nasdem mengusung pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. 

Di sisi lain, Presiden Jokowi ditengarai mendukung purtra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang bersanding dengan Prabowo Subianto. 

Pasangan calon nomor urut 2 itu diprediksi unggul dan menang pilpres dalam satu putaran, berdasarkan hasil hitung cepat berbagai lembaga survei.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com