Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TKN Prabowo-Gibran Soroti Pakta Integritas Dirjen Kemenkumham untuk Menangkan Paslon Tertentu di Lingkungan Lapas

Kompas.com - 13/01/2024, 09:30 WIB
Achmad Nasrudin Yahya

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menyoroti pakta integritas Direktur Jenderal Permasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Wakil Komandan Alpha (Teritorial) TKN Prabowo-Gibran, Fritz Edward menduga pakta integritas tersebut bertujuan untuk memenangkan salah satu pasangan calon (paslon) tertentu di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Pada persidangan tanggal 21 November 2023, anggota Fraksi Komisi III Pak Wihadi Wiyanto menyampaikan bahwa ada pakta integritas yang dilakukan Dirjen Permasyarakatan untuk memenangkan salah satu capres," kata Edward dalam konferensi pers di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta, dikutip dari Kompas TV, Jumat (12/1/2024).

Baca juga: TKN Prabowo-Gibran Ungkap Dugaan Kecurangan Cak Imin, Rekrut Pendamping Desa Jadi Relawan

Edward menjelaskan bahwa Dirjen Pemasyarakatan berada di bawah kepemimpinan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Dalam Pemilu 2024, Edward mengatakan, Yasonna Laoly masuk dalam struktur Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

"Kita juga tahu bahwa Menteri Hukum dan HAM dan juga merangkap sebagai bagian dari Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud dengan jabatan sebagai Dewan Penasihat," ungkap Edward.

Baca juga: TKN Prabowo-Gibran Tuding Mahfud Salahgunakan Kantor Kemenko Polhukam untuk Buka Posko Pengaduan Pemilu

Edward juga mengingatkan perlunya langkah lebih lanjut mengenai rencana pergantian kepala lapas menjelang waktu pencoblosan pada 14 Februari 2024.

Langkah ini perlu diambil untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

"Oleh karena itu, kami melihat bahwa perlu adanya dugaan terkait dengan urgensi pergantian kepala lapas menjelang pemilu 2024. Hal tersebut perlu ditindaklanjuti agar hal tersebut tidak terjadi," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com