Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Tangis Goenawan Mohamad dan Ambisi Kekuasaan Jokowi

Kompas.com - 04/11/2023, 08:15 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Seorang wakil menteri dengan terang-terangan memimpin rapat penggalangan untuk Gibran.

Wakil menteri yang lain, secara eksplisit di media sosial menyebut acara pembagian sertifikat lahan dengan embel-embel untuk kepentingan Prabowo – Gibran. Tidak ada malu karena mereka merasa harus melakukan itu demi menyenangkan junjungannya.

Ada pertanyaan Rosiana Silalahi yang menghenyakkan pemirsa sekaligus Goenawan Mohamad di acara Rosi tersbut.

Kenapa Goenawan Mohamad baru sekarang “speak up”? Apakah karena dirinya punya preferensi politik yang berbeda dengan Jokowi?

Jawaban Goenawan Mohamad begitu bijak dan itulah yang membedakan Goenawan dengan para Jokower atau pemuja “garis keras” Jokowi yang menganggap Jokowi selalu benar dan tidak ada yang salah (walau salah dan tidak benar sekalipun).

Sembari menahan tangis, Goenawan Mohamad tidak ingin cucu-cucunya kelak mewarisi sistem nilai yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan.

Generasi muda tidak lagi memiliki optimisme bahwa rakyat jelata bisa menjadi pemimpin negeri. Pemilik kekuasaan hanyalah berasal dari keluarga presiden.

Goenawan betul-betul lara, demikian juga saya, Anda dan jutaan rakyat Indonesia ketika melihat Jokowi yang menjadi tumpuan sekaligus harapan akan kepemimpinan yang merakyat kini telah berubah drastis.

Wajahnya tidak seperti dulu yang lugu dan merangkul rakyat dengan tulus. Kini wajah Jokowi penuh dengan ambisi kekuasaan. Dia lupa Goenawan Mohamad, saya, Anda, dan jutaan rakyat Indonesia. Padahal kita semua tidak melupakan Jokowi.

Sudahlah, jangan menangis lagi, Goenawan Mohamad. Ikhlaskan Jokowi menempuh caranya yang dia mau. Dia tidak lagi ingin menulis tinta emas di secarik kertas bertuliskan legacy. Dia hanya ingin menjadi: Raja, selamanya.

“Zaman kemajuan, inilah zaman kemajuan. Ada sirup rasa jeruk dan durian. Ada keripik rasa keju dan ikan. Ada republik rasa kerajaan.” – KH Mustofa Bisri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Nasional
Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Nasional
Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Nasional
Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Nasional
Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Nasional
Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Nasional
Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Nasional
Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Nasional
Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Nasional
Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Nasional
Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Nasional
Bawaslu Akui Kesulitan Awasi 'Serangan Fajar', Ini Sebabnya

Bawaslu Akui Kesulitan Awasi "Serangan Fajar", Ini Sebabnya

Nasional
Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com