Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2023, 17:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Sugiono mengatakan, partainya menyerahkan sepenuhnya Gibran Rakabuming Raka terkait keinginan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.

Menurutnya, Gerindra tak membatasi Gibran memilih untuk maju di daerah tertentu, misalnya Jawa Tengah atau DKI Jakarta.

"Biar beliaunya saja yang memutuskan," kata Sugiono saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/1/2023).

"Apapun yang beliau putuskan nantinya kami akan mendukung," ujarnya lagi.

Baca juga: Siap Dukung Gibran Maju Pilgub, Gerindra Ungkit Jadi Parpol Pertama yang Beri Dukungan di Solo

Sugiono kemudian memaparkan bagaimana Gerindra memandang sosok putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Gerindra, menurutnya, melihat sosok Gibran sebagai seorang pemimpin muda yang sangat potensial. Ia pun menyoroti kepemimpinan Gibran di Kota Solo.

"(Gibran) telah memberikan kepemimpinan yang sangat baik dalam memimpin kota Solo. Saya kira bukan sesuatu yang mengejutkan jika nantinya partai Gerindra memutuskan untuk mendukung beliau untuk maju sebagai Gubernur," katanya.

Sugiono mengatakan, Gerindra juga menjadi partai politik pertama yang mengusung Gibran dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Solo 2020.

Ia melanjutkan, Gibran juga telah menunjukkan track record dan kepemimpinan yang baik di Kota Solo.

Baca juga: Gerindra dan Prabowo Buka Lebar Pintu jika Kaesang Ingin Gabung Partai

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto usai makan malam bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Loji Gandrung, Kota Solo, Selasa (24/1/2023)Kompas.com/Fristin Intan Sulistyowati Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto usai makan malam bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Loji Gandrung, Kota Solo, Selasa (24/1/2023)

Menurut Sugiono, Gibran banyak melakukan inovasi dan berkreasi dalam membangun Kota Solo.

"Saya pribadi menilai beliau sebagai sosok yang simpatik, patriotik, dan rendah hati. Kepemimpinannya di Solo bisa menjadi modal yang kuat untuk bisa maju memimpin sebuah provinsi," ujarnya.

Sugiono memperkirakan faktor-faktor tersebut sudah cukup untuk menjadi pertimbangan bagi Gerindra untuk mengusung Gibran kembali pada Pilkada.

Di sisi lain, ia juga mengungkit pertemuan antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Gibran di Solo pada Selasa (24/1/2023).

Menurutnya, pertemuan itu semakin menghangatkan dan memelihara komunikasi kedua tokoh tersebut.

"Dalam pandangan saya, ada suasana kebatinan yang baik antara Mas Gibran dan Pak Prabowo. Saya kira ke depannya Gerindra dan Mas Gibran juga akan terus bersama," katanya.

Baca juga: Prabowo Mengaku Gembira jika Kaesang Mau Masuk Gerindra

Sebelumnya diberitakan, Gerindra dan Prabowo Subianto mendukung penuh Gibran untuk maju pada Pilgub 2024.

Prabowo menilai Gibran sudah memiliki potensi untuk masuk sebagai gubernur meski masih berusia 35 tahun.

Bahkan, ia juga mengaku memiliki kecocokan dengan Gibran.

"Saya liat beliau pemimpin muda yang sangat potensial dan kami selalu mendukung pemimpin dinamis dan kerja keras untuk rakyat. kami cocok sama mas gibran," katanya.

Menurut Prabowo, sejak dulu Gerindra telah mendukung Gibran memasuki dunia politik.

"Saya kira, saya dari dulu saya dukung ya," jelasnya.

Baca juga: Siap Dukung Gibran Maju Pilgub, Gerindra Ungkit Jadi Parpol Pertama yang Beri Dukungan di Solo

Prabowo juga pasang badan jika ada yang menganggap Gibran masih terlalu muda maju sebagai calon gubernur.

Hal ini diungkapkan Prabowo setelah makan malam di Loji Gandrung, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Selasa.

Prabowo mengatakan, usia tidak bisa dijadikan acuan untuk masuk di dunia politik.

"Kalau saya tidak liat usia. Yang penting pengabdiannya, kalau saya lihat," kata Prabowo.

Baca juga: Ditanya Maju Pilgub Jateng atau DKI, Gibran: Ditunggu Saja

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggal 1 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 1 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Sekjen PDI-P: Kalau Anak Bandung Tak Punya Spirit Guncangkan Dunia, Kita Sia-siakan Sejarah

Sekjen PDI-P: Kalau Anak Bandung Tak Punya Spirit Guncangkan Dunia, Kita Sia-siakan Sejarah

Nasional
KPK Sebut Nilai Manfaat Akan Habis Jika Biaya Haji Tak Dinaikkan

KPK Sebut Nilai Manfaat Akan Habis Jika Biaya Haji Tak Dinaikkan

Nasional
PDI-P dan PBB Jajaki Koalisi, Belum Bahas Capres-Cawapres

PDI-P dan PBB Jajaki Koalisi, Belum Bahas Capres-Cawapres

Nasional
Gibran Digadang Nyagub, PDI-P Pilih Fokus Pileg dan Pilpres Terlebih Dulu

Gibran Digadang Nyagub, PDI-P Pilih Fokus Pileg dan Pilpres Terlebih Dulu

Nasional
Jaksa Bilang Sambo Ingin Limpahkan Semua Kesalahan Pembunuhan Brigadir J ke Bharada E

Jaksa Bilang Sambo Ingin Limpahkan Semua Kesalahan Pembunuhan Brigadir J ke Bharada E

Nasional
Pesan Ketum PBNU untuk Masyarakat yang Akan Hadiri Resepsi 1 Abad NU

Pesan Ketum PBNU untuk Masyarakat yang Akan Hadiri Resepsi 1 Abad NU

Nasional
Setiap Pekan, Polri Minta Kominfo Blokir 100 Situs Judi 'Online'

Setiap Pekan, Polri Minta Kominfo Blokir 100 Situs Judi "Online"

Nasional
Wapres Optimistis Target Angka Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Dapat Tercapai

Wapres Optimistis Target Angka Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Dapat Tercapai

Nasional
Wacana Kades 9 Tahun Berpotensi Menyuburkan Praktik Oligarki di Desa

Wacana Kades 9 Tahun Berpotensi Menyuburkan Praktik Oligarki di Desa

Nasional
Paloh Bertemu Jokowi, Hasto PDI-P: Sebelum Keputusan Penting, Misalnya 'Reshuffle', Ada Pemberitahuan

Paloh Bertemu Jokowi, Hasto PDI-P: Sebelum Keputusan Penting, Misalnya "Reshuffle", Ada Pemberitahuan

Nasional
Wacana Kades 9 Tahun Dinilai Tak Bermanfaat Bagi Warga Desa

Wacana Kades 9 Tahun Dinilai Tak Bermanfaat Bagi Warga Desa

Nasional
Solusi Korupsi Dana Desa Lebih Mendesak Ketimbang Wacana Kades 9 Tahun

Solusi Korupsi Dana Desa Lebih Mendesak Ketimbang Wacana Kades 9 Tahun

Nasional
Timsel KPUD Direkrut Tertutup, KPU Didesak Transparan dan Jaga Independensi

Timsel KPUD Direkrut Tertutup, KPU Didesak Transparan dan Jaga Independensi

Nasional
Usul Mendagri Supaya Kepala Daerah Tak Diselidiki Dinilai Tak Sesuai UU

Usul Mendagri Supaya Kepala Daerah Tak Diselidiki Dinilai Tak Sesuai UU

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.