Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Langkah-langkah Kementerian KP Cetak SDM KP yang Siap Kerja dan Berwirausaha

Kompas.com - 25/01/2023, 09:49 WIB
Inang Sh ,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) terus melengkapi satuan pendidikan KP dengan sarana dan prasarana yang mumpuni.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, siap kerja, dan mampu berwirausaha.

Paling baru, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian KP meresmikan Gedung Laboratorium Terpadu dan membuka Seminar Pengelolaan Laboratorium Politeknik KP Sorong, Kamis (19/1/2023).

Kepala BRSDM Kementerian KP, I Nyoman Radiarta mengatakan, Politeknik KP Sorong merupakan satu dari 18 satuan pendidikan di lingkup Kementerian KP yang menyelenggarakan pendidikan vokasi.

“Penyelenggaraan pendidikan lebih ditekankan pada praktik keahlian dibandingkan teori dan ini tercermin pada kurikulum dengan komposisi 20 persen teori dan 80 persen praktik,” ungkapnya saat peresmian.

Untuk itu, kata Nyoman, dibutuhkan sarana dan prasarana yang representatif guna menghasilkan lulusan yang berkualifikasi sehingga dapat terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha.

Baca juga: Kementerian KP Rilis Capaian Pengembangan SDM, BRSDM Pegang Peranan Penting

Adapun pembangunan laboratorium terpadu didesain untuk menghimpun beberapa laboratorium asosiatif yang diharapkan dapat mendukung keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh.

Laboratorium Politeknik KP Sorong juga diharapkan menjadi salah satu cikal bakal laboratorium yang dapat dimanfaatkan seluruh satuan pendidikan KP serta civitas akademika dalam dan luar negeri, serta menjadi wadah penjajakan kerja sama dengan berbagai pihak ke depannya.

Nyoman menyebutkan, berdirinya laboratorium terpadu selaras dengan program prioritas Kementerian KP.

Dalam hal ini, BRSDM memiliki dua program strategis. Pertama, Vacational Goes to Actors (VOGA) atau transformasi pendidikan vokasi melalui rancangan pembentukan single institute, yaitu Ocean Institute of Indonesia (OII).

Satuan pendidikan tersebut nantinya akan menjadi satu-satunya institusi pendidikan tinggi di Indonesia khusus bidang KP dengan kampus utama di Politeknik Ahli Usaha Pertanian (AUP) Jakarta dan penyelenggaraan sertifikasi melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat).

Baca juga: Lewat IFish, Kementerian KP dan FAO Kembangkan Model Pengelolaan Perairan Darat Berkelanjutan di Jabar

Kemudian, program strategis kedua adalah pengembangan smart fisheries village (SFV) atau desa perikanan pintar melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Program SFV bertujuan menciptakan ekosistem kerja sama pemanfaatan teknologi informasi berbasis digitalisasi di desa mandiri sebagai wahana teaching factory (tefa), pendidikan dan lokasi pelatihan, serta percontohan penyuluhan.

Selain itu, Kementerian KP melalui BRSDM juga memberikan akses pendidikan bagi anak pelaku utama perikanan sebagai upaya regenerasi pelaku utama bidang kelautan dan perikanan.

Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan beasiswa pendidikan sebesar 100 persen anak pelaku utama perikanan pada 2023.

Sementaa itu, Wakil Direktur Politeknik KP Sorong Kadarusman mengatakan, laboratorium terpadu terdiri atas Laboratorium Bioteknologi, Nutrisi dan Pakan, Bioreproduksi, Lingkungan Perairan, Sosial Ekonomi dan Keberlanjutan, serta Laboratorium Inovasi Teknologi Kelautan dan Perikanan.

Baca juga: Kementerian KP Tingkatkan Pengelolaan Kepegawaian untuk Dukung Transformasi Pendidikan ASN

Selain itu, Politeknik KP Sorong juga merenovasi gedung sertifikasi untuk menghimpun tiga Unit Praktik Kerja (UPK) yang meliputi Unit Sertifikasi dan Tempat Uji Kompetensi (TUK), Basic Safety Training (BST), dan Unit Scuba Diving.

Hadir sebagai narasumber pada webinar Pengelolaan Laboratorium, di antaranya Unang Supratman dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Ni Made Airanthi K Widjaja-Adhi dari Case Western Reserve University USA, Muhammad Nur dari Universitas Sulawesi Barat, serta Tarmizi Taher dari Institut Teknologi Sumatera.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

ICW Dorong Polda Metro Dalami Indikasi Firli Bahuri Minta Rp 50 M Ke SYL

ICW Dorong Polda Metro Dalami Indikasi Firli Bahuri Minta Rp 50 M Ke SYL

Nasional
Sertijab 4 Jabatan Strategis TNI: Marsda Khairil Lubis Resmi Jabat Pangkogabwilhan II

Sertijab 4 Jabatan Strategis TNI: Marsda Khairil Lubis Resmi Jabat Pangkogabwilhan II

Nasional
Hasto Beri Syarat Pertemuan Jokowi-Megawati, Relawan Joman: Sinisme Politik

Hasto Beri Syarat Pertemuan Jokowi-Megawati, Relawan Joman: Sinisme Politik

Nasional
Menerka Nasib 'Amicus Curiae' di Tangan Hakim MK

Menerka Nasib "Amicus Curiae" di Tangan Hakim MK

Nasional
Sudirman Said Akui Partai Koalisi Perubahan Tak Solid Lagi

Sudirman Said Akui Partai Koalisi Perubahan Tak Solid Lagi

Nasional
Puncak Perayaan HUT Ke-78 TNI AU Akan Digelar di Yogyakarta

Puncak Perayaan HUT Ke-78 TNI AU Akan Digelar di Yogyakarta

Nasional
Jelang Putusan Sengketa Pilpres, Sudirman Said Berharap MK Penuhi Rasa Keadilan

Jelang Putusan Sengketa Pilpres, Sudirman Said Berharap MK Penuhi Rasa Keadilan

Nasional
Sejauh Mana 'Amicus Curiae' Berpengaruh pada Putusan? Ini Kata MK

Sejauh Mana "Amicus Curiae" Berpengaruh pada Putusan? Ini Kata MK

Nasional
Alasan Prabowo Larang Pendukungnya Aksi Damai di Depan MK

Alasan Prabowo Larang Pendukungnya Aksi Damai di Depan MK

Nasional
TKN Prabowo Sosialisasikan Pembatalan Aksi di MK, Klaim 75.000 Pendukung Sudah Konfirmasi Hadir

TKN Prabowo Sosialisasikan Pembatalan Aksi di MK, Klaim 75.000 Pendukung Sudah Konfirmasi Hadir

Nasional
Tak Berniat Percepat, MK Putus Sengketa Pilpres 22 April

Tak Berniat Percepat, MK Putus Sengketa Pilpres 22 April

Nasional
Prabowo Klaim Perolehan Suaranya yang Capai 58,6 Persen Buah dari Proses Demokrasi

Prabowo Klaim Perolehan Suaranya yang Capai 58,6 Persen Buah dari Proses Demokrasi

Nasional
Hakim MK Hanya Dalami 14 dari 33 'Amicus Curiae'

Hakim MK Hanya Dalami 14 dari 33 "Amicus Curiae"

Nasional
Dituduh Pakai Bansos dan Aparat untuk Menangi Pemilu, Prabowo: Sangat Kejam!

Dituduh Pakai Bansos dan Aparat untuk Menangi Pemilu, Prabowo: Sangat Kejam!

Nasional
Sebut Pemilih 02 Terganggu dengan Tuduhan Curang, Prabowo: Jangan Terprovokasi

Sebut Pemilih 02 Terganggu dengan Tuduhan Curang, Prabowo: Jangan Terprovokasi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com