Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/12/2022, 20:07 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, kasus Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali mendominasi.

Per tanggal 27 November 2022, kasus di wilayah Jawa-Bali porsinya 90,63 persen.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, porsi ini jauh berbeda dengan kasus di luar Jawa-Bali. Di luar Jawa-Bali, kasus Covid-19 hanya 9,3 persen.

"Per 27 November (kasus Covid-19) Jawa-Bali itu ada 90,63 persen karena sangat tinggi, sementara di luar Jawa itu hanya 9,3 persen dari proporsi angka nasional," kata Syahril dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Baca juga: Kemenkes: Transmisi Covid-19 di Jakarta, Banten, dan Yogyakarta Masuk Level 2

Tingginya kasus Covid-19 di Jawa-Bali terlihat dari peningkatan kasus di beberapa provinsi.

Kemenkes mencatat, ada 3 provinsi yang sudah masuk level 2 jika dilihat dari transmisi komunitas berdasarkan standar WHO.

Ketiga provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Dari setiap provinsi ada yang masuk transmisi level 2 yaitu DKI Jakarta, Banten, dan DIY, tetapi secara keseluruhan kita masuk di level 1," ujar Syahril.

Ia mengatakan, kasus mingguan di DKI Jakarta tembus 162,5 kasus per 100.000 penduduk, dan di Banten 34,93 kasus per 100.000 penduduk.

Sementara itu, berdasarkan standar WHO, sebuah wilayah dinyatakan level 1 jika kasus Covid-19 tidak lebih dari 20 kasus per 100.000 penduduk per minggu.

Baca juga: Update 2 Desember: Kasus Covid-19 Bertambah 4.179 Dalam Sehari, Totalnya Jadi 6.674.000

Adapun Yogyakarta ditetapkan level 2 karena tingkat rawat inap 5,02 kasus per 100.000 penduduk per minggu.

Berdasarkan standar WHO, sebuah wilayah dinyatakan level 1 jika tingkat rawat inap sebesar 5 kasus per 100.000 penduduk per minggu.

Namun, kata Syahril, secara keseluruhan, Indonesia masih berada di level 1.

Sebab, secara nasional, tingkat kasus kematian sebesar 0,1 per 100.000 penduduk per minggu.

Lalu, kasus Covid-19 sebanyak 15,4 per 100.000 penduduk per minggu dan kasus rawat inap sebesar 1,8 kasus per 100.000 penduduk per minggu.

"Di Indonesia kasusnya di bawah 20 kasus per 100.000 penduduk. Rawat inap di bawah 5, dan kematian di bawah 1. Jadi Indonesia berdasarkan standar WHO adalah level 1," ucap dia.


Berdasarkan data Jumat (2/12/2022) pukul 12.00 WIB, kasus Covid-19 di Tanah Air bertambah 4.179 kasus dalam sehari sehingga totalnya menjadi 6.674.000 kasus.

DKI Jakarta menempati posisi dengan penambahan kasus konfirmasi paling banyak, yaitu 1.644 kasus.

Kemudian Jawa Barat 968 kasus, Banten 484, Jawa Timur 282 kasus, dan Jawa Tengah 193 kasus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] Nasib Pencapresan Anies di Ujung Tanduk | Jaksa Tuding Pengacara Ferdy Sambo Tak Profesional

[POPULER NASIONAL] Nasib Pencapresan Anies di Ujung Tanduk | Jaksa Tuding Pengacara Ferdy Sambo Tak Profesional

Nasional
Tanggal 2 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 2 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Perlindungan Hukum Rahasia Dagang di Indonesia

Perlindungan Hukum Rahasia Dagang di Indonesia

Nasional
Tanggal 1 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 1 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Sekjen PDI-P: Kalau Anak Bandung Tak Punya Spirit Guncangkan Dunia, Kita Sia-siakan Sejarah

Sekjen PDI-P: Kalau Anak Bandung Tak Punya Spirit Guncangkan Dunia, Kita Sia-siakan Sejarah

Nasional
KPK Sebut Nilai Manfaat Akan Habis Jika Biaya Haji Tak Dinaikkan

KPK Sebut Nilai Manfaat Akan Habis Jika Biaya Haji Tak Dinaikkan

Nasional
PDI-P dan PBB Jajaki Koalisi, Belum Bahas Capres-Cawapres

PDI-P dan PBB Jajaki Koalisi, Belum Bahas Capres-Cawapres

Nasional
Gibran Digadang Nyagub, PDI-P Pilih Fokus Pileg dan Pilpres Terlebih Dulu

Gibran Digadang Nyagub, PDI-P Pilih Fokus Pileg dan Pilpres Terlebih Dulu

Nasional
Jaksa Bilang Sambo Ingin Limpahkan Semua Kesalahan Pembunuhan Brigadir J ke Bharada E

Jaksa Bilang Sambo Ingin Limpahkan Semua Kesalahan Pembunuhan Brigadir J ke Bharada E

Nasional
Pesan Ketum PBNU untuk Masyarakat yang Akan Hadiri Resepsi 1 Abad NU

Pesan Ketum PBNU untuk Masyarakat yang Akan Hadiri Resepsi 1 Abad NU

Nasional
Setiap Pekan, Polri Minta Kominfo Blokir 100 Situs Judi 'Online'

Setiap Pekan, Polri Minta Kominfo Blokir 100 Situs Judi "Online"

Nasional
Wapres Optimistis Target Angka Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Dapat Tercapai

Wapres Optimistis Target Angka Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Dapat Tercapai

Nasional
Wacana Kades 9 Tahun Berpotensi Menyuburkan Praktik Oligarki di Desa

Wacana Kades 9 Tahun Berpotensi Menyuburkan Praktik Oligarki di Desa

Nasional
Paloh Bertemu Jokowi, Hasto PDI-P: Sebelum Keputusan Penting, Misalnya 'Reshuffle', Ada Pemberitahuan

Paloh Bertemu Jokowi, Hasto PDI-P: Sebelum Keputusan Penting, Misalnya "Reshuffle", Ada Pemberitahuan

Nasional
Wacana Kades 9 Tahun Dinilai Tak Bermanfaat Bagi Warga Desa

Wacana Kades 9 Tahun Dinilai Tak Bermanfaat Bagi Warga Desa

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.