Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KPK Usut Dugaan Penggunaan Lahan untuk Perusahaan Pelabuhan Maming

Kompas.com - 10/08/2022, 17:41 WIB
Syakirun Ni'am,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut penggunaan lahan untuk membangun pelabuhan oleh mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Mardani H Maming.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan penyidik telah mengkonfirmasi penggunaan lahan itu kepada wiraswasta bernama Ilmi Umar. Ilmi diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK kemarin.

“Penggunaan lahan tanah oleh tersangka MM (Mardani Maming) untuk pembangunan pelabuhan yang proses peralihan tanahnya diduga tidak sesuai ketentuan,” kata Ali dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).

Selain itu, tim penyidik juga memeriksa seorang ibu rumah tangga bernama Eka Risnawati.

Baca juga: Tak Lagi Jadi Pengacara Maming, Bambang Widjojanto: Semoga Fakta Sesungguhnya Terbongkar

Penyidik mengkonfirmasi pengetahuan Eka dalam kapasitasnya sebagai saksi mengenai dugaan aliran dana yang diterima Maming dari perusahaan tambang yang dibangunnya.

Sebelumnya, Mardani Maming diduga menerima suap lebih dari Rp 104,3 miliar.

Ia diminta pengendali PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN) Henry Soetio mengalihkan izin usaha pertambangan operasi dan produksi (IUP OP) PT Milik PT Bangun Karya Pratama Lestari (BKPL) seluas 370 hektar ke perusahaannya.

Maming kemudian mempertemukan Henry dengan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo.

Setelah membantu Henry, maming diduga mendapat fasilitas dan biaya mendirikan perusahaan pelabuhan bernama PT Angsana Terminal Utama (ATU).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Setjen DPR Raih 2 Penghargaan di KPPN Award 2023, Ketua BURT: Bukan Hal yang Mudah

Setjen DPR Raih 2 Penghargaan di KPPN Award 2023, Ketua BURT: Bukan Hal yang Mudah

Nasional
Wakil Ketua DPR Sebut Parlemen Se-Asia Komitmen Jaga Warisan Budaya dan Sejarah Kawasan Asia

Wakil Ketua DPR Sebut Parlemen Se-Asia Komitmen Jaga Warisan Budaya dan Sejarah Kawasan Asia

Nasional
Mahfud Sebut Hak Angket Usut Kecurangan Pemilu Bisa Berujung Pemakzulan Jokowi

Mahfud Sebut Hak Angket Usut Kecurangan Pemilu Bisa Berujung Pemakzulan Jokowi

Nasional
Tom Lembong Sebut Gaya Kampanye Anies-Muhaimin Terbaru Sepanjang Sejarah Politik Indonesia

Tom Lembong Sebut Gaya Kampanye Anies-Muhaimin Terbaru Sepanjang Sejarah Politik Indonesia

Nasional
KPK Sebut Dugaan Korupsi Rumah Jabatan DPR Meliputi Kelengkapan Kamar sampai Ruang Tamu

KPK Sebut Dugaan Korupsi Rumah Jabatan DPR Meliputi Kelengkapan Kamar sampai Ruang Tamu

Nasional
Soal Hak Angket, Airlangga Sebut Banyak Parpol Dukung Presiden Jokowi

Soal Hak Angket, Airlangga Sebut Banyak Parpol Dukung Presiden Jokowi

Nasional
Kritik Pers, Mahfud:  Pengelolanya Agak Memihak, Tergantung Pesanan

Kritik Pers, Mahfud: Pengelolanya Agak Memihak, Tergantung Pesanan

Nasional
AHY Salaman dengan Moeldoko, Demokrat: Not Forgiven and Not Forgotten

AHY Salaman dengan Moeldoko, Demokrat: Not Forgiven and Not Forgotten

Nasional
Sindir Polisi Tak Kunjung Tahan Firli Bahuri, MAKI: Kepala Desa Korupsi Rp 50 Juta Ditahan

Sindir Polisi Tak Kunjung Tahan Firli Bahuri, MAKI: Kepala Desa Korupsi Rp 50 Juta Ditahan

Nasional
Pemerintahan Jokowi Bahas Program Makan Siang Gratis, Mahfud: Mungkin Antisipasi

Pemerintahan Jokowi Bahas Program Makan Siang Gratis, Mahfud: Mungkin Antisipasi

Nasional
Jokowi Diprediksi Bakal Terus Gerilya sampai Isu Hak Angket Pemilu Layu

Jokowi Diprediksi Bakal Terus Gerilya sampai Isu Hak Angket Pemilu Layu

Nasional
Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Maret 2024

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Maret 2024

Nasional
Soal Dugaan Perdagangan Surat Suara di Malaysia, Bawaslu: Masih Diproses

Soal Dugaan Perdagangan Surat Suara di Malaysia, Bawaslu: Masih Diproses

Nasional
Petugas Pemilu 2024 Meninggal Tembus 125 Orang

Petugas Pemilu 2024 Meninggal Tembus 125 Orang

Nasional
Sirekap Pileg Data 64,72 Persen: PDI-P Unggul 16,48 Persen, Golkar 15,1 Persen, Gerindra 13,35 Persen

Sirekap Pileg Data 64,72 Persen: PDI-P Unggul 16,48 Persen, Golkar 15,1 Persen, Gerindra 13,35 Persen

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com