Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maming Cabut Surat Kuasa, BW dan Denny Indrayana Tak Lagi Jadi Pengacaranya

Kompas.com - 03/08/2022, 16:01 WIB
Syakirun Ni'am,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Mardani H Maming mencabut kuasa terhadap Bambang Widjojanto (BW) dan Denny Indrayana untuk menjadi pengacaranya. 

Adapun BW merupakan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sedangkan Denny pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM.

Keduanya ditunjuk oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai pengacara Maming saat mengajukan praperadilan.

"Pak Bambang, Pak Denny sudah tidak ada di surat kuasa," kata Abdul Qodir saat ditemui awak media di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Maming Jalani Pemeriksaan Perdana Setelah Ditahan KPK

Abdul Qodir mengatakan, per hari ini atau 3 Agustus Maming telah menunjuk kuasa hukum baru.

Tim pengacara Maming merupakan gabungan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Menurut dia, tidak ada organisasi lain yang tergabung dalam tim tersebut.

"Jadi per hari ini ya surat kuasa lama itu sudah dicabut oleh Pak Mardani," kata Abdul Qodir.

Adapun Maming diduga menerima suap setelah mengalihkan izin usaha pertambangan dan operasi produksi (IUP OP) ke PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN).

Maming diduga mendapat fasilitas dari perusahaan tersebut saat mendirikan PT Angsana Terminal Utama (ATU) yang bergerak di bidang pelabuhan.

Baca juga: MAKI: Perusahaan Penyuap Maming Bisa Jadi Tersangka

Bendahara Umum PBNU nonaktif itu diduga menerima suap Rp 104,3 miliar selama 2014-2020.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Maming mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Namun, upaya hukum itu kandas. Hakim tunggal PN Jaksel mempertimbangkan status buron Maming.

Maming kemudian menyerahkan diri ke KPK pada 28 Juli lalu. Setelah diperiksa penyidik, ia ditahan di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tak Terima Jadi Tersangka Pungli, Karutan KPK Achmad Fauzi Ajukan Praperadilan

Tak Terima Jadi Tersangka Pungli, Karutan KPK Achmad Fauzi Ajukan Praperadilan

Nasional
Soal Maju Pilkada 2024 atau Tidak, Kaesang: Maunya Apa?

Soal Maju Pilkada 2024 atau Tidak, Kaesang: Maunya Apa?

Nasional
Tim Anies-Muhaimin Serahkan Kesimpulan Sidang MK Siang Hari Ini

Tim Anies-Muhaimin Serahkan Kesimpulan Sidang MK Siang Hari Ini

Nasional
Evaluasi Awal Manajemen Mudik 2024

Evaluasi Awal Manajemen Mudik 2024

Nasional
Airlangga Sebut Surya Paloh Berencana Hadiri Halal Bihalal Golkar, tapi Tidak Jadi

Airlangga Sebut Surya Paloh Berencana Hadiri Halal Bihalal Golkar, tapi Tidak Jadi

Nasional
Kesimpulan Polisi soal Kecelakaan Km 58: Sopir 'Travel Gelap' Gran Max Kelelahan Mengemudi 4 Hari Nonsetop

Kesimpulan Polisi soal Kecelakaan Km 58: Sopir "Travel Gelap" Gran Max Kelelahan Mengemudi 4 Hari Nonsetop

Nasional
Kasus Cekcok Pengendara Mengaku Adik Jenderal Berbuntut Panjang, Pemilik Pelat Dinas Asli Buka Suara

Kasus Cekcok Pengendara Mengaku Adik Jenderal Berbuntut Panjang, Pemilik Pelat Dinas Asli Buka Suara

Nasional
Hari Ini, Semua Pihak Serahkan Kesimpulan Sidang Sengketa Pilpres 2024 ke MK

Hari Ini, Semua Pihak Serahkan Kesimpulan Sidang Sengketa Pilpres 2024 ke MK

Nasional
Korlantas Kerahkan Tim Urai Jual BBM, Bantu Pemudik yang Kehabisan Bensin

Korlantas Kerahkan Tim Urai Jual BBM, Bantu Pemudik yang Kehabisan Bensin

Nasional
PPP Siap Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran

PPP Siap Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Nasional
'One Way' Diperpanjang di Km 414 hingga Km 72, Antisipasi Puncak Arus Balik

"One Way" Diperpanjang di Km 414 hingga Km 72, Antisipasi Puncak Arus Balik

Nasional
Tanggal 18 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 18 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Pemilu 2024 Diduga Banyak Kecurangan, Usman Hamid Sebut Perlu Diadili oleh Mahkamah Rakyat

Pemilu 2024 Diduga Banyak Kecurangan, Usman Hamid Sebut Perlu Diadili oleh Mahkamah Rakyat

Nasional
Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Sejarawan dan Ahli Pemilu Singgung Perlunya 'People Tribunal'

Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Sejarawan dan Ahli Pemilu Singgung Perlunya "People Tribunal"

Nasional
Kaesang Pastikan Istrinya, Erina Gudono Tak Maju Jadi Calon Bupati Sleman

Kaesang Pastikan Istrinya, Erina Gudono Tak Maju Jadi Calon Bupati Sleman

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com