Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Surya Tjandra, Eks Wamen ATR/BPN Kader PSI yang Dukung Anies

Kompas.com - 29/07/2022, 10:45 WIB
Aryo Putranto Saptohutomo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar mengejutkan datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah seorang kader, Surya Tjandra, menyatakan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada 2024 mendatang.

Mantan Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu menilai Anies cocok menjadi Presiden berdasarkan pengalamannya selama ini.

"Kalau dari calon yang muncul namanya sejauh ini yang udah ada, saya merasa memang beliau (Anies) yang paling cocok, yang bisa melakukan apa yang bisa dikerjakan dari pengalaman saya lihat selama jadi Wamen di Jakarta," ujar Surya Tjandra saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Eks Wamen ATR/BPN dari PSI Surya Tjandra Dukung Anies Maju jadi Capres 2024

Pernyataan Surya mengejutkan karena PSI selama ini selalu memposisikan diri berseberangan dengan kebijakan Anies di Ibu Kota.

Siapa Surya Tjandra?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Surya dari posisinya sebagai Wamen ATR/BPN pada 15 Juni 2022 lalu. Dia digantikan oleh rekan separtai yang juga Sekretaris Dewan Pembina PSI, Raja Juli Antoni.

Menurut penjelasan dalam laman resmi PSI, Surya lahir di Jakarta pada 28 Maret 1971.

Orangtuanya merupakan pedagang ayam potong di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.

Karena kondisi ekonomi itu, Surya dan orangtuanya tinggal di rumah kontrakan dan kerap berpindah.

Di samping itu, Surya juga merupakan seorang tuna daksa sejak kecil karena penyakit polio.

Baca juga: Surya Tjandra Dicopot, Harta Kekayaannya Naik Rp 900 Juta Selama Jabat Wamen ATR/BPN

Guna meringankan beban keluarga, Surya bertekad masuk ke sekolah negeri yang biayanya terjangkau. Dia kemudian diterima di SMA Negeri 68 Jakarta Pusat.

Setelah lulus SMA, Surya melanjutkan kuliah dan diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI).

Surya kemudian mendapat beasiswa untuk meneruskan program pendidikan S2 di Universitas Warwick, Inggris.

Setelah itu, dia melanjutkan studi S3 di Universitas Leiden, Belanda.

Selepas lulus, Surya mulai meniti karier di bidang hukum. Dia pernah bergabung di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Baca juga: PSI Respons Surya Tjandra yang Pilih Dukung Anies Maju Capres 2024

Pada 2015, Surya pernah mengikuti seleksi sebagai komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, dia tidak terpilih walau sempat masuk hingga posisi 8 besar.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 4 Maret 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 4 Maret 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Moeldoko: Ada Salah Satu Menko Paparkan lewat Slide soal Janji Presiden Berikutnya

Moeldoko: Ada Salah Satu Menko Paparkan lewat Slide soal Janji Presiden Berikutnya

Nasional
Pesan Jokowi untuk Pemerintahan yang Baru, Hati-hati Kelola Negara Sebesar Indonesia

Pesan Jokowi untuk Pemerintahan yang Baru, Hati-hati Kelola Negara Sebesar Indonesia

Nasional
Jokowi: 'Insya Allah' 'Smelter' PT Freeport Mulai Beroperasi Juni

Jokowi: "Insya Allah" "Smelter" PT Freeport Mulai Beroperasi Juni

Nasional
Rekapitulasi Suara Nasional, Anies-Ganjar Bersaing di Berlin, Prabowo Posisi Buncit

Rekapitulasi Suara Nasional, Anies-Ganjar Bersaing di Berlin, Prabowo Posisi Buncit

Nasional
Jika Didorong Jadi Ketua DMI Lagi, Jusuf Kalla Tak Akan Mundur

Jika Didorong Jadi Ketua DMI Lagi, Jusuf Kalla Tak Akan Mundur

Nasional
Basarah: Hak Angket dan Gugatan Kecurangan Pilpres ke MK Merupakan Praktek Konstitusional

Basarah: Hak Angket dan Gugatan Kecurangan Pilpres ke MK Merupakan Praktek Konstitusional

Nasional
Menkominfo Percepat Filling Satelit CAKRA-1 untuk Optimalkan Sumber Daya Maritim Nasional

Menkominfo Percepat Filling Satelit CAKRA-1 untuk Optimalkan Sumber Daya Maritim Nasional

Nasional
Partai Buruh Nilai MK Tak Tegas dan Ulur Waktu soal Ambang Batas Parlemen

Partai Buruh Nilai MK Tak Tegas dan Ulur Waktu soal Ambang Batas Parlemen

Nasional
Wakil Ketua DPR Sebut Indonesia Harus Kuasai Teknologi Mengolah Air Laut Jadi Air Minum

Wakil Ketua DPR Sebut Indonesia Harus Kuasai Teknologi Mengolah Air Laut Jadi Air Minum

Nasional
GASPOL! Hari Ini: Jimly Asshiddiqie, Hak Angket, dan Potensi Makzulkan Jokowi

GASPOL! Hari Ini: Jimly Asshiddiqie, Hak Angket, dan Potensi Makzulkan Jokowi

Nasional
Moeldoko: Proses Yudisial Kasus Pelanggaran HAM Masih Bisa Lanjut

Moeldoko: Proses Yudisial Kasus Pelanggaran HAM Masih Bisa Lanjut

Nasional
Jusuf Kalla Sebut Indonesia Terapkan Islam Moderat

Jusuf Kalla Sebut Indonesia Terapkan Islam Moderat

Nasional
Jaksa ke Andhi Pramono: Pernah Hubungi KPK Agar Perkara Tidak Dilanjutkan?

Jaksa ke Andhi Pramono: Pernah Hubungi KPK Agar Perkara Tidak Dilanjutkan?

Nasional
Soal Putusan DKP, Moeldoko: Pak Prabowo Diberhentikan Hormat, Tak Cacat Pengabdiannya

Soal Putusan DKP, Moeldoko: Pak Prabowo Diberhentikan Hormat, Tak Cacat Pengabdiannya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com