Kompas.com - 22/04/2022, 17:03 WIB
Direktur Vaksincom, Alfons Tanujaya. Oik Yusuf/KOMPAS.comDirektur Vaksincom, Alfons Tanujaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah diminta berperan aktif dalam melindungi masyarakat dan mengawasi aplikasi yang berpotensi mencuri data pengguna, seperti aplikasi azan dan pengingat shalat yang diumumkan oleh Polda Metro Jaya pada Rabu (20/4/2022).

Menurut pengamat keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya, sudah menjadi tugas pemerintah untuk mengawasi aplikasi yang beredar di platform transaksi digital seperti Play Store (Android) dan App Store (Apple).

"Harusnya ada institusi yang mengawasi hal ini dan diharapkan institusi pemerintah memegang peranan atau mengambil inisiatif melakukan pengecekan atas semua aplikasi, apa saja hak akses yang diminta, apakah hak akses ini relevan dengan fungsi aplikasinya," kata Alfons dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Jumat (22/4/2022).

Baca juga: Kemenkominfo Telusuri Aplikasi Shalat dan Azan yang Diduga Curi Data Pengguna

Alfons mengatakan, pemerintah seharusnya memeriksa aplikasi yang beredar di platform transaksi digital secara berkala untuk memastikan apakah pengelola melakukan pencurian data atau tidak.

Waspada

Di sisi lain, Alfons menganjurkan masyarakat supaya tidak sembarang memasang aplikasi di gawai atau komputer pribadi. Sebab, menurut dia, tidak ada yang bisa menjamin keamanan hingga 100 persen atas aplikasi resmi yang terbukti aman yang beredar di Play Store atau App Store saat ini.

"Karena aplikasi yang hari ini terbukti aman dan tidak melakukan aksi jahat, jika melakukan update bisa dirubah melakukan aksi mencuri data, memata-matai penggunanya, key logging atau screen capture dan hal ini sangat sulit terdeteksi pengguna aplikasi jika dijalankan dengan hati-hati oleh pembuat aplikasi," ujar Alfons.

Menurut Alfons, penyelewengan atau pencurian data pengguna aplikasi baru bisa terdeteksi jika arus (traffic) dan detail aplikasi diamati secara terperinci dengan dengan perangkat khusus.

Alfons mengatakan, cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindar dari aksi pencurian data adalah memilih aplikasi dari platform transaksi digital yang resmi seperti Play Store atau App Store.

Baca juga: 11 Aplikasi Diduga Memanen Data Pribadi Pengguna, Ini Saran Ahli

"Kalau instal dari luar Play Store, walaupun tidak semua aplikasi di luar Play Store jahat, tapi aplikasi itu tidak ada yang memonitor, jadi jangan tanya lagi soal keamanan, risiko tanggung sendiri karena aplikasi resmi di Play Store saja tidak bisa dijamin aman," ucap Alfons.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi mengatakan, sedang mempelajari dugaan pemrosesan data pribadi secara ilegal yang dilakukan oleh sejumlah aplikasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Dorong Pengurus Parpol Tingkatkan Budaya Antikorupsi

KPK Dorong Pengurus Parpol Tingkatkan Budaya Antikorupsi

Nasional
Mahfud Ingatkan Ahli Hukum Tata Negara Tak Terjebak Pandangan Politik yang Memihak

Mahfud Ingatkan Ahli Hukum Tata Negara Tak Terjebak Pandangan Politik yang Memihak

Nasional
Cerita Ridwan Kamil Kelola Media Sosial, Seimbangkan Serius dan Receh

Cerita Ridwan Kamil Kelola Media Sosial, Seimbangkan Serius dan Receh

Nasional
Cak Imin Respons Isu Dirinya Mau Disingkirkan dari PKB

Cak Imin Respons Isu Dirinya Mau Disingkirkan dari PKB

Nasional
Moeldoko: Pemerintah Finalisasi Draf Kebijakan Non-yudisial untuk Penyelesaian Pelanggaran HAM Masa Lalu

Moeldoko: Pemerintah Finalisasi Draf Kebijakan Non-yudisial untuk Penyelesaian Pelanggaran HAM Masa Lalu

Nasional
KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Suap Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto

KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Suap Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto

Nasional
KPK Tangkap Pejabat Pemkot Ambon yang Diduga Musnahkan Barang Bukti

KPK Tangkap Pejabat Pemkot Ambon yang Diduga Musnahkan Barang Bukti

Nasional
KPK Geledah Ruang Kerja Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Sita Dokumen Keuangan

KPK Geledah Ruang Kerja Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Sita Dokumen Keuangan

Nasional
Hadiri Program Politik Cerdas Berintegritas KPK, PKS: Cocok, Kita Sejalan

Hadiri Program Politik Cerdas Berintegritas KPK, PKS: Cocok, Kita Sejalan

Nasional
UPDATE 18 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.498

UPDATE 18 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.498

Nasional
Kantor Alfamidi di Ambon Digeledah, KPK Amankan Bukti Dokumen dan Alat Elektronik Terkait Wali Kota Ambon

Kantor Alfamidi di Ambon Digeledah, KPK Amankan Bukti Dokumen dan Alat Elektronik Terkait Wali Kota Ambon

Nasional
Anggota DPR Minta Kebijakan Lepas Masker Disosialisasikan Lebih Masif dan Vaksinasi Tetap Digencarkan

Anggota DPR Minta Kebijakan Lepas Masker Disosialisasikan Lebih Masif dan Vaksinasi Tetap Digencarkan

Nasional
Kemenkes: 6 Meninggal Diduga Terinfeksi Hepatitis, Waspada Gejala Awal

Kemenkes: 6 Meninggal Diduga Terinfeksi Hepatitis, Waspada Gejala Awal

Nasional
UPDATE 18 Mei: Kasus Covid-19 Sembuh Tambah 364, Totalnya Jadi 5.891.190

UPDATE 18 Mei: Kasus Covid-19 Sembuh Tambah 364, Totalnya Jadi 5.891.190

Nasional
UPDATE 18 Mei: Ada 3.844 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 Mei: Ada 3.844 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.