Kisah Cinta Soeharto-Ibu Tien, Perjodohan, dan Kesedihan di TMII

Kompas.com - 28/01/2022, 20:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat belas tahun sudah Indonesia kehilangan sosok presiden kedua, Soeharto.

Ia mengembuskan napas terakhir pada 27 Januari 2008 karena kegagalan multiorgan.

Salah satu yang paling dikenang dari Soeharto ialah kisah cintanya dengan sang istri, Siti Hartinah alias Ibu Tien.

Rupanya, kisah itu berangkat dari perjodohan keluarga Soeharto. Hingga akhir hayatnya, Soeharto masih menunjukkan rasa cintanya yang begitu besar untuk sang istri.

Baca juga: Ketika Soekarno Dibujuk Dua Pengusaha, Serahkan Kekuasaan ke Soeharto

Berawal dari perjodohan

Soeharto menginjak usia 26 tahun ketika bibinya, Prawiro, gelisah karena keponakannya belum juga memiliki istri.

Pria kelahiran Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921 itu pun langsung menjawab bahwa dia masih ingin melanjutkan perjuangan di militer. Kala itu memang karier Soeharto di militer sedang cemerlang.

Mendengar jawaban Soeharto, sang bibi protes. Menurut dia, pernikahan tidak perlu terhalang oleh perjuangan.

Prawiro lantas menyebutkan sebuah nama untuk dijodohkan dengan Soeharto.

"Kamu masih ingat kepada Siti Hartinah, teman sekelas adikmu, Sulardi, waktu di Wonogiri?" tanya sang bibi seperti dikisahkan pada buku "Falsafah Cinta Sejati Ibu Tien dan Pak Harto".

Soeharto pun mengiyakan. Namun, ia tak yakin Hartinah dan keluarganya mau menerima dia.

"Tetapi bagaimana bisa? Apa dia akan mau? Apa orang tuanya memberikan? Mereka orang ningrat. Ayahnya, Wedana, pegawai Mangkunegaran," jawab Soeharto ragu-ragu.

Keraguan itu langsung ditepis Prawiro. Ia mengatakan mengenal keluarga Hartinah dan akan menjodohkan Soeharto dengan putri dari RM Soemoharjomo dan Raden Ayu Hatmati Hatmohoedojo itu.

Baca juga: Soeharto dan Falsafah Mahabarata di Patung Arjuna Wijaya Jakarta Pusat

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Buya Syafii Maarif akan Dishalatkan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Jenazah Buya Syafii Maarif akan Dishalatkan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Nasional
Buya Syafii Wafat, Waketum PKB: Beliau Contoh Negarawan Berintegritas

Buya Syafii Wafat, Waketum PKB: Beliau Contoh Negarawan Berintegritas

Nasional
Mahfud: Buya Syafii Boleh Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Mahfud: Buya Syafii Boleh Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Nasional
Buya Syafii Berpulang, Menag: Indonesia Kehilangan Guru Bangsa

Buya Syafii Berpulang, Menag: Indonesia Kehilangan Guru Bangsa

Nasional
Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Ketum PAN: Kita Kehilangan Guru Bangsa

Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Ketum PAN: Kita Kehilangan Guru Bangsa

Nasional
Sampaikan Duka Mendalam, JK: Buya Syafii Maarif Adalah Guru Bangsa, Negarawan dan Pembimbing

Sampaikan Duka Mendalam, JK: Buya Syafii Maarif Adalah Guru Bangsa, Negarawan dan Pembimbing

Nasional
Manajemen ASN Hijau untuk Menghijaukan IKN Nusantara

Manajemen ASN Hijau untuk Menghijaukan IKN Nusantara

Nasional
Sebelum Meninggal Dunia, Buya Syafii Maarif Sempat Berjuang Lawan Serangan Jantung

Sebelum Meninggal Dunia, Buya Syafii Maarif Sempat Berjuang Lawan Serangan Jantung

Nasional
Buya Syafii Maarif Dimakamkan di Kulonprogo

Buya Syafii Maarif Dimakamkan di Kulonprogo

Nasional
Brigjen Andi Diusulkan Pensiun Dini karena Jadi Pj Bupati Seram Bagian Barat

Brigjen Andi Diusulkan Pensiun Dini karena Jadi Pj Bupati Seram Bagian Barat

Nasional
Meneladani Kesederhanaan Buya Syafii Maarif, Hobi Bersepeda dan Naik KRL

Meneladani Kesederhanaan Buya Syafii Maarif, Hobi Bersepeda dan Naik KRL

Nasional
Profil Buya Syafii Maarif: Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Pejuang Pendidikan

Profil Buya Syafii Maarif: Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Pejuang Pendidikan

Nasional
Mahasiswa Tersangka Teroris di Malang Diduga Terlibat ISIS sejak 2019

Mahasiswa Tersangka Teroris di Malang Diduga Terlibat ISIS sejak 2019

Nasional
Nasdem Tak Tertarik Gabung Koalisi Bentukan PKB, Ini Alasannya

Nasdem Tak Tertarik Gabung Koalisi Bentukan PKB, Ini Alasannya

Nasional
Wapres Ingin Produk Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri: Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?

Wapres Ingin Produk Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri: Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.