Wempi Saputra
Staf Ahli Menkeu

Staf Ahli Menkeu Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.
Menulis isu-isu makroekonomi, keuangan internasional, dan kebijakan yang terkait G20

Membumikan Makna dan Manfaat Presidensi G20 Indonesia 2022

Kompas.com - 19/01/2022, 07:56 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Wempi Saputra, Titik Anas, Yustinus Prastowo

G20 adalah singkatan dari Group of Twenty atau Kelompok 20, yang beranggotakan sebelas negara maju dan sembilan negara berkembang.

Kesebelas negara maju itu termasuk Uni Eropa, yaitu kumpulan negara-negara Eropa atau yang masuk dalam Zona Euro.

Negara-negara lainnya adalah: Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, China, India, Inggris, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Perancis, Rusia, dan Turki.

G20 ini adalah merepresentasikan 66 persen jumlah penduduk dunia dengan kue perekonomian terbesar di dunia, yakni 85 persen kue perekonomian dan 75 persen perdagangan global.

Lugasnya, G20 ini dapat dikatakan sebagai forum adidaya yang sangat strategis.

Dalam kosakata para elite kerap disebut semacam komite pengarah perekonomian dan pembangunan global.

Namun bagaimana yang tampak elite dan jauh ini sesungguhnya sangat erat berkaitan dengan keseharian kita?

G20 ini dibentuk tahun 1999 dan beranggotakan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.

Tujuannya untuk koordinasi kebijakan makroekonomi global, khususnya untuk menjaga stabilitas keuangan, mitigasi perubahan iklim, dan keuangan berkelanjutan.

Pada masa itu, krisis ekonomi dan keuangan sedang melanda negara-negara Asia, Meksiko, dan Rusia.

Sembilan tahun kemudian, krisis finansial global yang lebih dahsyat terjadi. Raksasa korporasi dunia kolaps.

Sejak peristiwa itu, dirasakan level Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral kurang memadai untuk mengawal koordinasi kebijakan makroekonomi global.

Level G20 kemudian diangkat menjadi setingkat kepala negara.

Pertemuan level kepala negara pertama kemudian dilakukan di Washington Amerika Serikat, tahun 2008. Sejak saat itu G20 menjadi semakin prestisius.

Penyelenggaraan pertemuan G20 dilakukan secara bergiliran oleh negara anggota sesuai kesepakatan.

Tentu mempertimbangkan kesiapan negara tersebut sebagai penyelenggara. Tuan rumah penyelenggara pertemuan G20 disebut Presidensi.

Tuan rumah punya kewenangan untuk mengatur agenda pembahasan dan bertugas menyiapkan semua rangkaian pertemuan.

Dalam menyusun agenda, ada proses konsultasi dan pembahasan, melibatkan berbagai pihak: negara-negara anggota G20, organisasi internasional, dan pihak lain.

Penyusunan agenda juga mempertimbangkan situasi global terkini, berbagai perkembangan lingkungan strategis yang terjadi, antisipasi ke depan dan bagaimana kepentingan berbagai negara-negara khususnya negara-negara berkembang serta negara-negara miskin.

Selain agenda dari presidensi, juga ada agenda lanjutan dari presidensi sebelumnya, yang disebut legacy agenda alias agenda lanjutan.

Namun, semua agenda tergantung tuan rumah, mana yang akan diprioritaskan mana yang tidak.

Jalur pertemuan G20 ada dua: jalur sherpa (sherpa track) dan jalur keuangan (finance track).

Jalur sherpa membahas isu-isu pembangunan dan perekonomian yang luas, meliputi: ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, energi, pemberdayaan perempuan, transportasi, pariwisata, perlindungan sosial, perubahan iklim, dan lain-lain.

Pertemuan jalur sherpa mengantarkan ke pertemuan tingkat kepala negara (Konferensi Tingkat Tinggi/KTT).

Jalur keuangan mengawal isu di bidang fiskal, sektor keuangan dan moneter. Jadi lebih spesifik.

Kedua jalur ini berkoordinasi dalam berbagai pertemuan dan puncaknya pada saat KTT.

Selain kedua jaur di atas, juga ada kelompok kegiatan lain yang disebut dengan engagement groups, yang merupakan kelompok kegiatan dalam jaring koordinasi G20 dan berfokus pada bidang-bidang antara lain: sains, kepemudaan, perkotaan, wanita, tenaga kerja, bisnis, parlemen, dan lain-lain.

Makna Presidensi G20

Untuk pertama kalinya di Tahun 2022 Indonesia memegang Presidensi G20. Mandat ini dilaksanakan sejak 1 Desember 2021 sampai dengan 30 November 2022.

Direncanakan ada sekitar 157 pertemuan yang akan dilaksanakan selama Presidensi tersebut, baik dari jalur sherpa, jalur keuangan maupun engagement groups.

Lantas apa makna Presidensi ini bagi Indonesia? Apa manfaat yang bisa dioptimalkan bagi Indonesia sebagai Presidensi G20 baik dari sisi kebijakan domestik maupun global?

Bagaimana mengaitkan agenda-agenda yang dibahas dalam berbagai pertemuan G20 dengan prioritas nasional?

Semua pertanyaan di atas menghiasi benak publik dan menjadi momentun sangat baik untuk didiskusikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Dinilai Sudah Beri Kode Ganjar Maju Capres, tapi PDI-Perjuangan Belum 'Welcome'

Jokowi Dinilai Sudah Beri Kode Ganjar Maju Capres, tapi PDI-Perjuangan Belum 'Welcome'

Nasional
KPK Belum Temukan Harun Masiku, Novel Baswedan: Bila Tak Mampu, Bisa Minta Bantuan Kami

KPK Belum Temukan Harun Masiku, Novel Baswedan: Bila Tak Mampu, Bisa Minta Bantuan Kami

Nasional
2.531 Sisa Kuota Haji Diisi Jemaah Berstatus Cadangan, Ini Ketentuannya

2.531 Sisa Kuota Haji Diisi Jemaah Berstatus Cadangan, Ini Ketentuannya

Nasional
Menko PMK Ungkap 4 Target Indonesia di Forum GPDRR 2022

Menko PMK Ungkap 4 Target Indonesia di Forum GPDRR 2022

Nasional
Bertemu Panglima AU AS, KSAU Bahas Rencana Pengadaan Jet Tempur F-15IDN

Bertemu Panglima AU AS, KSAU Bahas Rencana Pengadaan Jet Tempur F-15IDN

Nasional
Kemenag: 2.531 Sisa Kuota Haji Akan Diisi Jemaah Berstatus Cadangan

Kemenag: 2.531 Sisa Kuota Haji Akan Diisi Jemaah Berstatus Cadangan

Nasional
Rencana Penggunaan Teknologi untuk Pemilu 2024 Jangan Sampai Hanya untuk Gaya-gayaan

Rencana Penggunaan Teknologi untuk Pemilu 2024 Jangan Sampai Hanya untuk Gaya-gayaan

Nasional
Daftar Nama Perdana Menteri di Indonesia 1945-1959

Daftar Nama Perdana Menteri di Indonesia 1945-1959

Nasional
Moeldoko: Keluhan Publik Pasti Ditindaklanjuti, KSP Jadi Rumah Aduan Terakhir

Moeldoko: Keluhan Publik Pasti Ditindaklanjuti, KSP Jadi Rumah Aduan Terakhir

Nasional
Jokowi dan 'Politik Basa-basi' ke Ganjar Pranowo Jelang Pemilu 2024...

Jokowi dan "Politik Basa-basi" ke Ganjar Pranowo Jelang Pemilu 2024...

Nasional
[POPULER NASIONAL] Fahmi Idris Meninggal Dunia | Cak Imin Nyatakan PKB Siap Gabung Koalisi Indonesia Bersatu

[POPULER NASIONAL] Fahmi Idris Meninggal Dunia | Cak Imin Nyatakan PKB Siap Gabung Koalisi Indonesia Bersatu

Nasional
Menerka Jalan Ganjar Pranowo Menyongsong Pilpres 2024

Menerka Jalan Ganjar Pranowo Menyongsong Pilpres 2024

Nasional
Negara Masih 'Bermurah Hati' kepada Koruptor Selama 2021

Negara Masih "Bermurah Hati" kepada Koruptor Selama 2021

Nasional
Air Jadi Bensin, 1 Liter Mampu Tempuh 500 Km?

Air Jadi Bensin, 1 Liter Mampu Tempuh 500 Km?

Nasional
Menanti Bukti Janji Jokowi Tekan Harga Minyak Goreng saat Ekspor Dibuka Lagi

Menanti Bukti Janji Jokowi Tekan Harga Minyak Goreng saat Ekspor Dibuka Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.