Keluhan Munarman Kehilangan Mata Pencarian hingga Gelisah Terancam Hukuman Mati

Kompas.com - 18/01/2022, 09:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam Munarman yang menjadi terdakwa kasus terorisme banyak berkeluh kesah dalam persidangan. Mulai dari kehilangan mata pencarian hingga kegelisahannya terancam hukuman mati akibat kasusnya itu.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terhadap saksi sekaligus pelapor kasus tindak pidana terorisme yang menjerat Munarman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/1/2022).

Seperti diketahui, Munarman disebut telah terlibat dalam tindakan terorisme lantaran menghadiri sejumlah agenda pembaiatan di Makassar, Sulawesi Selatan; dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 24-25 Januari dan 5 April 2015.

Baca juga: Sampaikan Kondisi Munarman di Rutan, Kuasa Hukum: Beliau Agak Kurus dan Lebih Putih

Perbuatan itu dilakukan Munarman dengan mengaitkan munculnya Islamic State of Iraq (ISIS) di Suriah sekitar awal 2014 yang dideklarasikan Syekh Abu Bakar Al Baghdadi.

Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme. Ia ditangkap di kediamannya di Tangerang Selatan pada 27 April 2021.

Dalam persidangan Senin kemarin, saksi pelapor berinisial IM mengaitkan Munarman dengan pengeboman di Gereja Katedral Jolo, Filipina, pada 28 Maret 2021. Aksi terorisme itu dilakukan kelompok milisi bersenjata Abu Sayyaf yang telah berbaiat dengan ISIS.

Baca juga: Jaksa Sebut Munarman Mestinya Ajukan Praperadilan jika Merasa Diperlakukan Tak Adil

Dugaan IM sendiri mengacu pada kegiatan tablig akbar yang dihadiri Munarman di Makassar, Sulawesi Selatan pada 2015. Dalam kegiatan ini, Munarman disebut turut berbaiat dengan ISIS.

Dari peristiwa inilah, IM menghubungkan ada kaitannya peristiwa bom di Gereja Katedral Jolo dengan kegiatan baiat yang terjadi di Makassar. Menurut dia, jaringan kelompok Makassar terbuka usai peristiwa pengeboman di Gereja Jolo.

"Inilah yang membawa kita kepada beberapa saksi-saksi yang kemudian memberikan keterangan yang dugaan kuat saya adalah menghubungkan dengan keterlibatan saudara Munarman (dalam terorisme)," kata IM.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.