Golkar Tetap Optimistis Capreskan Airlangga meski Elektabilitasnya Rendah

Kompas.com - 07/10/2021, 17:02 WIB
Nurul Arifin saat menjadi Calon Wali Kota Bandung, Senin (2/4/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANINurul Arifin saat menjadi Calon Wali Kota Bandung, Senin (2/4/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin menyatakan, partainya tetap optimistis dapat mencalonkan Arilangga Hartarto sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2024 meski elektabilitas Airlangga rendah.

Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), elektabilitas Airlangga sebesar 0,3 persen pada simulasi semi terbuka 42 nama dan 0,5 persen pada simulasi tertutup 15 nama.

"Kami masih berpikir dan bersikap optimis bahwa calon kami yaitu Bapak Airlangga Hartarto, yang sudah merupakan keputusan dari Munas dan diperkuat dari Rapimnas, satu-satunya calon yang akan mendapatkan tiket dari Partai Golkar dan kami secara solid akan tetap mengusung beliau sebagai capres," kata Nurul dalam rilis survei SMRC, Kamis (7/10/2021).

Menurut dia, saat ini Golkar belum bekerja secara maksimal untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas Airlangga.

Sebab, Airlangga juga masih disibukkan dengan jabatannya sebagia Menteri Koordinator Perekonomian yang bertanggung jawab pada pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19.

Ia menuturkan, pada 2022 mendatang Airlangga akan lebih sering menyapa kader-kader Golkar di daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Survei SMRC: Elektabilitas PDI Perjuangan dan Gerindra Merosot

Di samping itu, saat ini Golkar memang masih fokus untuk meningkatkan popularitas Airlangga dengan memasang billboard maupun alat-alat promosi media luar lainnya.

"Insya Allah tahun depan ketika beliau sudah lebih banyak waktu sebagai ketua umum partai untuk turun kepada masyarakat. Nah, kami juga berharap bahwa ini akan berdampak untuk menaikkan, selain popularitas, juga elektabilitasnya," kata Nurul.

Ia mengingatkan, masih ada waktu sekitar 2,5 tahun bagi Golkar dan Airlangga untuk mempersiapkan diri menjelang Pemilu 2024.

"2,5 tahun di 2014 memberikan pelajaran kita bahwa pada waktu itu seorang calon yang popularitasnya sangat tinggi pun tiba-tiba terkalahkan oleh calon yang namanya tidak muncul dan akhirnya memenangi pertarungan di capres yaitu Bapak Jokowi," ujar Nurul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.