Hasil Survei Median, Lebih Banyak Responden Setuju Pengetatan Total Ketimbang PPKM Mikro

Kompas.com - 07/07/2021, 15:34 WIB
Seorang warga berjalan di kawasan yang menerapkan lockdown skala mikro di Kelurahan Gandasari, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Selasa (8/6/2021). Pemerintah setempat menerapkan lockdown skala mikro setelah 57 warga di RW03 Kelurahan Gandasari,  Jatiuwung, terkonfirmasi positif COVID-19 yang tertular saat libur lebaran. ANTARA FOTO/Fauzan/nz ANTARA FOTO/FAUZANSeorang warga berjalan di kawasan yang menerapkan lockdown skala mikro di Kelurahan Gandasari, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Selasa (8/6/2021). Pemerintah setempat menerapkan lockdown skala mikro setelah 57 warga di RW03 Kelurahan Gandasari, Jatiuwung, terkonfirmasi positif COVID-19 yang tertular saat libur lebaran. ANTARA FOTO/Fauzan/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan, lebih banyak responden setuju kebijakan pengetatan total atau karantina ketimbang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sebanyak 39,3 persen responden setuju pengetatan total atau karantina. Sedangkan 35,4 persen responden memilih PPKM mikro. Survei ini dilakukan pada 21 Juni-26 Juni 2021.

"Terlihat netizen lebih menginginkan dan setuju langkah pengetatan total atau karantina 39,3 persen, ketimbang PPKM Mikro 35,4 persen," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat memaparkan hasil survei media sosial tentang Covid-19 secara virtual, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Tarik Rem Darurat Covid-19, Indonesia di Ambang Tragedi Kemanusiaan

Rico mengatakan, ada tiga alasan responden memilih karantina yaitu karena dapat menghentikan penyebaran virus (11,9 persen), mencegah korban lebih banyak (9,0 persen) dan lebih efektif dan efisien (4,8 persen).

"Jadi kalau mereka yang setuju mengatakan pengetatan total itu semua alasannya adalah motif kesehatan," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan, mereka yang memilih langkah PPKM mikro dalam penanganan Covid-19 memiliki alasan di antaranya, supaya tidak mematikan ekonomi (10,8 persen), bisa tetap mencari nafkah (5,4 persen) dan agar pekerjaan tidak terganggu (3,9 persen).

Baca juga: Pemerintah Diminta Tak Gamang Tarik Rem Darurat Penanganan Pandemi

Survei tersebut dilakukan menggunakan rancangan non-probability sampling.

Lembaga survei Median menyebarkan kuesioner berbasis google form melalui media sosial Facebook dengan target pengguna aktif berusia 17-60 tahun.

Daftar pertanyaan disebar secara proporsional terhadap populasi dan tersebar di akun Facebook di 34 provinsi.

Hasilnya, terkumpul sebanyak 1.089 responden yang tersebar di 32 Provinsi. Hasil survei dimaksudkan untuk menggali persepsi penggunaan media sosial Facebook di Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Daftar Aplikasi dan Situs yang Diblokir Kuota Internet Kemendikbud Ristek

Ini Daftar Aplikasi dan Situs yang Diblokir Kuota Internet Kemendikbud Ristek

Nasional
Amnesty Desak Aparat Investigasi Teror Bom Molotov di Kantor LBH Yogyakarta

Amnesty Desak Aparat Investigasi Teror Bom Molotov di Kantor LBH Yogyakarta

Nasional
Ombudsman Telah Beri Rekomendasi Terkait TWK KPK ke Presiden dan DPR

Ombudsman Telah Beri Rekomendasi Terkait TWK KPK ke Presiden dan DPR

Nasional
Mengenang Pendeta Yeremia yang Tewas Ditembak di Papua

Mengenang Pendeta Yeremia yang Tewas Ditembak di Papua

Nasional
38 Akademisi dari Australia Surati Jokowi, Minta Amnesti untuk Saiful Mahdi

38 Akademisi dari Australia Surati Jokowi, Minta Amnesti untuk Saiful Mahdi

Nasional
PT KAI Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Cara Daftarnya

PT KAI Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Cara Daftarnya

Nasional
Pemanggilan Suroto ke Istana Dinilai Paradoks Demokrasi, Hanya Manis di Depan

Pemanggilan Suroto ke Istana Dinilai Paradoks Demokrasi, Hanya Manis di Depan

Nasional
Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

Nasional
Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

Nasional
Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

Nasional
Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

Nasional
UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Nasional
Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

Nasional
Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.