Ada Apa dengan Puan Maharani di Manado?

Kompas.com - 14/06/2021, 06:06 WIB
Puan Maharani saat memberikan pengarahan kepada kader PDIP se-Sulut, di Hotel Luwansa, Manado, Senin (7/6/2021) pukul 15.43 Wita. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYPuan Maharani saat memberikan pengarahan kepada kader PDIP se-Sulut, di Hotel Luwansa, Manado, Senin (7/6/2021) pukul 15.43 Wita.

JUDUL tulisan ini mirip dengan judul sebuah berita dari sebuah media online iNewsSulut.id, Minggu 13 Juni 2021. Judul berita yang muncul di Manado itu berbunyi Puan Maharani Kunjungi Sulut Beberapa Hari, Ada Apa?

Baca juga: Puan: Kita Bukan hanya Ingin PDI-P Menang Pemilu, Lebih dari Itu

Tapi sebelum bicara soal kunjungan Ketau DPR dan salah satu Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Puan Maharani di Manado tiga hari dua malam (Sabtu 5 Juni sampai 7 Juni 2021), saya cerita hal lain yang berkaitan dengan itu.

Pada 4 Agustus 2020 lalu saya membuat tulisan berjudul Yth Bapak Presiden - Pesan untuk Indonesia Sejahtera dan Berkeadilan. Judul tulisan saya ini mengambil dari judul buku yang diterbitkan KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerjasama dengan Rumah Kebangsaan. Cetakan awal buku ini Juni 2014.

Pengantar buku cetakan pertama ditulis oleh Teten Masduki, pelaksana harian Rumah Kebangsaan. Menurut Teten, kumpulan tulisan dalam buku ini ditujukan kepada presiden yang terpilih dalam pemilihan presiden 2014.

Pertemuan di Jalan Jenggala

Satu bulan kemudian, yakni hari Selasa, 1 September 2020 saya diundang menghadiri pertemuan di Jalan Jenggala, Kebayoran Baru Jakarta. Beberapa yang hadir dalam pertemuan ini adalah penulis dari artikel dalam buku tersebut.

Koordinator pertemuan itu secara sekilas mengomentari tulisan saya yang mengutip beberapa artikel dari buku itu. Sementara itu salah seorang peserta pertemuan minta saya jangan menuliskan ucapannya dalam pertemuan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi seorang peserta lainnya minta saya untuk menuliskan tentang pertemuan itu. Ada juga yang minta saya menulis, tapi setelah pertemuan berikutnya.

Maka pada Jumat, 22 Oktober 2020, diadakan lagi pertemuan yang sama, beberapa adalah mereka yang hadir sebulan sebelumnya di meja dan tempat yang sama.

Hal menarik yang dilontarkan dalam pertemuan pertama adalah informasi sejumlah tokoh pemerintah yang telah bersiap-siap untuk maju ke pemilihan presiden 2024. Dikatakan, mereka yang akan maju Pilpres 2024 sudah membentuk tim untuk sosialisasi.

Saat pertemuan itu berlangsung beberapa lembaga survei telah melontarkan hasil survei para calon presiden untuk pilpres 2024.

Ganjar Pranowo, salah satu yang masuk dalam bursa capres 2024 menurut beberapa lembaga survei saat itu, juga dibahas dalam pertemuan. Tapi Puan Maharani tidak masuk dalam bursa dan tidak disinggung dalam pertemuan Jenggala tersebut.

Baca juga: Membandingkan Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Puan Maharani dari Berbagai Lembaga Survei

Salah seorang dari peserta pertemuan di Jalan Jenggala itu mengatakan, walaupun beberapa lembaga survei menyebut Ganjar Pranowo punya angka prosentase tinggi, tapi gubernur Jawa Tengah itu akan sulit mendapat pengakuan atau restu dari sejumlah pimpinan PDI Perjuangan.

Memasuki tahun 2021 hingga saat ini, sudah banyak nama yang masuk bursa capres 2024. Dari berapa pertemuan-pertemuan sejumlah partai politik telah memuncul berita nama capres dari kalangan mereka (parpol) sendiri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Hanya Jokowi, Prabowo Juga Pernah Singgung Rp 11.000 Triliun Uang WNI Tersimpan di Luar Negeri

Tak Hanya Jokowi, Prabowo Juga Pernah Singgung Rp 11.000 Triliun Uang WNI Tersimpan di Luar Negeri

Nasional
Wamen BUMN: Pertumbuhan Ekonomi di Atas 7 Persen, Kita Masuk Fase Pemulihan Ekonomi

Wamen BUMN: Pertumbuhan Ekonomi di Atas 7 Persen, Kita Masuk Fase Pemulihan Ekonomi

Nasional
Survei Lapor Covid-19: 40 Persen Orangtua di DKI Sebut Anaknya Sudah Bosan PJJ

Survei Lapor Covid-19: 40 Persen Orangtua di DKI Sebut Anaknya Sudah Bosan PJJ

Nasional
Proses Perizinan Usaha Dinilai Lebih Rumit karena UU Cipta Kerja, Ini Rekomendasi Bima Arya

Proses Perizinan Usaha Dinilai Lebih Rumit karena UU Cipta Kerja, Ini Rekomendasi Bima Arya

Nasional
MAKI Desak Kejaksaan Agung Segera Pecat Pinangki

MAKI Desak Kejaksaan Agung Segera Pecat Pinangki

Nasional
Vaksinolog Sebut Antibodi Turun Setelah 6 Bulan Divaksinasi, tapi Proteksi Tetap Ada

Vaksinolog Sebut Antibodi Turun Setelah 6 Bulan Divaksinasi, tapi Proteksi Tetap Ada

Nasional
Penjelasan Lengkap Kemendagri soal Warga Bekasi yang Sempat Batal Vaksin karena NIK-nya Digunakan WNA

Penjelasan Lengkap Kemendagri soal Warga Bekasi yang Sempat Batal Vaksin karena NIK-nya Digunakan WNA

Nasional
Soal Tarung Bebas di Makassar, Wakil Ketua Komisi X: Sediakan Wadah Penyaluran Ekspresi yang Positif

Soal Tarung Bebas di Makassar, Wakil Ketua Komisi X: Sediakan Wadah Penyaluran Ekspresi yang Positif

Nasional
Marak Baliho Politisi, Pengamat: Seharusnya Mereka Paham Harus Berbuat Apa Saat Pandemi Ini

Marak Baliho Politisi, Pengamat: Seharusnya Mereka Paham Harus Berbuat Apa Saat Pandemi Ini

Nasional
Bima Arya Sebut UU Cipta Kerja Ciptakan Semacam Tsunami Regulasi Baru, Jadi Lebih Rumit

Bima Arya Sebut UU Cipta Kerja Ciptakan Semacam Tsunami Regulasi Baru, Jadi Lebih Rumit

Nasional
Ketua DPR: Sasaran Vaksinasi Covid-19 Diperluas, Distribusi Tidak Boleh Tersendat

Ketua DPR: Sasaran Vaksinasi Covid-19 Diperluas, Distribusi Tidak Boleh Tersendat

Nasional
Ombudsman RI Ungkap Laporan Masyarakat Terkait Investasi

Ombudsman RI Ungkap Laporan Masyarakat Terkait Investasi

Nasional
KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Suap Bansos Covid-19

KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Suap Bansos Covid-19

Nasional
Ngabalin Sebut Pengecatan Pesawat Kepresidenan Tak Ganggu Anggaran Penanganan Covid-19

Ngabalin Sebut Pengecatan Pesawat Kepresidenan Tak Ganggu Anggaran Penanganan Covid-19

Nasional
Panglima TNI: Semoga Tuhan Senantiasa Menjaga, Melindungi dan Membalas Pengabdian Tulus Nakes

Panglima TNI: Semoga Tuhan Senantiasa Menjaga, Melindungi dan Membalas Pengabdian Tulus Nakes

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X