Terorisme, Kerukunan Beragama, dan Kehadiran Negara

Kompas.com - 22/04/2021, 06:48 WIB
Ilustrasi terorisme ShutterstockIlustrasi terorisme

Di samping itu, para pelaku teror akan merasa terbatasi ruangnya jika kembali menggunakan dasar-dasar dan simbol-simbol agama dalam melancarkan aksi-aksinya. Selain karena terbentengi oleh kerukunan beragama yang kokoh, juga mereka berpotensi terkucilkan secara sosial karena tidak diakui sebagai umat atau warga beragama.

Mereka dinilai telah nyata-nyata berbuat antiagama. Perbuatan yang tidak mencerminkan ajaran agama apapun, yang subtansinya mengajarkan kedamaian dan keselamatan atau rahmatan lil’alamin.

Untuk penguatan kerukunan beragama sebagai benteng penangkal yang kokoh bagi segala infiltrasi terorisme yang mengatasnamakan agama diperlukan dialog yang tidak hanya lintas agama namun juga intern agama. Selain itu, dialog tidak hanya di tingkat elite namun juga di tingkat akar rumput.

Dialog intern agama menjadi urgen dalam penguatan kerukunan beragama mengingat selama ini, sebagaimana diutarakan sebelumnya, saling tuduh kelompok-kelompok intern agama ikut merwarnai ketika peristiwa teror terjadi. Sehingga banyak kelompok beragama yang merasa tertuduh, dan secara bersamaan banyak kelompok beragama lainnya merasa berada di atas angin.

Bercermin pada Rukun Tetangga

Dalam hal ini kerukunan beragama harus banyak bercermin pada bagaimana suasana kerukunan di lingkungan Rukun Tetangga (RT) ataupun Rukun Warga (RW). Kerukunan yang melibatkan pranata keluarga ketika mereka bertetangga dan sekaligus berwarga (negara).

Bertetangga dan berwarga yang rukun itu dimulai dari kerukunan yang dipraktikan terlebih dahulu di internal masing-masing keluarga. Jika internal masing-masing keluarga rukun maka lingkungan RT cenderung rukun pula.

Sebaliknya, jika internal satu keluarga atau beberapa keluarga sering ribut dan tertutup maka lingkungan RT biasanya disharmoni karena terbawa suasana ketidakberesan satu atau beberapa keluarga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka, memperbaiki kerukunan internal keluarga menjadi kunci pokok terbangunnya lingkungan rukun tetangga yang harmoni. Demikian juga, dalam konteks rukun beragama, memperbaiki terlebih dahulu kerukunan internal masing-masing agama bisa menjadi kunci utama bagi terbangunnya kerukunan beragama yang bermutu, bukan kerukunan semu apalagi palsu.

Setelah semua keluarga dari anggota ke-RT-an benar-benar rukun maka mereka biasanya bisa saling menebarkan kerukunan. Dan, praktik menebar kerukunannya itu tidak hanya didominasi oleh para kepala keluarga, tetapi juga oleh anggota keluarga lainnya, seperti antara emak-emak ataupun antara anak-anak.

Bahkan ketika antara kepala keluarganya kurang rukun, tetapi antara emak-emak ataupun antara anak-akanknya sangat rukun, maka antara keluarga yang bertetangga itu menjadi rukun. Demikian juga sebaliknya.

Analogi ini menjelaskan bahwa penguatan kerukunan beragama itu bukan hanya domainnya para pimpinan ormas atau tokoh agama, tetapi juga arena semua unsur pemeluk agama.

Di sinilah negara hadir untuk memfasilitasi penguatan kerukunan beragama yang bermutu di setiap lapisan umat. Dengan itu, segala terorisme di atas bumi Indonesia bisa segera dihapuskan karena memang selain benar-benar tidak sesuai dengan peri kemanusiaan, juga tidak sesuai dengan peri ketuhanan. Wallahu’alam bi shawab.

 

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes: Keterisian RS Covid-19 Naik 100 Persen dalam Sebulan

Menkes: Keterisian RS Covid-19 Naik 100 Persen dalam Sebulan

Nasional
Presiden: Pada Saatnya Saya Akan Bicara Arah Kapal Besar Relawan Jokowi di Pilpres 2024

Presiden: Pada Saatnya Saya Akan Bicara Arah Kapal Besar Relawan Jokowi di Pilpres 2024

Nasional
Rencana Pemerintah Menaikkan Tarif PPN Dinilai Akan Bebani Masyarakat

Rencana Pemerintah Menaikkan Tarif PPN Dinilai Akan Bebani Masyarakat

Nasional
Kepala BNPB Paparkan 6 Strategi Kendalikan Penyebaran Kasus Covid-19

Kepala BNPB Paparkan 6 Strategi Kendalikan Penyebaran Kasus Covid-19

Nasional
Kuasa Hukum Berharap Gugatan Warga soal Ganti Rugi terhadap Juliari Tak Dihambat

Kuasa Hukum Berharap Gugatan Warga soal Ganti Rugi terhadap Juliari Tak Dihambat

Nasional
Survei: Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Jokowi Turun, Jadi 75,6 Persen

Survei: Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Jokowi Turun, Jadi 75,6 Persen

Nasional
Penjelasan Menkes soal Masuknya Varian Corona Asal India ke Kudus

Penjelasan Menkes soal Masuknya Varian Corona Asal India ke Kudus

Nasional
Jokowi Sebut Relawannya Ditarik-tarik untuk Kepentingan Pilpres 2024

Jokowi Sebut Relawannya Ditarik-tarik untuk Kepentingan Pilpres 2024

Nasional
Jokowi Minta Relawan Tak Terburu-buru Tentukan Sikap Terkait Pilpres 2024

Jokowi Minta Relawan Tak Terburu-buru Tentukan Sikap Terkait Pilpres 2024

Nasional
Tower 8 Wisma Atlet Pademangan hingga Rusun Nagrak Cilincing Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Tower 8 Wisma Atlet Pademangan hingga Rusun Nagrak Cilincing Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Nasional
Kepala BNPB: Faktor Utama Lonjakan Covid-19 Mobilisasi Masyarakat, Khususnya Saat Liburan

Kepala BNPB: Faktor Utama Lonjakan Covid-19 Mobilisasi Masyarakat, Khususnya Saat Liburan

Nasional
Jokowi Minta Kepala BNPB Terus Ingatkan Masyarakat soal Disiplin Protokol Kesehatan

Jokowi Minta Kepala BNPB Terus Ingatkan Masyarakat soal Disiplin Protokol Kesehatan

Nasional
Sebaran 9.868 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Sebaran 9.868 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 13 Juni: 11.568.443 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 13 Juni: 11.568.443 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 13 Juni: Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia Mencapai 108.997

UPDATE 13 Juni: Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia Mencapai 108.997

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X