Kompas.com - 15/04/2021, 14:40 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan,  di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Edhy Prabowo diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaMantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Edhy Prabowo diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo beserta tim kuasa hukumnya tak mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum.

Dalam persidangan pertama yang diadakan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Kamis (15/4/2021), jaksa menuntut Edhy Prabowo menerima suap sebesar Rp 25,7 miliar dari pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito dan eksportir lainnya.

“Setelah kami berdiskusi kepada terdakwa, kami berkesimpulan baik terdakwa maupun pengacara tidak mengajukan keberatan,” kata Kuasa Hukum Edhy, Soesilo Aribowo usai persidangan, dilansir dari Tribunnews.

Baca juga: Edhy Prabowo Didakwa Terima Suap Rp 25,7 Miliar Terkait Izin Ekspor Benur

Dengan demikian, sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara melalui keterangan saksi pada pekan depan. 

Soesilo menyampaikan, pihaknya telah meminta JPU untuk memberi tahu terlebih dahulu siapa saksi yang akan dihadirkan pada persidangan.

“Ada beberapa hal yang kita sampaikan ketika proses ini dilangsungkan pemeriksaan saksi, untuk JPU disebutkan dahulu saksi yang akan diperiksa,” tutur dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun jaksa mendakwa Edhy menerima Rp 25,7 miliar terkait pemberian izin budidaya lobster dan ekspor eskpor benur.

Suap itu diberikan pada Edhy setelah ia mengeluarkan kebijakan untuk mencabut larangan penangkapan atau pengeluaran lobster, kepiting, dan rajungan di Indonesia.

Baca juga: Edhy Prabowo CS Akan Hadapi Sidang Perdana Minggu Depan

Melalui Andreau Misanta Pribadi dan Safri, suap diberikan agar Edhy mempercepat proses persetujuan izin budidaya lobster dan izin ekspor benih bibit lobster pada perusahaan Suharjito dan eksportir lainnya.

“Terdakwa selaku Menteri kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berkeinginan untuk memberikan izin pengelolaan dan budidaya lobster dan ekspor benih bening lobster (BBL) dengan mengeluarkan kebijakan untuk mencabut peraturan Menteri kelautan dan Perikanan RI Nomor 56/PERMEN-KP/2O16 tanggal 23 Desember 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp) dan Ranjungan (Portunus spp) dari wilayah Negara Republik Indonesia,” papar Jaksa.

Karena menerima uang suap tersebut, Edhy didakwa melanggar Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Ri Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Berita ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul "Didakwa Terima Suap Rp 257 Miliar, Edhy Prabowo Tak Ajukan Keberatan"





25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Sebaran 1.747 Kasus Kematian Covid-19, Paling Tinggi di Jateng

UPDATE: Sebaran 1.747 Kasus Kematian Covid-19, Paling Tinggi di Jateng

Nasional
UPDATE 4 Agustus: 21,96 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 4 Agustus: 21,96 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Ketua MPR Minta Titik Isolasi Terpusat di 4 Daerah Kematian Tertinggi Ditambah

Ketua MPR Minta Titik Isolasi Terpusat di 4 Daerah Kematian Tertinggi Ditambah

Nasional
Indonesia Terima Hibah 20.102 Remdesivir dari Belanda

Indonesia Terima Hibah 20.102 Remdesivir dari Belanda

Nasional
UPDATE: Sebaran 35.867 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jateng dengan 4.169

UPDATE: Sebaran 35.867 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jateng dengan 4.169

Nasional
UPDATE 4 Agustus: 242.328 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate PCR Capai 48,25 Persen

UPDATE 4 Agustus: 242.328 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate PCR Capai 48,25 Persen

Nasional
UPDATE 4 Agustus: 524.011 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 4 Agustus: 524.011 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 4 Agustus: Ada 146.820 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 4 Agustus: Ada 146.820 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE: Tambah 1.747, Kasus Kematian Covid-19 Lewati 100.000

UPDATE: Tambah 1.747, Kasus Kematian Covid-19 Lewati 100.000

Nasional
Kemenkes Ungkap Angka Kematian Pasien Covid-19 Usia 46-59 Tahun Naik 5 Kali Lipat

Kemenkes Ungkap Angka Kematian Pasien Covid-19 Usia 46-59 Tahun Naik 5 Kali Lipat

Nasional
UPDATE: Tambah 34.251, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 2.907.920 Orang

UPDATE: Tambah 34.251, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 2.907.920 Orang

Nasional
UPDATE: Kasus Covid-19 Bertambah 35.867 Orang, Angka Kematian Lewati 100.000

UPDATE: Kasus Covid-19 Bertambah 35.867 Orang, Angka Kematian Lewati 100.000

Nasional
Bendera Putih Jelang Hari Kemerdekaan, Ekspresi Kegelisahan Warga Tedampak Pandemi...

Bendera Putih Jelang Hari Kemerdekaan, Ekspresi Kegelisahan Warga Tedampak Pandemi...

Nasional
Mengaku Sering Bicara soal Bencana Alam, Megawati: Lama-lama Kok Saya jadi Konsultan Ya

Mengaku Sering Bicara soal Bencana Alam, Megawati: Lama-lama Kok Saya jadi Konsultan Ya

Nasional
IDI Bali Ungkap Lokasi Isolasi Terpusat Hampir Penuh dan Obat-obatan Langka Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

IDI Bali Ungkap Lokasi Isolasi Terpusat Hampir Penuh dan Obat-obatan Langka Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X