Penanganan Bencana NTT, Polri Mulai Sasar Wilayah Sulit Akses Bantuan

Kompas.com - 12/04/2021, 11:19 WIB
Alat berat Eksa sedang menggali timbunan longsor di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, Jumat, (9/4/2021). Basarnas dan anggota Polres Lembata terus mencari korban terdampak bencana banjir bandang. (KOMPAS.com/DOK RELAWAN KEMANUSIAAN LEMBATA-YOSEPH LADJAR) KOMPAS.COM/DOK RELAWAN KEMANUSIAAN LEMBATA-YOSEPH LADJARAlat berat Eksa sedang menggali timbunan longsor di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, Jumat, (9/4/2021). Basarnas dan anggota Polres Lembata terus mencari korban terdampak bencana banjir bandang. (KOMPAS.com/DOK RELAWAN KEMANUSIAAN LEMBATA-YOSEPH LADJAR)
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Mabes Polri mulai menyusuri wilayah-wilayah yang sulit dijangkau akses bantuan dalam penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Satgas Back Up Penanganan Banjir Bandang dan Longsor NTT Mabes Polri Irjen (Pol) Anang Revandoko menyatakan, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah yaitu Desa Taramana, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor karena akses menuju ke sana terputus.

"Tidak adanya listrik ataupun jaringan seluler tidak menurunkan semangat tim dari Polri untuk membantu masyarakat korban angin puting beliung dan banjir di desa tersebut," kata Anang dalam keterangan tertulis, Senin (12/4/2021).

Baca juga: TNI Kerahkan KRI Ahmad Yani 351 untuk Kirim Bantuan ke NTT

Anang mengatakan, dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan Korps Brimob Polri dan Pusdokkes Polri serta anjing pelacak K-9 turut serta untuk mempercepat penanganan bencana.

Dia menjelaskan, anjing pelacak K-9 dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban yang masih hilang.

"Pelibatan tim kesehatan Korbrimob terdapat seorang wanita/ibu-ibu di mana lokasi operasi sangat ekstrem. Kami juga melibatkan dua anjing pelacak untuk mempercepat pencarian korban dari satuan K-9 Baharkam Polri," ujarnya.

Selain itu, lanjut Anang, tim Mabes Polri juga membawa logistik berupa makanan dan obat-obatan dengan menggunakan Kapal Bharata-8004 milik Korpolairud Baharakam Polri.

Baca juga: UPDATE: 177 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang NTT, 45 Masih Hilang

Kepala Urusan DVI Bidkesjas Korps Brimob Polri AKP Zaid mengatakan, bantuan pelayanan kesehatan dari Brimob Polri ini merupakan bentuk kehadiran Korps Bhayangkara bagi masyarakat NTT terdampak bencana.

Zaid yang merupakan salah satu dokter RS Brimob itu mengaku siap mendukung pelayanan kesehatan agar aktivitas masyarakat NTT kembali pulih.

"Ini perjalanan yang luar biasa, karena banyak hal yang bisa kami lakukan terhadap masyarakat NTT, terutama daerah-daerah yang cukup terdampak bencana," ucap Zaid.

"Kami hadir untuk masyakarat NTT dalam rangka pelayanan kesehatan dan apapun yang dapat mendukung aktivitas masyarakat NTT kembali nromal," ujar dia.

Baca juga: Usaha Cari Korban Hilang di NTT, Turunkan Anjing Penyelamat hingga Libatkan Ribuan Anggota TNI Polri

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

Nasional
Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Nasional
UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

Nasional
UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

Nasional
Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Nasional
UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

Nasional
Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Nasional
RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

Nasional
Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X