Soal Mutasi Baru Virus Corona, Menkes: Efikasi Vaksin Covid-19 Turun tetapi Bisa Beri Proteksi

Kompas.com - 06/04/2021, 12:52 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer-BioNTech dan vaksin Moderna yang berbasis messenger RNA (mRNA), berhasil memberikan perlindungan pada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi baru lahir. Studi pada dosis vaksin Covid-19 mRNA ini memberi harapan untuk melindungi populasi ini dari infeksi virus corona. SHUTTERSTOCK/Nixx PhotographyIlustrasi vaksin Pfizer-BioNTech dan vaksin Moderna yang berbasis messenger RNA (mRNA), berhasil memberikan perlindungan pada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi baru lahir. Studi pada dosis vaksin Covid-19 mRNA ini memberi harapan untuk melindungi populasi ini dari infeksi virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hingga saat ini vaksin Covid-19 masih bisa memberikan proteksi terhadap serangan mutasi baru virus corona.

Namun, ia mengatakan, mutasi virus corona yang baru dapat memengaruhi efikasi vaksin.

"Data yang kita terima sampai sekarang masih bisa (vaksin Covid-19 menahan mutasi virus), beberapa vaksin efikasinya akan menurun tapi masih bisa memberikan proteksi," kata Budi dalam acara Forum Indonesia Bangkit, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Mutasi Virus Corona E484K yang Terdeteksi di Indonesia...

Budi mengatakan, proteksi yang diberikan vaksin Covid-19 ini dibuktikan dari gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19 di negara-negara Eropa seperti Prancis, Belanda, dan Jerman.

Namun, kata Budi, hanya Inggris yang tidak mengalami lonjakan kasus dikarenakan vaksinasi di negara tersebut sangat tinggi.

"Itu bukti vaksinnya bisa meredam strain baru, karena strain baru yang ada di Inggris itu yang sekarang paling menyebar di seluruh dunia, itu terbukti Inggris tidak naik karena vaksinasinya masif," ujar dia. 

Mutasi virus corona menyebar di sejumlah negara, termasuk di Indonesia.

Baca juga: Kemenkes: Pasien yang Terpapar Mutasi Virus Corona E484K Sudah Sembuh

Catatan Kompas.com, mutasi virus corona asal Inggris atau B.1.1.7 terdeteksi masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2021. Mutasi ini dibawa dari WNI yang kembali dari Arab Saudi.

Kemudian, mutasi virus corona E484K juga terdeteksi di Indonesia sejak Februari 2021 dengan adanya satu kasus di DKI Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X