Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/04/2021, 12:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, pemerintah akan membangun rumah-rumah yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas, Selasa (6/4/2021).

"Bahwa pemerintah sebagaimana yang telah ditugaskan oleh Presiden, BNPB itu akan membangun rumah-rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan juga rusak ringan," kata Doni melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.

Baca juga: Jokowi Minta Menkes Perbanyak Tempat Pelayanan Kesehatan bagi Korban Bencana NTT-NTB

Doni menerangkan, anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program perbaikan ini berbeda-beda.

Untuk rumah rusak berat, disiapkan anggaran perbaikan sebesar Rp 50 juta. Sementara, untuk rusak sedang, anggaran yang disiapkan Rp 25 juta.

"Rusak ringan adalah 10 juta rupiah," ujarnya.

Selain bantuan perbaikan kerusakan, kata Doni, pemerintah berencana untuk memberikan bantuan dana bagi pengungsi agar dapat menyewa rumah keluarga mereka sebagai tempat pengungsian.

Bantuan dana hunian diberikan kepada setiap keluarga setelah pemerintah daerah mengajukan usulan ke BNPB

"Hal ini dilakukan agar tidak terlalu banyak terjadinya kerumunan dan di tempat-tempat pengungsian," kata Doni.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Percepatan Perbaikan Infrastruktur Terdampak Banjir dan Longsor NTT-NTB

Doni menyebut penanganan dampak bencana di lapangan berjalan cukup baik. Kerja sama antara BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah berlangsung dengan optimal.

Tim gabungan dari Kementerian Sosial dan TNI-Polri telah membangun dapur lapangan di hampir semua titik pengungsian. Sehingga, diharapkan tak ada warga yang tidak mendapat pasokan logistik.

BNPB juga sudah menyiapkan sejumlah helikopter untuk membantu mobilisasi logistik. Selain itu, disiagakan satu pesawat kargo di Kupang untuk membantu distribusi logistik.

Fasilitas dan layanan kesehatan pun telah disiapkan di hampir seluruh tempat. Namun demikian, masih terjadi keterbatasan dokter di fasilitas-fasilitas kesehatan tersebut.

"Kemudian juga BNPB bersama Kemenkes menyalurkan alat rapid antigen ke seluruh daerah agar bisa melakukan screening bagi warga, termasuk rombongan-rombongan yang datang dari luar, termasuk jajaran TNI Polri dan juga para relawan," kata Doni.

Baca juga: Menkes: Vaksinasi Covid-19 di NTT Ditunda, Fokus Penanganan Bencana

Sebelumnya diberitakan, intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejak Jumat (02/04/2021), mengakibatkan Kabupaten Bima, NTB, dilanda banjir.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupten Bima, tercatat banjir telah merendam ratusan rumah di empat kecamatan dan beberapa warga terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Banjir disertai dengan longsor juga terjadi di kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (4/4/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Lukas Enembe Ikuti Petunjuk Dokter, Hakim: Ini untuk Kesehatan Saudara

Minta Lukas Enembe Ikuti Petunjuk Dokter, Hakim: Ini untuk Kesehatan Saudara

Nasional
Caleg PSI Pro Ganjar Mundur Gara-gara Partainya Main Mata dengan Prabowo

Caleg PSI Pro Ganjar Mundur Gara-gara Partainya Main Mata dengan Prabowo

Nasional
Demokrat Anggap Progres Anies dan Koalisi Perubahan Sudah Tertinggal dari PDI-P dan Ganjar

Demokrat Anggap Progres Anies dan Koalisi Perubahan Sudah Tertinggal dari PDI-P dan Ganjar

Nasional
Jubir Kemenperin Sebut 95 Persen Industri Dapat Harga Gas Bumi di Atas 6 Dollar AS per MMBTU

Jubir Kemenperin Sebut 95 Persen Industri Dapat Harga Gas Bumi di Atas 6 Dollar AS per MMBTU

Nasional
Soal Wacana Revisi UU Peradilan Militer, Anggota Komisi I: Baiknya Pemerintah Ajukan Ke DPR

Soal Wacana Revisi UU Peradilan Militer, Anggota Komisi I: Baiknya Pemerintah Ajukan Ke DPR

Nasional
Di Sidang, Lukas Enembe Bantah Terima Gratifikasi

Di Sidang, Lukas Enembe Bantah Terima Gratifikasi

Nasional
Polri Ungkap Ada Buronan KPK Sudah Sudah Ubah Kewarganegaraan

Polri Ungkap Ada Buronan KPK Sudah Sudah Ubah Kewarganegaraan

Nasional
Elektabilitas Anies Kalah di Sumbar, Demokrat Sebut Publik Masih Melihat Apa Benar Bawa Perubahan

Elektabilitas Anies Kalah di Sumbar, Demokrat Sebut Publik Masih Melihat Apa Benar Bawa Perubahan

Nasional
ICW: Harun Masiku di Indonesia, Bukti KPK Lindungi Buronan

ICW: Harun Masiku di Indonesia, Bukti KPK Lindungi Buronan

Nasional
TNI AL, US Navy, dan Marinir Amerika Serikat Rencanakan Latihan Bersama Fokus Pertahanan Pantai

TNI AL, US Navy, dan Marinir Amerika Serikat Rencanakan Latihan Bersama Fokus Pertahanan Pantai

Nasional
Jokowi Tanggapi Kritik Rocky Gerung dengan Fokus Kerja, Said Abdullah Minta Pendukung Jokowi Menirunya

Jokowi Tanggapi Kritik Rocky Gerung dengan Fokus Kerja, Said Abdullah Minta Pendukung Jokowi Menirunya

Nasional
Momen Lukas Enembe 2 Kali Izin ke Toilet Saat Jalanin Sidang

Momen Lukas Enembe 2 Kali Izin ke Toilet Saat Jalanin Sidang

Nasional
Panglima TNI Anggap Tak Pantas Prajurit Geruduk Polrestabes Medan

Panglima TNI Anggap Tak Pantas Prajurit Geruduk Polrestabes Medan

Nasional
Menko Airlangga: Stabilitas Politik Akan Menentukan Indonesia Jadi Negara Pendapat Menengah atau Tinggi

Menko Airlangga: Stabilitas Politik Akan Menentukan Indonesia Jadi Negara Pendapat Menengah atau Tinggi

Nasional
4 Saran Delegasi Indonesia untuk Negara ASEAN di Forum AIPA Ke-44

4 Saran Delegasi Indonesia untuk Negara ASEAN di Forum AIPA Ke-44

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com