Update: 1,4 Juta Kasus Covid-19 dan Penularan Mutasi Virus Corona yang Harus Diwaspadai

Kompas.com - 14/03/2021, 06:36 WIB
Ilustrasi mutasi virus corona Brasil. Dalam suatu studi, ilmuwan menemukan varian baru virus corona Brasil lebih menular dan dapat meningkatkan risiko infeksi ulang Covid-19. Saat ini, varian virus P.1 itu telah muncul di Inggris. SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIAIlustrasi mutasi virus corona Brasil. Dalam suatu studi, ilmuwan menemukan varian baru virus corona Brasil lebih menular dan dapat meningkatkan risiko infeksi ulang Covid-19. Saat ini, varian virus P.1 itu telah muncul di Inggris.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah masih terus mencatat adanya penambahan kasus harian Covid-19. Pada saat yang sama, mutasi baru virus corona dikabarkan telah masuk ke Indonesia. 

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, terdapat penambahan 4.607 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir, Sabtu (13/3/2021). Penambahan itu mengakibatkan akumulasi pasien Covid-19 mencapai 1.414.741 orang sejak diumumkan pertama kali pada 2 Maret 2020.

Lima provinsi dengan kasus penularan virus corona tertinggi adalah DKI Jakarta (1.304 kasus baru, Jawa Barat (925 kasus baru), Jawa Timur (346 kasus baru), Kalimantan Timur (264 kasus baru) dan Banten (246 kasus baru).

Dari data yang sama, jumlah pasien sembuh juga mengalami penambahan 6.016 orang. Sehingga, total pasien sembuh mencapai 1.237.470 orang.

Namun demikian, pemerintah juga mencatat adanya penambahan 100 pasien yang tutup usia. Sehingga angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air mencapai 38.329 orang hingga kini.

Baca juga: UPDATE: Bertambah 4.607, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.414.741

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data tersebut, saat ini terdapat 138.942 orang yang tercatat sebagai kasus aktif.

Kasus aktif adalah pasien yang masih terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang menjalani isolasi mandiri.

Selain itu pemerintah juga mencatat terdapat 61.203 orang yang berstatus suspek.

Waspada penularan varian baru

Hingga saat ini pemerintah mengumumkan adanya dua mutasi baru virus corona, yakni B.1.1.7 yang berasal Inggris, dan N439K dari Skotlandia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian corona N439K sudah terdeteksi di Indonesia sejak November 2020.

Meski demikian, Nadia mengaku, belum mengetahui jumlah pasti kasus mutasi virus corona N439K di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun juga masih mengkaji mutasi virus ini.

“Temuan itu baru pada tahap laboratorium nan masih perlu dikaji lebih lanjut,” terangnya dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Eijkman Khawatir Perubahan Mutasi Virus B.1.1.7 Ganggu Diganosis Molekuler PCR

Selain varian N439K, pemerintah sebelumnya juga mengkonfirmasi penyebaran varian B.1.1.7 di Tanah Air.

Kemenkes mengumumkan, hingga kini, terdapat 6 kasus infeksi Covid-19 varian B.1.1.7. Penyebaran ini terjadi di lima provinsi yakni Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Namun demikian Nadia mengatakan bahwa semua pasien yang terkena infeksi Covid-19 varian B.1.1.7 semua sudah dinyatakan sembuh, serta tidak menunjukan gejala berat hingga memerlukan penanganan di ruang ICU rumah sakit.

“Semuanya mengalami gejala ringan dan sedang, dan hanya melakukan isolasi terpusat, di tempat-tempat isolasi. Ada yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi ringan sedang, tidak ada kondisi yang cenderung berat bahkan membutuhkan perawatan ICU,” ungkap Nadia dalam konferensi pers virtual Kementerian Kesehatan, Senin (8/2/2021) awal pekan lalu.

Disiplin protokol kesehatan

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat tidak khawatir dengan ditemukannya mutasi baru virus corona di Indonesia.

Jokowi meminta masyarakat tetap tenang karena pasien Covid-19 varian B.1.1.7 dinyatakan sembuh. Namun demikian, ia meminta masyarakat tetap disiplin melakukan protokol kesehatan.

“Mari kita tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dengan ketat seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang semakin cepat,” kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Segala Hal yang Perlu Diketahui tentang Mutasi Virus Corona N439K

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan untuk mencegah penularan strain baru Covid-19 tidak cukup hanya dengan program vaksinasi.

Menurut Dicky masyarakat harus terus disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan atau keramaian serta membatasi mobilitas dan interaksi.

Selain itu, lanjut Dicky pemerintah juga harus lebih menggencarkan upaya 3T yakni testing, tracing (penelusuran), dan treatment (pengobatan).



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei Indikator: Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi Menurun, Kini 58,1 Persen Responden Puas

Survei Indikator: Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi Menurun, Kini 58,1 Persen Responden Puas

Nasional
Ini Tiga Langkah Mudah Beralih ke Siaran TV Digital

Ini Tiga Langkah Mudah Beralih ke Siaran TV Digital

Nasional
IDI Papua Terus Dampingi Tenaga Kesehatan Korban Penyerangan Kelompok Separatis Teroris

IDI Papua Terus Dampingi Tenaga Kesehatan Korban Penyerangan Kelompok Separatis Teroris

Nasional
HUT ke-61, Mensos Dorong Karang Taruna Jadi Mitra Strategis Pemerintah

HUT ke-61, Mensos Dorong Karang Taruna Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Nasional
Pengamat: Golkar Harus Pilih Kader Berintegritas Gantikan Azis sebagai Pimpinan DPR

Pengamat: Golkar Harus Pilih Kader Berintegritas Gantikan Azis sebagai Pimpinan DPR

Nasional
Cegah Covid-19 Klaster PON XX Papua, BNPB Bekali 110 Relawan Protokol Kesehatan

Cegah Covid-19 Klaster PON XX Papua, BNPB Bekali 110 Relawan Protokol Kesehatan

Nasional
Penggugat dari KLB Deli Serdang Cabut Gugatan, Demokrat Harap Sidang PTUN Tak Dilanjutkan

Penggugat dari KLB Deli Serdang Cabut Gugatan, Demokrat Harap Sidang PTUN Tak Dilanjutkan

Nasional
Mulai PTM Lagi, Pemerintah Siapkan Akomodasi Layak bagi Murid Penyandang Disabilitas

Mulai PTM Lagi, Pemerintah Siapkan Akomodasi Layak bagi Murid Penyandang Disabilitas

Nasional
Golkar Bakal Umumkan Pimpinan DPR Pengganti Azis Syamsuddin Selasa Depan

Golkar Bakal Umumkan Pimpinan DPR Pengganti Azis Syamsuddin Selasa Depan

Nasional
Menteri PPPA Sebut Perempuan Berperan Penting Pulihkan Ekonomi akibat Pandemi Covid-19

Menteri PPPA Sebut Perempuan Berperan Penting Pulihkan Ekonomi akibat Pandemi Covid-19

Nasional
Mantan Anak Buah Edhy Prabowo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Mantan Anak Buah Edhy Prabowo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Nasional
Menko PMK Minta Bangka Belitung Dapat Perhatian Lebih Soal Penanganan Covid-19

Menko PMK Minta Bangka Belitung Dapat Perhatian Lebih Soal Penanganan Covid-19

Nasional
PON XX Papua, BNPB Akan Bagikan 1.000 Masker Setiap Hari

PON XX Papua, BNPB Akan Bagikan 1.000 Masker Setiap Hari

Nasional
4,2 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Antisipasi Lonjakan Kasus di PON Papua

4,2 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Antisipasi Lonjakan Kasus di PON Papua

Nasional
Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.