Jokowi: Jika Ada Satu Negara Masih Terpapar Covid-19, Dunia Belum Bebas

Kompas.com - 23/02/2021, 15:56 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Renovasi ini merupakan yang pertama sejak 42 tahun lalu, dengan menghabiskan waktu 14 bulan untuk merampungkan proses renovasi. BIRO PERS SETPRES / KRISHADIYANTPresiden Joko Widodo meresmikan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Renovasi ini merupakan yang pertama sejak 42 tahun lalu, dengan menghabiskan waktu 14 bulan untuk merampungkan proses renovasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya kerja sama antar negara-negara di dunia dalam penanganan pandemi virus corona.

Menurut dia, jika masih ada satu negara saja yang terpapar Covid-19, maka dunia belum sepenuhnya terbebas dari virus corona.

"Kita semua tahu bahwa virus ini tidak mengenal batasan negara. Dunia tidak bisa sepenuhnya bebas dari virus ini jika masih ada satu negara saja yang belum bebas darinya," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Jokowi: Isu Kesetaraan Vaksin bagi Semua Negara Saya Bawa hingga ke PBB

Jokowi menyebut, lebih dari 110 juta manusia di dunia terdampak pandemi Covid-19. Hampir 2,5 juta warga kehilangan nyawa akibat infeksi virus ini.

Di setiap negara, pandemi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga ke sektor sosial dan ekonomi.

Jokowi yakin bahwa tiap negara telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi krisis ini. Namun, kerja sama tetap diperlukan guna meringankan beban bersama.

"Kita harus memperkokoh kerja sama di internal masing-masing negara dan juga kerja sama kita dengan negara-negara di dunia. Spirit kerja sama perlu terus ditekankan karena no one is safe until everyone is," ujarnya.

Baca juga: Jokowi: Saya Harap Vaksinasi Covid-19 Selesai pada Akhir Tahun

Jokowi pun berjanji untuk mendorong kesetaraan akses negara-negara dunia terhadap vaksin Covid-19.

Ia menyebut, saat ini seluruh negara berpacu mendapatkan vaksin sehingga diperlukan kesetaraan akses.

"Pentingnya kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara terus saya bawakan sampai ke tingkat PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa)," kata Jokowi.

"Dunia harus terus memperkuat kerjasama untuk menyelesaikan permasalahan bersama dan bangkit bersama," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X