Menko PMK Sebut Produksi GeNose C19 Diupayakan Lebih Masif

Kompas.com - 23/02/2021, 15:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di kantor Taman Wisata Candi Borobudur, Rabu (17/2/2021) KOMPAS.COM/IKA FITRIANAMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di kantor Taman Wisata Candi Borobudur, Rabu (17/2/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, alat pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose C19, tengah diupayakan untuk diproduksi lebih banyak.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir usai bertemu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan pihak UGM yang mengembangkan alat tersebut, Selasa (23/2/2021).

"Kami bicara tentang masalah bagaimana supaya (GeNose) bisa diproduksi lebih masif, di samping terus dilakukan penyempurnaan sehingga penggunaan di semua tempat nanti akan kami sediakan," ujar Muhadjir.

Baca juga: Pemerintah Akan Perluas Penggunaan GeNose di Sektor Pelayanan Publik

Dia melanjutkan, produksi GeNose yang lebih banyak dan masif akan membuat lebih banyak lagi lokasi-lokasi pelayanan publik yang membutuhkan alat tersebut untuk mendeteksi awal Covid-19.

Dengan demikian, kata dia, maka GeNose pun tidak hanya ditempatkan di lokasi pelayanan publik terkait perjalanan seperti stasiun, tetapi juga untuk kepentingan yang lain.

Sebab, Muhadjir menyatakan, sejauh ini efektivitas GeNose sudah terbukti mampu mendeteksi Covid-19 dengan harga yang murah dan terjangkau.

"Nanti tidak hanya di bidang perjalanan, akan ada skema-skema yang lain untuk di tempat-tempat yang memang sangat membutuhkan, karena kami lihat GeNose ini telah berfungsi dengan baik," ujar dia.

Baca juga: Satgas Covid-19 Bangka Belitung Berencana Gunakan GeNose

Saat ini, kata dia, GeNose sudah digunakan untuk kepentingan perjalanan masyarakat, utamanya yang menggunakan kereta api sebagaimana kebijakan Kementerian Perhubungan.

GeNose sudah ditempatkan di beberapa stasiun kereta api dan mendapatkan respons positif dari masyarakat.

"Karena memang GeNose ini memiliki kelebihan. Lebih mudah penggunaannya, lebih aman, tingkat akurasinya juga masih cukup tinggi," kata dia.

Adapun pertemuan tersebut dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Udara, Dirjen Kereta Api, Wakil Rektor Bidang Usaha UGM, Penemu GeNose Profesor Kuat, serta Direktur Utama PT KAI.

Baca juga: Menristek Ingin GeNose Digunakan di Tempat Wisata

GeNoSe C19 sendiri merupakan alat buatan UGM untuk mendeteksi virus corona melalui embusan napas.

Alat tersebut telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan Nomor Kemenkes RI AKD 20401022883.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X