Airlangga: Presiden Jokowi Minta Ada Standardisasi Masker untuk Masyarakat

Kompas.com - 03/02/2021, 13:13 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap menyampaikan keterangan terkait perekonomian nasional di masa pandemi COVID-19 di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Airlangga mengatakan setelah pada kuartal II tahun 2020 ekonomi Indonesia terkoreksi 5,32 persen, dibutuhkan belanja minimal Rp800 triliun perkuartal ke berbagai sektor untuk mempersempit ruang pertumbuhan negatif. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayMenko Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap menyampaikan keterangan terkait perekonomian nasional di masa pandemi COVID-19 di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Airlangga mengatakan setelah pada kuartal II tahun 2020 ekonomi Indonesia terkoreksi 5,32 persen, dibutuhkan belanja minimal Rp800 triliun perkuartal ke berbagai sektor untuk mempersempit ruang pertumbuhan negatif. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta ada standardisasi masker yang digunakan masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19.

Sebab, Presiden Jokowi menilai, kunci penanganan Covid-19 ada pada kedisiplinan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

Baca juga: 11 Bulan Pandemi Covid-19, Pemerintah Diminta Perbaiki Komunikasi Publik

"Pak Presiden kembali mengingatkan kunci pandemi Covid ini ada di hulu, yakni 3M. Dan untuk masker itu Pak Presiden meminta ada standardisasinya," ujar Airlangga, dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/2/2021).

"Sehingga masker yang dipakai masyarakat itu memenuhi standar kesehatan," tegasnya.

Selain itu, Presiden juga mendorong agar pelacakan, pengetesan dan perawatan dilakukan lebih masif.

Baca juga: 11 Bulan Pandemi, Satgas: Covid-19 Masih Jadi Ancaman Besar bagi Masyarakat

Airlangga menyebut, Presiden akan mendukung program tracing Covid-19 secara digital lewat program PeduliLindungi.

"Bapak Presiden akan mempersiapkan Instruksi Presiden sehingga program PeduliLindungi ini bisa digunakan sehingga efektif mengontrol mereka yang terpapar secara digital, sehingga bisa di-trace gerakan-gerakan dan mereka yang bisa potensi terkait dengan penularan," jelasnya.

Untuk mendukung pelacakan, Kementerian Kesehatan akan menambah jumlah petugas. Salah satunya dengan menggandeng Babinkamtibmas.

Baca juga: Kemenkes Rekomendasikan Tiga Jenis Masker untuk Masyarakat

Sebelumnya, Kemenkes pernah merekomendasikan tiga jenis masker, yakni masker N95, masker bedah, dan masker kain.

Masker kain tidak boleh berbahan sembarangan, misalnya kain tipis dan setidaknya harus memiliki dua lapis kain.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X