Jokowi: Anggaran Rp 372,3 Triliun Disiapkan untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

Kompas.com - 25/01/2021, 13:34 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membacakan pidato dalam peresmian renovasi Masjid Istiqlal. Muclis JR/Biro SetpresPresiden Joko Widodo (Jokowi) saat membacakan pidato dalam peresmian renovasi Masjid Istiqlal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengaku, pemerintah terus berupaya mendorong percepatan dan pemulihan ekonomi nasional.

Ia menyebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah anggaran untuk mengatasi krisis yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19.

"Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 372,3 triliun untuk mendongkrak daya beli dan konsumsi masyarakat serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional," kata Jokowi saat membuka Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melalui tayangan YouTube Yakoma PGI, Senin (25/1/2021).

Salah satu upaya pemulihan ekonomi itu diwujudkan dengan berbagai program perlindungan sosial.

Jokowi memastikan, bantuan sosial berupa Program Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan, Bantuan Sosial Tunai, Program Kartu Prakerja, hingga Bantuan Lansung Tunai Desa akan tetap disalurkan pada tahun 2021.

Baca juga: Presiden Jokowi: Literasi Ekonomi Syariah Indonesia Masih Rendah

"Selain itu juga ada insentif tenaga kesehatan dan pemberian insentif usaha, termasuk bantuan modal kerja bagi UMKM agar mampu bertahan dan gerak kembali," ujar Jokowi.

Selain bidang ekonomi, kata Jokowi, pemerintah menempuh berbagai upaya untuk memulihkan sektor kesehatan yang juga mengalami krisis akibat pandemi. Salah satu yang tengah dilakukan yakni program vaksinasi massal.

Jokowi menyebut, pemerintah telah memesan 426 juta dosis vaksin Covid-19 dari 4 perusahaan yang berbeda.

Di samping itu, telah disiapkan pula 30.000 vaksinator, 10.000 Puskesmas, dan 3.000 rumah sakit untuk mendukung vaksinasi kepada kurang lebih 181,5 juta rakyat Indonesia.

"Dan saya perintahkan agar vaksiansi ini selesai sebelum akhir 2021," kata dia.

Meski vaksinasi sudah mulai digelar, Jokowi mengingatkan agar protokol kesehatan tetap diterapkan secara disiplin, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak.

Ia meminta agar tak ada pihak yang meninggalkan protokol kesehatan dan meremehkan pandemi virus corona.

"Vaksinasi akan jadi salah satu jalan penting untuk kita bisa pulih dan bangkit dari pandemi," kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Meski Vaksinasi Sudah Dimulai, Protokol Kesehatan Jangan Ditinggalkan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X