Di HUT PSI, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Berani dan Gesit

Kompas.com - 29/11/2020, 17:29 WIB
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11/2020). Dokumentasi/Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebut, Indonesa butuh lebih banyak anak muda yang berani, gesit, dan penuh semangat untuk bersaing pada era global.

Hal ini Jokowi sampaikan saat memberikan sambutan secara virtual di Hari Ulang Tahun Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ke-6, Minggu (29/11/2020).

"Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi anak anak muda yang berani, yang gesit, dan penuh semangat untuk menuju Indonesia maju. Itulah modal untuk memenangkan pertarungan global," kata Jokowi dalam tayangan YouTube Partai Solidaritas Indonesia, Minggu.

Baca juga: Jokowi: Reformasi Struktural Tak Bisa Ditunda Lagi, Regulasi yang Rumit Harus Dipangkas

Jokowi menyebut, anak muda seharusnya membawa energi perubahan, berpikir positif, berani melakukan lompatan, bergerak lebih lincah, serta optimistis melihat masa depan.

Ia mengatakan, yang cepat akan mengalahkan yang lambat, yang kreatif dan inovatif akan mengalahkan yang monoton dan berkutat pada rutinitas.

Oleh karena PSI banyak digawangi anak-anak muda, Jokowi menilai partai pimpinan Grace Natalie itu memiliki kesempatan besar untuk maju meski masih berusia muda.

"Saya melihat modal kecepatan, modal kreativitas, dan modal inovasi ini ada di PSI," ujar dia.

Namun demikian, Jokowi mengingatkan bahwa saat ini Indonesia tengah memasuki puncak bonus demografi sehingga anak muda menjadi segmen terbesar dari populasi penduduk Indonesia.

Proporsi anak muda yang besar ini akan bisa menjadi tonik yang menguatkan bangsa, tetapi juga bisa menjadi toxic atau racun bila tidak disiapkan dari sekarang.

Baca juga: Pembangunan SDM Penting agar Berhasil Manfaatkan Bonus Demografi

Menurut Jokowi, setiap tahun, ada 2,9 juta penduduk usia kerja baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X