Melihat Kans Gibran pada Pilkada Solo, Akankah Mudah Putra Presiden Lawan Orang Biasa?

Kompas.com - 30/10/2020, 06:33 WIB
Warga berbincang dengan calon wali kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka melalui virtual box saat kampanye blusukan online di kampung Dawung, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2020). Gibran berkampanye dan berinteraksi dengan warga secara daring menggunakan virtual box untuk mengurangi kontak langsung sekaligus mencegah kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAWarga berbincang dengan calon wali kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka melalui virtual box saat kampanye blusukan online di kampung Dawung, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2020). Gibran berkampanye dan berinteraksi dengan warga secara daring menggunakan virtual box untuk mengurangi kontak langsung sekaligus mencegah kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik yang melanggengkan dinasti politik masih marak terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020.

Salah satunya justru dari orang nomor satu di negeri ini, yakni Presiden Joko Widodo.

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wali kota pada Pilkada Solo 2020.

Ini adalah kali pertama dalam sejarah anak dari presiden yang sedang berkuasa ikut dalam pilkada.

Baca juga: Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Gibran berpasangan dengan Teguh Prakosa dengan PDI-P sebagai parpol pengusung utama. Sementara lawannya, Bagyo Wahyono-FX Supardjo, maju lewat jalur independen.

Anak presiden vs tukang jahit

Sebelum mengikuti jejak ayahnya terjun ke politik, Gibran dikenal sebagai pengusaha. Ia menggeluti bisnis kuliner dengan mendirikan katering Chilli Pari dan martabak Markobar.

Ia baru menyatakan niat mencalonkan diri sebagai wali kota Solo pada tahun lalu.

Setelah itu, Gibran pun bergabung dengan PDI-P, partai yang mengusung ayahnya pada Pilkada Solo, Pilkada DKI Jakarta, dan dua kali Pilpres.

Karier Gibran di partai banteng berjalan mulus. Meski baru bergabung, ia langsung mendapatkan tiket dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk maju pada Pilkada Solo.

Ia bahkan mendepak Achmad Purnomo, Wakil Wali Kota Solo yang sudah lebih dulu mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Cabang PDI-P.

Baca juga: Tak Hadirkan Jurkam, Paslon Lawan Gibran Andalkan Komunitas Tikus Pithi

Sementara Teguh berprofesi sebagai guru olahraga di SMK Bhinneka Karya Solo sebelum terjun ke politik.

Setelah bergabung dengan PDI-P, ia berkarier sebagai anggota DPRD Kota Solo. Puncak kariernya yakni menjabat Ketua DPRD Solo periode 2014-2019.

Adapun sang penantang Bagyo Wahyono-FX Supardjo bukanlah sosok yang malang melintang di dunia politik sebelumnya.

Keduanya merupakan calon perseorangan atau independen yang didukung oleh organisasi kemasyarakatan bernama Tikus Pithi Hanata Baris.

Bagyo sendiri adalah warga Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo, yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit.

Sementara itu, Supardjo merupakan seorang ketua rukun warga (RW) di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo.

Baca juga: Kampanye Online Ala Gibran, Blusukan Temui Warga dengan Virtual Box

Meski belum memiliki pengalaman politik sebelumnya, pasangan ini berhasil mengumpulkan syarat dukungan untuk maju sebagai calon independen dalam Pilkada Solo.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disorot, Hubungan Antara Komisi Yudisial dengan Mahkamah Agung

Disorot, Hubungan Antara Komisi Yudisial dengan Mahkamah Agung

Nasional
Ketua DPR Minta Pemerintah Sigap Mitigasi dan Tangani Bencana Alam di Sejumlah Daerah

Ketua DPR Minta Pemerintah Sigap Mitigasi dan Tangani Bencana Alam di Sejumlah Daerah

Nasional
Istana Ungkap 5 Langkah untuk Otsus Papua yang Kedua

Istana Ungkap 5 Langkah untuk Otsus Papua yang Kedua

Nasional
Soal Rumah Digeruduk Pengunjuk Rasa, Mahfud: Kali Ini Mereka Ganggu Ibu Saya, Bukan Menko Polhukam

Soal Rumah Digeruduk Pengunjuk Rasa, Mahfud: Kali Ini Mereka Ganggu Ibu Saya, Bukan Menko Polhukam

Nasional
Moeldoko Sebut Kondisi Geografis Jadi Kendala Tumpas Kelompok MIT

Moeldoko Sebut Kondisi Geografis Jadi Kendala Tumpas Kelompok MIT

Nasional
Bila Reuni 212 Tetap Digelar di Monas, Polri Pastikan Bakal Bubarkan

Bila Reuni 212 Tetap Digelar di Monas, Polri Pastikan Bakal Bubarkan

Nasional
BST Jangan Dipakai Buat Beli Rokok, Kemensos: Ini Sesuai Pesan Presiden

BST Jangan Dipakai Buat Beli Rokok, Kemensos: Ini Sesuai Pesan Presiden

Nasional
Jokowi Diminta Tak Dilematis Pilih Pengganti Edhy Prabowo

Jokowi Diminta Tak Dilematis Pilih Pengganti Edhy Prabowo

Nasional
Moeldoko Minta Masyarakat Tak Unjuk Kekuatan Respons Pemeriksaan Rizieq Shihab

Moeldoko Minta Masyarakat Tak Unjuk Kekuatan Respons Pemeriksaan Rizieq Shihab

Nasional
Satgas: Daerah Zona Merah Penularan Covid-19 Naik Hampir 2 Kali Lipat

Satgas: Daerah Zona Merah Penularan Covid-19 Naik Hampir 2 Kali Lipat

Nasional
Keluarga Korban: Pemerintah Mau atau Tidak Tuntaskan Kasus Tragedi Semanggi

Keluarga Korban: Pemerintah Mau atau Tidak Tuntaskan Kasus Tragedi Semanggi

Nasional
Sepanjang Rumah Sakit Declare, Kemenkes: Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Ditanggung Negara

Sepanjang Rumah Sakit Declare, Kemenkes: Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Ditanggung Negara

Nasional
Sepekan, Angka Kematian Akibat Covid-19 Melonjak 35,6 Persen, Jawa Tengah Tertinggi

Sepekan, Angka Kematian Akibat Covid-19 Melonjak 35,6 Persen, Jawa Tengah Tertinggi

Nasional
Usai Bubarkan 10 Lembaga, Menpan RB: Tak Tutup Kemungkinan Institusi Lain Dibubarkan Juga

Usai Bubarkan 10 Lembaga, Menpan RB: Tak Tutup Kemungkinan Institusi Lain Dibubarkan Juga

Nasional
Soal Perbedaan Data Covid-19, Jubir Satgas: Proses Sinkronisasi Butuh Waktu

Soal Perbedaan Data Covid-19, Jubir Satgas: Proses Sinkronisasi Butuh Waktu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X