KPK Panggil 4 Anggota DPRD Jambi 2014-2019 sebagai Saksi

Kompas.com - 30/09/2020, 12:39 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam konferensi pers Kinerja KPK Semester I 2020, Selasa (18/8/2020). Dokumentasi/Biro Humas KPKPlt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam konferensi pers Kinerja KPK Semester I 2020, Selasa (18/8/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, Rabu (30/9/2020) hari ini.

Salah satu anggota DPRD tersebut, Mesran, dan Sekretaris DPRD Jambi Emi Nopsiah akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua DPRD Jambi periode 2014-2019, Cornelis Buston.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka CB (Cornelis)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu.

Baca juga: KPK Perpanjang Penahanan Enam Tersangka Kasus Suap DPRD Jambi

Sementara itu, tiga anggota DPRD periode 2014-2019 lainnya, yakni Meli Hairiya, Kusnindar, dan M Juber akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Tadjudin Hasan, eks pimpinan Fraksi PKB pada DPRD Jambi.

Selain para saksi dari unsur DPRD Jambi tersebut, KPK juga memanggil lima saksi lain yang akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Tadjudin.

Kelima saksi itu adalah mantan Kepala Dinas PUPR Jambi Dodi Irawan, wiraswasta Apif Firmansyah dan Muhammad Imaddudin, serta dua PNS Dinas PUPR Jambi Wahyudi Apdian Nizam dan Dheny Ivantriesyana.

Pemeriksaan para saksi tersebut rencananya dilakukan di Kantor Polda Jambi, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 45, Kota Jambi.

KPK telah menetapkan enam tersangka baru dari unsur DPRD Jambi pada kasus ini yaitu mantan Ketua DPRD Jambi periode 2014-2019 Cornelis Buston dan dua Wakil Ketua DPRD Jambi periode 2014-2019, AR Syahbandar dan Chumaidi Zaidi.

Kemudian, eks pimpinan Fraksi PKB Tadjudin Hasan; eks pimpinan Fraksi PPP Parlagutan Nasution dan eks pimpinan Fraksi Restorasi Nurani Cekman.

Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Tiga Anggota DPRD Jambi Periode 2014-2019

Dalam kasus ini, para tersangka diduga menerima suap dari mantan Gubernur Jambi Zumi Zola dan sejumlah pejabat terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 dan 2018.

Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPRD Jambi. KPK telah menjerat Zumi Zola dan beberapa pejabat terkait.

Para unsur Pimpinan DPRD Jambi diduga meminta uang ketok palu, menagih kesiapan uang ketok palu, melakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut, meminta jatah proyek dan/atau menerima uang dalam kisaran Rp 100 juta atau Rp 600 juta per orang.

Sementara itu, para pimpinan fraksi dan komisi di DPRD Jambi diduga mengumpulkan anggota fraksi untuk menentukan sikap terkait dengan pengesahan RAPBD Jambi.

Kemudian, membahas dan menagih uang "ketok palu", menerima uang untuk jatah fraksi sekitar dalam kisaran Rp 400 juta hingga Rp 700 juta untuk setiap fraksi, dan/atau menerima uang untuk perorangan dalam kisaran Rp 100 juta, Rp 140 juta, atau Rp 200 juta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X