PPP Minta Paslon Sosialisasikan Bahaya Covid-19, Memaklumi Tak Ada Ingar Bingar Politik

Kompas.com - 04/09/2020, 12:00 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP Achmad Baidowi (berkacamata) dan jajaran pengurus PPP lain usai Mukernas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (15/12/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaWakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP Achmad Baidowi (berkacamata) dan jajaran pengurus PPP lain usai Mukernas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (15/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) meminta para pasangan calon kepala daerah Pilkada 2020 aktif menyosialisasikan bahaya penularan Covid-19.

Menurut Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awi), tidak perlu ada keramaian berlebihan dalam tahapan pilkada yang akan digelar pada 9 Desember 2020.

"Butuh kesadaran dari masing-masing paslon untuk aktif menyosialisasikan kepada para pendukung agar mewaspadai penyebaran Covid-19. Harus ada permakluman tidak bisa ikut ingar bingar politik," kata Awi, Jumat (4/9/2020).

Baca juga: Pendaftaran Pilkada Dibuka, Aparat TNI-Polri dan Satpol PP Berjaga di Kantor KPU Tangsel

Ia menegaskan, kegiatan yang mengumpulkan massa harus benar-benar diminimalisasi.

Awi berharap, para paslon menyampaikan kepada para pendukung bahwa pelaksanaan pilkada yang terpenting adalah pada hari pemilihan.

"Yang harus ditekankan kepada warga adalah bahwa yang terpenting pada Hari H bukan pada tahapan pelaksanaannya, maka pola pengumpulan massa harus dikurangi," kata anggota DPR itu.

Selain itu, kata Awi, KPU juga harus masif menyosialiasikan peraturan KPU (PKPU) tentang pelaksanaan pilkada di tengah pandemi.

"KPU hanya sebatas membuat regulasi, dan KPU harus sosialisasi secara masif," ujar Awi.

Pilkada 2020 digelar di 270 wilayah, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Semula, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September.

Baca juga: Bawaslu: Tak Ada Arak-arakan Saat Daftar Pilkada, Tak Kurangi Makna Pencalonan

Namun, akibat wabah Covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember 2020. Adapun tahapan pendaftaran calon digelar selama 4-6 September 2020.

Sementara itu, masa verifikasi persyaratan pencalonan dan syarat calon, termasuk tes kesehatan, dijadwalkan digelar 4-22 September 2020, sedangkan penetapan paslon bakal digelar 23 September.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X