Menyelisik Kembali Kronologi Peristiwa 27 Juli yang Mencekam...

Kompas.com - 27/07/2020, 10:25 WIB
Deretan replika batu nisan bertuliskan sejumlah tragedi berdarah di pasang saat memperingati peristiwa 27 Juli 1996 di bekas gedung Partai Demokrasi Indonesia, Diponegoro, Jakarta, Rabu (27/7/2011). Dalam aksinya mereka yang tergabung dalam Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) meminta pemerintah menuntaskan tragedi berdarah 27 Juli. KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLONDeretan replika batu nisan bertuliskan sejumlah tragedi berdarah di pasang saat memperingati peristiwa 27 Juli 1996 di bekas gedung Partai Demokrasi Indonesia, Diponegoro, Jakarta, Rabu (27/7/2011). Dalam aksinya mereka yang tergabung dalam Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) meminta pemerintah menuntaskan tragedi berdarah 27 Juli.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia ( PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta, dikepung massa saat fajar pada 27 Juli 1996.

Sebab musabab pengepungan itu karena ada pihak yang tidak suka dengan kemenangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI periode 1993-1998 berdasarkan kongres partai di Jakarta pada 1993.

Pihak yang dimaksud adalah Soerjadi dan kelompok pendukungnya.

Soerjadi, pada 22 Juni 1996, menggelar kongres tandingan partai di Medan. Kongres menetapkan Soerjadi sebagai ketua umum periode 1996-1998.

Baca juga: Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, Saat Megawati Melawan tetapi Berakhir Diam...

Kepala Staf Sosial Politik ABRI saat itu, Letjen Syarwan Hamid, menyatakan, pemerintah mengakui DPP PDI hasil Kongres Medan.

Dengan demikian, pemerintahan Orde Baru saat itu tidak mengakui adanya DPP PDI pimpinan Megawati.

Namun, dukungan untuk Megawati mengalir, terutama dari aktivis dan mahasiswa yang menentang rezim Soeharto.

Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro menjadi salah satu lokasi utama untuk pemberian dukungan kepada Megawati.

Berbagai upaya penyelesaian sengketa tidak berhasil, hingga akhirnya terjadi bentrokan pada 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli ( Kudatuli) .

Kronologi kerusuhan

Dikutip dari harian Kompas, 29 Juli 1996, bentrokan diawali saat massa PDI pendukung Soerjadi mulai berdatangan pada pukul 06.20 WIB.

Baca juga: Saat Sekjen PDI-P Kenang Peristiwa Kudatuli, Kerusuhan 27 Juli

Massa pendukung Soerjadi saat itu mengenakan kaus berwarna merah bertuliskan "DPP PDI Pendukung Kongres Medan" serta ikat kepala.

Mereka datang dengan menggunakan delapan kendaraan truk mini bercat kuning.

Sebelumnya, massa melakukan dialog dengan massa pendukung Megawati yang meminta agar kantor dinyatakan status quo. Namun, kesepakatan tak tercapai.

Setelah itu, pada pukul 06.35 WIB terjadi bentrokan di antara kedua kubu. Massa pendukung Soerjadi melempari Kantor DPP PDI dengan batu dan paving block.

Massa pendukung Megawati pun membalas dengan benda seadanya di sekitar halaman kantor.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X