KPI: Medsos Menguntungkan Bagi Pengembangan Bakat dan Karakter

Kompas.com - 22/07/2020, 19:33 WIB
Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo (kiri) saat melayani awak media usai bertemu Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo (kiri) saat melayani awak media usai bertemu Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Mulyo Hadi Purnomo berpendapat, media sosial dapat berdampak positif bagi penggunanya.

Media sosial dinilai dapat menunjang pengembangan bakat, karakter maupun usaha.

"Memang harus diakui, keberadaan media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, Tik Tok, Youtube dan sebagainya itu sangat menguntungkan bagi pengembangan bakat, pengembangan karakter, pengembangan peluang usaha," kata Mulyo dalam diskusi literasi daring, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: Sulit Cari Nafkah di Tengah Pandemi, Denada Andalkan Pemasukan dari Media Sosial

Salah satu contoh kongkret dari dampak media sosial bagi pengembangan karakter adalah kini semakin banyak orang yang tampil di depan kamera.

"Artinya bahwa bagaimana kemudian anak sekarang sudah jauh lebih berani untuk tampil misalnya di depan kamera," ucap Mulyo.

"Mencari talent sekarang sudah tidak lagi kesulitan seperti dulu. Kalau dulu mau difoto saja sudah sangat malu, sembunyi, enggak mau, bahkan sampai nangis, kalau sekarang enggak. semua anak-anak bahkan nyaris tiap kali ada kamera selalu berusaha untuk mendekati," lanjut dia.

Baca juga: Bawaslu: 427 Kasus ASN Tak Netral, Mayoritas Dukung Calon Kepala Daerah di Medsos

Meski demikian, Mulyo mengakui, media sosial juga memiliki punya sisi negatif. Salah satunya media tersebarnya informasi hoaks.

Ia pun mencontohkan informasi yang menyebut bahwa thermo gun bisa berbahaya bagi otak manusia.

"Kemarin sempat ada sebuah tayangan Youtube yang menginformasikan bahwa thermo gun itu sangat berbahaya bagi otak kita karena ditembakkan ke otak," ujar Mulyo.

"Ini kan peringatan yang sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan. Malah Justru kontraproduktif dengan kondisi yang sekarang ini," lanjut dia.

Baca juga: Ide Aktivitas Seru di Media Sosial Rayakan Hari Es Krim Sedunia

Oleh karena itu, KPI mendorong agar pengguna media sosial juga mengimbangi diri dengan literasi media yang baik.

"Untuk mengakses media sosial, apabila kita tidak membekali diri dengan literasi media, saya pikir kemungkinan akan ada dampak buruk," kata Mulyo.

"Hari ini kita bicara tentang klepon yang di mana status Facebook itu banyak yang menyebut klepon, kemarin itu menyebut tentang pohon cemara, banyak hal yang kemudian bisa dibuat dan menimbulkan kegaduhan," lanjut dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Sebut Tak Semua Warga Dapat Vaksin Covid-19 Gratis, Ini Alasannya

Satgas Sebut Tak Semua Warga Dapat Vaksin Covid-19 Gratis, Ini Alasannya

Nasional
Menlu: Indonesia Tampung Sementara 396 Pengungsi Rohingya Sepanjang 2020

Menlu: Indonesia Tampung Sementara 396 Pengungsi Rohingya Sepanjang 2020

Nasional
Istana: Substansi Naskah UU Cipta Kerja 1.187 Halaman Sama dengan yang Diserahkan DPR

Istana: Substansi Naskah UU Cipta Kerja 1.187 Halaman Sama dengan yang Diserahkan DPR

Nasional
Mendagri Terbitkan SE, Imbau Masyarakat Tak Lakukan Perjalanan Selama Libur Panjang Akhir Oktober

Mendagri Terbitkan SE, Imbau Masyarakat Tak Lakukan Perjalanan Selama Libur Panjang Akhir Oktober

Nasional
Ingin Liburan Aman dari Covid-19, Ini Tipsnya

Ingin Liburan Aman dari Covid-19, Ini Tipsnya

Nasional
Dalam Pleidoi, Heru Hidayat Minta Perusahaannya Tak Dirampas hingga Berharap Bebas

Dalam Pleidoi, Heru Hidayat Minta Perusahaannya Tak Dirampas hingga Berharap Bebas

Nasional
Komisi III: Kalau Benar Pembunuh Pendeta Yeremia Aparat, Hukumannya Harus Berat

Komisi III: Kalau Benar Pembunuh Pendeta Yeremia Aparat, Hukumannya Harus Berat

Nasional
Kuasa Hukum Nurhadi Anggap Dakwaan JPU KPK Dipaksakan

Kuasa Hukum Nurhadi Anggap Dakwaan JPU KPK Dipaksakan

Nasional
Dalam Pertemuan dengan Para Menlu dan PBB, Menlu Retno Suarakan Penyelesaian Hak Bangsa Palestina

Dalam Pertemuan dengan Para Menlu dan PBB, Menlu Retno Suarakan Penyelesaian Hak Bangsa Palestina

Nasional
Kontras Minta Komnas HAM hingga Ombudsman Awasi Temuan TGPF soal Pendeta Yeremia

Kontras Minta Komnas HAM hingga Ombudsman Awasi Temuan TGPF soal Pendeta Yeremia

Nasional
Penjelasan Satgas soal Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 Usai Libur Panjang

Penjelasan Satgas soal Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 Usai Libur Panjang

Nasional
Satgas: Pemerintah Mengupayakan Pemerataan Penerima Vaksin Covid-19

Satgas: Pemerintah Mengupayakan Pemerataan Penerima Vaksin Covid-19

Nasional
Kementerian PPPA Ingatkan Protokol Kesehatan Tetap Harus Dipatuhi di Rumah

Kementerian PPPA Ingatkan Protokol Kesehatan Tetap Harus Dipatuhi di Rumah

Nasional
Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 10 Triliun, Heru Hidayat: Harta Saya Tak Sampai Segitu

Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 10 Triliun, Heru Hidayat: Harta Saya Tak Sampai Segitu

Nasional
Ini Kinerja Kemenlu soal Penanganan Pandemi Covid-19

Ini Kinerja Kemenlu soal Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X