Gugus Tugas: Jumlah Pasien Sembuh Setengah dari Total Kasus Covid-19

Kompas.com - 15/07/2020, 18:00 WIB
Seorang Tanpa Gejala (OTG) yang telah sembuh dari COVID-19 keluar dari bilik disinfektan saat acara pelepasan di gedung Mal Pelayanan Publik kawasan lingkar timur Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/7/2020). Pasmar 2 bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo melepas 13 pasien Orang Tanpa Gejala yang sudah menjalani perawatan di ruang isolasi  dan dinyatakan sembuh. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc. ANTARA FOTO/Umarul FaruqSeorang Tanpa Gejala (OTG) yang telah sembuh dari COVID-19 keluar dari bilik disinfektan saat acara pelepasan di gedung Mal Pelayanan Publik kawasan lingkar timur Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/7/2020). Pasmar 2 bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo melepas 13 pasien Orang Tanpa Gejala yang sudah menjalani perawatan di ruang isolasi dan dinyatakan sembuh. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, total pasien sembuh dari Covid-19 di Indonesia tercatat setengah dari jumlah kasus terkonfirmasi.

Hal tersebut disampaikan Reisa dalam konferensi pers di BNPB, Rabu (15/7/2020).

"Jumlah pasien sembuh semakin banyak. Hampir setengah kasus terkonfirmasi di Indonesia, sembuh," ujar Reisa.

Pada Rabu ini, secara total jumlah pasien sembuh di Tanah Air mencapai 39.050 orang setelah terdapat penambahan sebanyak 1.414 orang dalam 24 jam terakhir. Sementara jumlah kasus Covid-19 mencapai 80.094. 

Baca juga: Gara-gara Covid-19, Pendapatan Masyarakat Turun, Ketimpangan Kian Naik

Reisa mengatakan, banyaknya pasien sembuh juga dikarenakan pemerintah menerapkan 3T, yakni test, tracing, dan treatment.

Lebih lanjut, Reisa mengatakan, perawatan di Indonesia sudah mengalami kemajuan.

Hal tersebut tampak dari menurunnya rasio kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang hanya berada di kisaran 50 persen.

"Ini berarti menunjukkan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, terutama di rumah sakit rujukan masih sangat tersedia," kata dia.

Penyebab menurunnya rasio kapasitas tempat tidur di rumah sakit karena banyak masyarakat yang melakukan isolasi mandiri. 

Menurut Reisa, sebagian besar masyarakat sudah memahami jika dirinya membawa virus walau terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit lalu memutuskan untuk isolasi mandiri.

Ia mengatakan, 3T saat ini menjadi kunci untuk menurunkan angka kasus positif dan fatalitas Covid-19.

Terutama di wilayah Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Papua.

Baca juga: UPDATE 15 Juli: Total 1.122.339 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Adapun Presiden Joko Widodo, kata Reisa, menginstruksikan agar pelaksanaan 3T dimasifkan dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Terutama sejak pemutakhiran panduan penanganan yang tercantum dalam Peraturan Menteri kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang pedoman, pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang ditandatangani pada 13 Juli 2020.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X