Pandemi Covid-19, Gugus Tugas Sebut Kondisi Jawa Barat Semakin Membaik

Kompas.com - 15/07/2020, 13:49 WIB
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat menunggu pasien di ruang isolasi Rumah Sakit Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Selasa (14/7/2020). Kementerian Keuangan menyatakan penyerapan anggaran kesehatan dalam pemulihan pandemi COVID-19 meningkat dari 4,68 persen menjadi 5,12 persen atau sebesar Rp87,55 triliun. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr/hp. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMITenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat menunggu pasien di ruang isolasi Rumah Sakit Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Selasa (14/7/2020). Kementerian Keuangan menyatakan penyerapan anggaran kesehatan dalam pemulihan pandemi COVID-19 meningkat dari 4,68 persen menjadi 5,12 persen atau sebesar Rp87,55 triliun. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr/hp.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, secara keseluruhan kondisi pandemi Covid-19 di Provinsi Jawa Barat semakin membaik.

Hal itu ia katakan berdasarkan data pemerintah hingga 12 Juli 2020 yang menunjukan semakin banyaknya daerah dengan risiko rendah Covid-19 di Jawa Barat.

"Risiko sedang tinggal lima kabupaten atau kota. Sedangkan yang risiko rendah ini banyak sekali sampai 22 kabupaten atau kota," kata Dewi dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: KPU Mulai Gelar Coklit Pilkada 2020 dengan Protokol Kesehatan Covid-19

"Jadi sebenarnya Jawa Barat ini bergerak lebih baik sebenarnya," lanjut dia.

Menurut Dewi, Jawa Barat sudah mulai efektif mengatasi pandemi Covid-19. Sehingga pada akhirnya bisa menurunkan angka kasus penularan.

"Ada pergerakan ada yang dilakukan dan bisa menurunkan angka-angka indikator begitu ya sehingga bergerak menjadi lebih baik," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, masih ada penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 hingga Selasa (14/7/2020).

Menurut Yuri, berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga Selasa pukul 12.00 WIB, ada penambahan 1.591 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Jumlah ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 23.001 spesimen dalam 24 jam terakhir.

"Sehingga secara akumulatif ada 78.572 kasus positif Covid-19 (di Indonesia) sampai saat ini," kata Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa sore.

Berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, kasus baru pasien positif Covid-19 tersebar di 29 provinsi.

Baca juga: Terapi Plasma Darah Konvalensen, Harapan Baru untuk Atasi Covid-19?

Dari data tersebut, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi, yakni Jawa Timur (353 kasus baru), DKI Jakarta ( 268 kasus baru), Sulawesi Selatan (197 kasus baru), Kalimantan Selatan (161 kasus baru) dan Sumatera Utara (130 kasus baru).

Sementara penambahan kasus di Jawa Barat sebesar 74 kasus dengan total 5.235 kasus positif Covid-19.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X