KILAS

Berkurban Tahun Ini Bisa Lewat Dompet Dhuafa, Berikut Keuntungannya

Kompas.com - 11/06/2020, 20:55 WIB
Jajaran direksi dan manajemen Dompet Dhuafa menggelar konferensi pers online dalam rangka peluncuran program Tebar Hewan Kurban (THK) 1441H/2020M, di kantor Dompet Dhuafa, Jakarta. Dok. Dompet DhuafaJajaran direksi dan manajemen Dompet Dhuafa menggelar konferensi pers online dalam rangka peluncuran program Tebar Hewan Kurban (THK) 1441H/2020M, di kantor Dompet Dhuafa, Jakarta.

KOMPAS.com – Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban akan jatuh pada Kamis (30/7/2020). Umat Islam yang mampu sangat dianjurkan berkurban.

Namun, permintaan hewan kurban tahun 2020 ini diprediksi akan meningkat. Salah satunya disebabkan peniadaan ibadah haji akibat pandemi Covid-19.

Mereka yang tadinya hendak berangkat haji kemungkinan besar akan mengalihkan alokasi dananya untuk melaksanakan ibadah kurban.

Meningkatnya permintaan itu otomatis membuat harga hewan kurban, yakni sapi dan kambing menjadi makin mahal.

Baca juga: Bawa Sapi Pakai Sampan, agar Kurban Merata di Pelosok Negeri

Meski demikian, bukan berarti masyarakat tidak bisa mendapat hewan kurban dengan harga terjangkau.

Dompet Dhuafa hadir untuk masyarakat yang ingin berkurban karena telah berhasil menekan harga hewan kurban pada Tebar Hewan Kurban (THK) tahun 2020 ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harga kambing atau domba dengan bobot 23-28 kilogram (kg) bisa didapat mulai dari harga Rp 1,49 juta.

Untuk sapi dengan bobot 250-300 kg, masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga Rp 12,975 juta.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Percobaan Pembunuhan Bung Karno Saat Shalat Idul Adha

Berkurban via Dompet Dhuafa tak hanya lebih murah. Transaksinya pun lebih mudah karena adanya kerja sama dengan berbagai platform digital berupa fasilitas pembayaranatau pembelian hewan kurban.

Platform digital itu adalah Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, JD.ID, Blibli.com, Blanja, Elevenia, Dunia Halal, Fave, Ralali.com, Muslimnesia, Tanihub, dan Kitabisa.com.

Ada pula BenihBaik.com, Peduli Sehat, WeCare.id, OVO, LinkAja, Sepulsa, ShopeePay, QRIS, Sobatku, dan Dana.

Tak kesampingkan kesejahteraan peternak

Meski harga hewan kurban lebih murah, bukan berarti Dompet Dhuafa mengesampingkan kesejahteraan peternak.

Itu karena Dompet Dhuafa telah memutus keterlibatan para rentenir dalam permodalan para peternak.

“Investor-investor besar yang kredibel dihadirkan untuk mendanai segala bentuk permodalan yang dibutuhkan peternak,” kata Ketua THK Dompet Dhuafa Zainal Abidin Sidik.

Pernyataan itu ia sampaiksan pada saat acara Konferensi Pers Onlline THK 2020, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Bantu Tim Medis Lawan Pandemi, Aeon Grup Gandeng Dompet Dhuafa

Ia pun mengaku bahwa sebenarnya sangat mungkin bagi pihaknya untuk menjual hewan kurban dengan harga sama atau bahkan lebih mahal untuk mendapat keuntungan yang lebih besar.

“Namun, itu bukan tujuan kami. Dompet Dhuafa ingin memberikan porsi bagi hasil paling besar untuk peternak, sehingga kesejahteraan dan kelas mereka meningkat,” sambung Zainal.

Selain itu, imbuh dia, kualitas hewan kurban tidak diturunkan, meski harga lebih murah. Harapannya, upaya itu membuat semangat berkurban masyarakat Indonesia makin meningkat karena harganya kian terjangkau.

Nantinya, Dompet Dhuafa akan mendistribusikan daging hewan kurban ke berbagai wilayah di Tanah Air yang telah ditetapkan sebagai kawasan mustahik atau penerima manfaat.

Baca juga: Keterlibatan Influencer Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19 Diapresiasi Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa pun menargetkan dapat menyembelih 30.000 domba atau kambing dan 1.000 sapi untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, baik di dalam maupun luar negeri.

Persentase pembagiannya adalah 60-70 persen di Pulau Jawa dan 20-30 persen di wilayah lain luar Pulau Jawa.

Sebagai wujud kepedulian Bangsa Indonesia terhadap negara muslim lain yang tengah kesulitan, hewan kurban juga akan dialokasikan ke negara lain, seperti kawasan Afrika dan Negara Palestina.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: BOR di Wisma Atlet Saat ini 25 Persen, Sebelumnya 90 Persen

Jokowi: BOR di Wisma Atlet Saat ini 25 Persen, Sebelumnya 90 Persen

Nasional
Tiga Brigjen TNI Jalani Seleksi Calon Hakim Agung Kamar Militer

Tiga Brigjen TNI Jalani Seleksi Calon Hakim Agung Kamar Militer

Nasional
Tim 75: Keberatan KPK atas LAHP Ombudsman sebagai Sikap Antikoreksi

Tim 75: Keberatan KPK atas LAHP Ombudsman sebagai Sikap Antikoreksi

Nasional
KSAD Terima Laporan Ada Pemotongan Gaji Siswa Pendidikan Infanteri di Seluruh Rindam

KSAD Terima Laporan Ada Pemotongan Gaji Siswa Pendidikan Infanteri di Seluruh Rindam

Nasional
KSAD Ancam Pidanakan Penyeleweng Uang Makan dan Gaji Siswa Bintara-Tamtama

KSAD Ancam Pidanakan Penyeleweng Uang Makan dan Gaji Siswa Bintara-Tamtama

Nasional
Data Varian Baru, Kasus Covid-19 dengan Varian Delta Terus Bertambah di DKI Jakarta

Data Varian Baru, Kasus Covid-19 dengan Varian Delta Terus Bertambah di DKI Jakarta

Nasional
Jokowi Klaim Pandemi di Jawa-Bali Mulai Turun, Utamanya di Jakarta

Jokowi Klaim Pandemi di Jawa-Bali Mulai Turun, Utamanya di Jakarta

Nasional
Jokowi Tinjau RS Modular Pertamina, Berkapasitas 305 Tempat Tidur

Jokowi Tinjau RS Modular Pertamina, Berkapasitas 305 Tempat Tidur

Nasional
Memaknai Corona ala Madura

Memaknai Corona ala Madura

Nasional
ICJR: Aksi Dinar Candy Harus Dilihat sebagai Bentuk Protes, Bukan Pornografi

ICJR: Aksi Dinar Candy Harus Dilihat sebagai Bentuk Protes, Bukan Pornografi

Nasional
1.331 Kasus Covid-19 dengan Varian Delta di 25 Provinsi, DKI Jakarta Catat 390

1.331 Kasus Covid-19 dengan Varian Delta di 25 Provinsi, DKI Jakarta Catat 390

Nasional
Serang Balik Ombudsman dengan Tudingan Malaadministrasi, KPK Dinilai Cari-cari Alasan

Serang Balik Ombudsman dengan Tudingan Malaadministrasi, KPK Dinilai Cari-cari Alasan

Nasional
Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen, Ketua DPR: Keberhasilan Penanganan Pandemi Jadi Kunci

Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen, Ketua DPR: Keberhasilan Penanganan Pandemi Jadi Kunci

Nasional
KPK Tuding Ombudsman RI Tak Pahami UU Administrasi Pemerintahan

KPK Tuding Ombudsman RI Tak Pahami UU Administrasi Pemerintahan

Nasional
Panglima TNI Minta Petugas Aktif Cari dan Laporkan Kasus Covid-19 Secepat Mungkin

Panglima TNI Minta Petugas Aktif Cari dan Laporkan Kasus Covid-19 Secepat Mungkin

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X