Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Jalankan Amanah Donatur, Dompet Dhuafa Berbagi Parsel Ramadhan untuk Warga Palestina

Kompas.com - 25/04/2024, 15:48 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dompet Dhuafa bersama para mitra lokal Palestina menyalurkan amanah donatur berupa Parsel Ramadhan kepada 400 kepala keluarga (KK) pengungsi di Jabalia Camp, Gaza Utara, Palestina. 

Parsel Ramadhan tersebut telah tiba di Gaza Utara, Palestina pada Selasa (23/4/2024). Sesampainya di Gaza Utara, bantuan berupa makanan pokok ini disajikan langsung untuk para pengungsi yang diharapkan dapat membantu meringankan duka Palestina.

Parsel Ramadhan merupakan salah satu program kolaborasi antara Dompet Dhuafa dengan semua mitra dan donaturnya untuk masyarakat Palestina.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat Indonesia, yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan yang terjadi di Palestina,” tutur General Manager Aliansi Strategis Dompet Dhuafa Arif Rahmadi Haryono dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (25/4/2024).

Baca juga: Wisatawan Bandel Mandi di Pantai Paseban, Relawan Ingatkan Bahaya Pakai Kantong Jenazah

Para relawan juga merasakan kebahagiaan saat melihat senyuman anak-anak dan keluarga dari syuhada penerima bantuan dari masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Arif menegaskan bahwa Dompet Dhuafa terus berkomitmen untuk menyampaikan bantuan kepada Palestina dalam berbagai bentuk.

Sebagai lembaga yang peduli terhadap kemanusiaan, kata dia, Dompet Dhuafa hadir menjadi penghubung yang menggalang kebaikan untuk sesama.

Seperti yang diadvokasi oleh Dompet Dhuafa melalui #RamadanMendekatkan, momen Ramadhan 1445 Hijriah (H) adalah kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan kebaikan dan kenikmatan dalam menjalankan ibadah puasa.

Baca juga: Keutamaan Menyegerakan Puasa Sunah Syawal bagi Umat Muslim

Oleh karena itu, Dompet Dhuafa memastikan agar mereka dapat berbuka puasa dan sahur dengan layak.

Dompet Dhuafa juga melakukan berbagai program untuk mendekatkan hubungan, yang menjadi sumber kebahagiaan terutama bagi mereka yang mengalami keterbatasan, seperti yang dialami saat Ramadhan di Palestina.

Konflik kemanusiaan berkepanjangan di Gaza

Sebagai informasi, sudah 200 hari sejak konflik kemanusiaan berkepanjangan di Gaza dimulai pada Sabtu (7/10/2024).

Saat Ramadhan, momen yang biasanya diisi dengan kehangatan bersama keluarga, bagi warga Palestina, harapan mereka tidaklah besar. Sebagian dari mereka hanya bisa merenung dan mendoakan keluarga yang telah meninggal dalam konflik.

Baca juga: Konflik Berdarah di Kerajaan Demak

Di tengah kekacauan konflik yang tak kunjung usai, warga Gaza menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan keterbatasan. Tak ada hidangan lezat dan bergizi seperti yang sering dinikmati saat sahur dan berbuka.

Menurut lembaga global Integrated Food Security Phase Classification (IPC) pada Senin (18/3/2024), hampir separuh dari penduduk Gaza, yaitu sekitar 1,1 juta orang, telah mengalami kelaparan. 

Krisis pangan yang paling parah terjadi di Gaza Utara. Pada 2024, penduduk di wilayah tersebut bahkan tidak mampu untuk sahur atau berharap dapat meredakan lapar mereka dengan berbuka puasa setelah matahari terbenam.

Menurut laporan dari badan amal kemiskinan Care, setidaknya 27 orang, di antaranya 23 anak-anak, telah meninggal karena kekurangan gizi atau dehidrasi di Gaza Utara dalam beberapa pekan terakhir.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Moeldoko Yakin Aparat Mampu Tangkap Harun Masiku dalam Waktu Dekat

Moeldoko Yakin Aparat Mampu Tangkap Harun Masiku dalam Waktu Dekat

Nasional
Unggahan 'Bukti' Pegi Setiawan di Facebook Hilang, Pengacara Laporkan Penyidik ke Propam

Unggahan "Bukti" Pegi Setiawan di Facebook Hilang, Pengacara Laporkan Penyidik ke Propam

Nasional
Kasus BTS 4G, Anggota BPK Achsanul Qosasih Divonis 2,5 Tahun Penjara

Kasus BTS 4G, Anggota BPK Achsanul Qosasih Divonis 2,5 Tahun Penjara

Nasional
Istana Bantah Arahkan Penegak Hukum Usut Kasus Sekjen PDI-P Lantaran Kritik Pemerintah

Istana Bantah Arahkan Penegak Hukum Usut Kasus Sekjen PDI-P Lantaran Kritik Pemerintah

Nasional
Yusril Jelaskan Mekanisme Pergantian Sekjen PBB, Sebut Kewenangan Pj Ketua Umum

Yusril Jelaskan Mekanisme Pergantian Sekjen PBB, Sebut Kewenangan Pj Ketua Umum

Nasional
Jokowi Disebut Tolak Permohonan Grasi 7 Terpidana Kasus Vina, Ini Respons Menkumham

Jokowi Disebut Tolak Permohonan Grasi 7 Terpidana Kasus Vina, Ini Respons Menkumham

Nasional
KSP Buka Suara soal Presiden Tolak Grasi 7 Terpidana Kasus 'Vina Cirebon'

KSP Buka Suara soal Presiden Tolak Grasi 7 Terpidana Kasus "Vina Cirebon"

Nasional
Golkar Sebut Sekar Tandjung Tetap Maju Pilkada Solo meski Disiapkan Jadi Cawagub Sumut

Golkar Sebut Sekar Tandjung Tetap Maju Pilkada Solo meski Disiapkan Jadi Cawagub Sumut

Nasional
Golkar Sebut Elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta Merosot, PAN: Kami Tak Bisa Memaksakan

Golkar Sebut Elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta Merosot, PAN: Kami Tak Bisa Memaksakan

Nasional
Bamsoet Tak Hadir, Sidang MKD soal 'Klaim Semua Parpol Sepakat Amendemen' Tetap Berjalan

Bamsoet Tak Hadir, Sidang MKD soal "Klaim Semua Parpol Sepakat Amendemen" Tetap Berjalan

Nasional
Jaga Kualitas dan Mutu, Pemerintah Bakal Batasi Eksportir Daun Kratom

Jaga Kualitas dan Mutu, Pemerintah Bakal Batasi Eksportir Daun Kratom

Nasional
Tanggapi Golkar soal Ridwan Kamil Merosot di Jakarta, Gerindra: Survei Selalu Tak Tepat

Tanggapi Golkar soal Ridwan Kamil Merosot di Jakarta, Gerindra: Survei Selalu Tak Tepat

Nasional
MKD Bakal Panggil Bamsoet Lagi, Langsung Bacakan Putusan

MKD Bakal Panggil Bamsoet Lagi, Langsung Bacakan Putusan

Nasional
KPK: Uang Suap Kasus DJKA dari Penggelembungan Anggaran Proyek Jalur Kereta

KPK: Uang Suap Kasus DJKA dari Penggelembungan Anggaran Proyek Jalur Kereta

Nasional
Golkar Masih Bahas Pencalonan RK di Pilkada, Pantau Terus Elektabilitas

Golkar Masih Bahas Pencalonan RK di Pilkada, Pantau Terus Elektabilitas

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com