Loyalis Amien Rais, Asri Anas Mundur dari PAN

Kompas.com - 08/05/2020, 05:11 WIB
Koordinator Tim Pemenangan Mulfachri Harahap, Asri Anas di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKoordinator Tim Pemenangan Mulfachri Harahap, Asri Anas di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Barat sekaligus loyalis Amien Rais, Asri Anas mengundurkan diri dari jabatannya dan non aktif sebagai kader PAN.

"Iya, sudah kemarin bersama Mas Hanafi, tapi saya enggak publish," kata Asri Anas ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (7/5/2020).

Dalam surat pengunduran diri tertanggal 5 Mei 2020, Asri mengatakan, alasannya mengundurkan diri yakni mengingat PAN saat ini tidak bisa menjaga soliditas kader dalam bingkai rekonsiliasi dan mempertahankan tujuan berdirinya PAN sebagai partai yang lahir dari proses reformasi.

Baca juga: Mumtaz Rais Sindir Sang Kakak, Hanafi Rais, Tak Dewasa Berpolitik

Lebih lanjut, Asri mengucapkan permintaan maaf atas kekurangan yang dilakukannya selama menjabat sebagai Ketua DPW PAN Sulawesi Barat.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Saudaraku Zulkifli Hasan yang telah mengajak saya kembali ke PAN tahun 2018, sejak saya menjadi kader PAN tahun 2013, mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan selama mengemban amanah," ujar dia. 

Di sisi lain, Asri mengatakan, Amien Rais serius dalam membentuk PAN Reformasi. Saat ini, persiapan pembentukan partai baru itu sudah 70 persen.

"Persiapan itu kan konsep dan lain sebagainya ya, itu kalau dilihat dari persiapan sudah 70 persen," ucap dia. 

Asri mengatakan, salah satu syarat pembentukan partai politik adalah jumlah anggota 50 orang dan memiliki pengurus di seluruh kabupaten/ kota.

Oleh karenanya, ia menargetkan akhir tahun 2020 pembentukan partai baru bisa dirampungkan.

"Target pembentukan planning kami itu sampai Desember insya Allah selesai," ucap dia. 

Baca juga: Soal Mundurnya Hanafi Rais, Sekjen PAN: Kami Hormati Keputusannya

Saat ini, menurut dia, hampir 100 orang yang bergabung dengan PAN Reformasi.

"Nanti kita lihat, perhitungan kita ya bisa sampai 100 (orang) hitungan kami, tapi kan partai ini kira-kira berdirinya ini sekitar 60 persen yang pernah di PAN, yang lain itu tokoh-tokoh," kata dia. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Nasional
Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Nasional
Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Nasional
Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Nasional
Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Nasional
Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Nasional
Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X