Pemerintah Apresiasi Gerakan Gotong Royong Masyarakat Hadapi Pandemi Covid-19

Kompas.com - 04/05/2020, 17:31 WIB
Warga bergotong-royong membuat alat komunikasi tradisional kentongan dari bambu di Kadipiro, Solo, Selasa (21/4/2020). Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo mengintruksikan warga membuat kentongan dan mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), guna mengantisipasi potensi kriminalitas yang meningkat di tengah pandemi COVID-19 ini. ANTARA FOTO/Maulana Surya/foc. ANTARA FOTO/Maulana SuryaWarga bergotong-royong membuat alat komunikasi tradisional kentongan dari bambu di Kadipiro, Solo, Selasa (21/4/2020). Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo mengintruksikan warga membuat kentongan dan mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), guna mengantisipasi potensi kriminalitas yang meningkat di tengah pandemi COVID-19 ini. ANTARA FOTO/Maulana Surya/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengapresiasi kekompakan masyarakat dengan bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan (Kemenko PMK) Sonny Harry B Harmadi mengatakan, apa yang dilakukan masyarakat tersebut sesuai dengan imbauan Presiden Joko Widodo.

Terutama agar masyarakat terus menggaungkan semangat gotong royong saat harus menghadapi wabah Covid-19. 

Baca juga: Pemerintah Datangkan 1.500 Cartridge TCM-TB untuk Deteksi Covid-19

"Di tengah pandemi ini masyarakat terlihat saling peduli dan menolong. Mulai yang paling sederhana dengan tidak memberikan stigma negatif bagi penderita hingga menyediakan dukungan kebutuhan sehari-hari," kata Sonny dikutip dari siaran pers, Senin (4/5/2020).

Ia mengatakan, beragam bentuk kepedulian sosial saat ini tampak untuk membantu masyarakat, baik yang terpapar Covid-19 maupun yang terdampak secara sosial ekonomi. 

Dalam kondisi seperti saat ini, kata dia, solidaritas masyarakat Indonesia juga terus diuji untuk menunjukkan kepeduliannya kepada sesama.

" Menko PMK Pak Muhadjir Effendy selalu menekankan pentingnya partisipasi masyarakat bersama pemerintah dalam melewati tantangan yang tidak mudah ini," kata dia.

Sikap gotong royong masyarakat tersebut yang diapresiasi Kemenko PMK antara lain seperti yang dilakukan di wilayah Desa Mojopurno, Magetan, Jawa Timur.  

Warga desa tersebut memberikan dukungan fisik maupun mental pada mereka yang harus menjalankan isolasi mandiri karena Covid-19. 

Kemudian penduduk Desa Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta yang menyediakan makanan bagi keluarga yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP).

Termasuk warga di Kalimantan Barat dan Riau yang ibu-ibunya bergotong-royong memproduksi masker kain dan jamu yang kemudian dibagikan. 

Baca juga: Data Covid-19 Berbeda dengan Provinsi Banten, Ini Penjelasan Pemkot Tangerang

Menurutnya, hal tersebut juga merupakan bukti bahwa Indonesia telah mendapat predikat sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan survei lembaga amal Inggris, Charities Aid Foundation (CAF). 

"Pandemi Covid-19 ini memang telah menjelma dari krisis kesehatan menjadi krisis sosial ekonomi. Namun gotong-royong masyarakat Indonesia telah membuktikan kita sebagai bangsa besar yang peduli dan kuat," kata dia.

"Kita optimistis mampu melewati masa sulit pandemi ini secara baik bersama-sama," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

Nasional
Kementerian BUMN Sebut Vaksinasi Gotong Royong Tidak Bentrok dengan Vaksinasi oleh Pemerintah

Kementerian BUMN Sebut Vaksinasi Gotong Royong Tidak Bentrok dengan Vaksinasi oleh Pemerintah

Nasional
Pengamat: Nasdem Gelar Konvensi untuk Cari Capres Alternatif, Bisa Anies atau Ridwan Kamil

Pengamat: Nasdem Gelar Konvensi untuk Cari Capres Alternatif, Bisa Anies atau Ridwan Kamil

Nasional
Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

Nasional
Resmi Dilantik, Bupati IDP Bertekat Wujudkan Visi Luwu Utara

Resmi Dilantik, Bupati IDP Bertekat Wujudkan Visi Luwu Utara

Nasional
Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Nasional
Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

Nasional
Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

Nasional
Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer

Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepat Kekebalan Komunitas

Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepat Kekebalan Komunitas

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Nasional
UPDATE 26 Februari: Sebaran 8.232 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Tertinggi

UPDATE 26 Februari: Sebaran 8.232 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Tertinggi

Nasional
Jokowi Sebut Transformasi Digital Pintu Masuk UMKM ke 'Marketplace'

Jokowi Sebut Transformasi Digital Pintu Masuk UMKM ke "Marketplace"

Nasional
UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

Nasional
Sekjen DPR Sebut Vaksinasi di DPR Berlakukan Protokol Ketat, Bukan Tertutup

Sekjen DPR Sebut Vaksinasi di DPR Berlakukan Protokol Ketat, Bukan Tertutup

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X