Anggota Komisi I Sebut Kemampuan Pemerintah Tangani Covid-19 Diragukan AS dan Australia

Kompas.com - 27/03/2020, 22:46 WIB
Direktur Crisis Center for Rohingya (CC4R) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta, di Kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta, Senin (25/9/2017). Hingga saat ini, CC4R PKS se-Indonesia telah menyalurkan donasi untuk Myanmar sebesar Rp 3,8 miliar. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIDirektur Crisis Center for Rohingya (CC4R) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta, di Kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta, Senin (25/9/2017). Hingga saat ini, CC4R PKS se-Indonesia telah menyalurkan donasi untuk Myanmar sebesar Rp 3,8 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I dari Fraksi PKS Sukamta menilai, Pemerintah Amerika Serikat dan Australia meragukan kemampuan Pemerintah Indonesia dalam mengatasi pandemi Covid-19 dengan baik.

Pasalnya, Pemerintah Amerika Serikat dan Australia telah mengimbau warganya untuk meninggalkan Indonesia.

Baca juga: Antisipasi Covid-19, AS Pulangkan Keluarga Staf Kedubes di Bawah 21 Tahun dari RI

 

Hal itu juga dilihat dari semakin meningkatnya jumlah kasus positif serta korban meninggal dari waktu ke waktu. Dalam empat hari terakhir, bahkan terjadi penambahan lebih dari 100 kasus per hari.

Saat ini, terdapat 1.046 kasus positif Covid-19, 87 kasus di antaranya meninggal dunia dan 47 kasus sembuh.

"Amerika Serikat dan Australia meragukan kemampuan Indonesia dalam penanganan pasien jika melihat persentase kematian yang di atas 8 persen," kata Sukamta dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (27/3/2020).

Baca juga: UPDATE: Pasien Tambah 153, Total Ada 1.046 Kasus Covid-19 di Indonesia

Alih-alih telah melakukan pencegahan, kata Sukamta, sejumlah langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia justru terkesan tidak jelas dan terukur dengan baik.

Hal itu dilihat dari sebaran kasus positif yang mencapai 28 provinsi.

Selain itu, ia menambahkan, imbauan tersebut juga mengesankan bahwa fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia masih kurang memahami.

Merujuk data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia, hanya ada sekitar empat dokter untuk menangani 10.000 pasien.

Di samping itu, perbandingan jumlah kasur dengan penduduk yakni 1 banding 1.000 serta perbandingan ketersediaan perawat dan bidan hanya 2 per 1.000 penduduk.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X